The Coffee Shop

17837_900

Author Twelveblossom

Cast   

Byun Baekhyun, Kim Hana, dan Park Chanyeol

Genre 

Romance & Fluff

Length Vignette

Rated  PG-13

This story line is mine, please don’t copy paste.

***

            Aku tidak tahu harus memulai darimana. Semuanya begitu penting dan aku tidak ingin melewatkan detail terkecil. Di sisi lain, aku juga tidak mau membuat jari-jari ku lelah karena terlalu banyak menulis. Baiklah, aku hanya akan menulis apa yang ingin aku tulis. Kalian, harus membaca semua yang aku tulis. Ini peratran. Peraturan dari ku, Kim Hana.

***

Aku adalah gadis yang sangat cantik. Kalian harus menerimanya. Aku yang menulis cerita ini, sehingga kalian harus menyetujui apa yang aku tulis. Semua pria akan menoleh dua kali, jika aku berjalan di sekitar mereka. Aku selalu mendapatkan pujian atas kondisi fisik ku. Sebenarnya, pujian itu selalu membuat telinga ku sakit. Aku ingin menjadi gadis biasa. Sungguh, aku sangat iri dengan mereka yang dapat hidup dengan normal. Aku ingin memakai krim anti jerawat seperti gadis remaja lain. Aku ingin mengeluh tentang berat badan seperti gadis lain. Nyatanya, semua hal itu sudah aku dapatkan kulit putih susu, wajah bebas dari jerawat, dan tubuh langsing.

Setiap aku bertemu dengan orang-orang baru, mereka memberiku dua tatapan. Wanita yang baru bertemu dengan ku akan memberikan tatapan iri. Pria yang baru bertemu dengan ku akan memberikan tatapan memuja. Membosankan. Hal itu menjadi faktor utama, mengapa aku sangat anti untuk memiliki kekasih. Aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak jatuh cinta. Terdengar gila. Tapi, aku benar-benar tidak peduli.

Semuanya berubah ketika aku menerima gelas karton yang berisi kopi. Aku menatap delapan gelas kopi yang berjejer di meja. Gelas karton itu  bertuliskan angka dan alphabet yang berbeda. Tentu saja, aku mendapatkanya dengan gratis. Totalnya sudah dua bulan, sejak pertama kali aku mendapatkan gelas kopi dari coffee shop ini. Coffee Shop yang terletak di ujung jalan tempat tinggal ku. Aku selalu datang ke coffee shop satu minggu sekali.

“B-1-E-11-H-25-U-14.” aku membaca tulisan yang berada di gelas kopi itu. Pikiran ku sibuk berputar-putar untuk mengelola semua huruf dan angka itu, sehingga dapat terhubung pada satu hal. Hasilnya nihil. Tidak ada sesuatu yang aku temukan.

Tangan ku menulusuri gelas kopi. Gelas kopi ini akan berakhir di tempat sampah jika tidak ada sesuatu yang menyentuh. Aku memanggil kembali semua memori ku tentang gelas ini. Semua gelas ini diantarkan oleh pelayan yang sama. Menurut ku, dia terlalu tampan untuk disebut  pelayanan. Tampan sekali. Herannya setiap aku menanyakan siapa yang memberiku kopi ini, dia hanya menatap ku. Tatapan yang akan membuat para gadis lupa akan semua hal. Setelah itu,  ia hanya mengatakan sesuatu yang membuat ku bertambah bingunng.

“Kopi ini dari siapa?”

“Kim Hana… Kim Net… Kim Set…”

“Ne?”

Napas berat untuk kesekian kalinya terdengar. Ada sedikit perasaan kesal. Aku mulai bosan, tetapi ada rasa ingin tahu yang besar. Rasio yang tidak seimbang membuat ku semakin berpikir lebih keras. Putaran film mulai terlihat lagi, ingatan saat aku mendapatkan kopi terakhir terulang di otak ku dengan begitu sempurna. Dialog singkat yang terjadi antara kami. Sebenarnya, cukup memalukan karena saat itu aku tidak bisa mengendalikan detak jantungku.

“Aku tidak ingin menerima kopi lagi. Sebelum kau mengatakan siapa pengirimnya.”

“Kim Hana… Kim Net… Kim Set…”

“Berhenti mengatakan itu!”

“Aku tidak akan berhenti.”

“Baiklah, aku juga tidak akan kembali ke sini lagi.”

“Tunggu! Kau lihat pria jangkung yang sedang duduk di kursi sudut ruangan?”

“Iya.”

“Tanyakan padanya, kau akan mengetahui apa yang ingin kau ketahui.”

Aku memutar gelas kopi ke delapan setelah dialog itu usai diputar di dalam memori ku. Dialog tersebut adalah dialog terpanjang yang pernah kami lakukan. Setelah pelayan itu memberikan gelas kopi kedelapan, Ia tidak muncul lagi di minggu berikutnya. Ada sesuatu yang aneh dalam diriku. Aku merindukan pria itu. Aku tidak mengenalnya, tentu saja. Sebagian dari diriku sudah terbiasa akan keberadaanya sehingga saat dia menghilang, ada sesuatu yang ikut hilang.

Suara lonceng kecil terdengar  membuat tubuh ku kembali sadar. Terdapat lonceng kecil di pintu coffee shop. Lonceng itu akan berbunyi saat ada seseorang yang masuk. Perhatian ku secara otomatis tertarik pada pria jangkung yang baru saja masuk. Ia sekarang duduk di kursi sudut ruangan. Pria jangkung itu adalah orang yang ditunjuk pelayan itu, seharusnya dia bisa memberikan jawaban atas pertanyaan yang membuat ku kelimpungan.

“Maaf, apa aku bisa bicara denganmu sebentar?” Aku bertanya sambil meletakkan kedelapan gelas kopi di meja. Aku langsung saja duduk, tanpa meminta persetujuannya. Pria jangkung itu sedikit terkejut. Ia segera bisa mengatur ekspresinya dengan menampilkan senyum lebar, setelah mengamati kedelapan gelas yang dijajarkan di mejanya.

“Tentu saja, agasshi.” Jawab pria itu. Ia tampak menahan tawa.

“Kau mengetahui semua gelas kopi ini?” Tanyaku tanpa basa-basi.

Pria jangkung itu tertawa ringan, mungkin terhibur melihat gurat wajah ku yang tampak sangat penasaran. “Kau ingin aku mulai darimana?”

“Siapa yang memberiku gelas kopi ini?” Aku menyuarakan semua hal yang ingin aku ketahui. Begitu banyak pertanyaan di dalam kepala ku, semuanya ingin meledak keluar.

“Pastinya bukan aku yang memberikan gelas kopi ini. Lihatlah, sudah tertulis dengan jelas siapa yang mengirimkan kopi ini. Pengirimnya adalah B-1-E-11-H-25-U-14. Buang semua huruf yang bisa kau baca. Lalu artikan angka-angka yang terdapat pada gelas itu. Kau bisa memulainya dari angka satu. Pada alphabet yang memiliki tempat pertama adalah A. Lalu yang berada pada  tempat ke sebelas adalah K. Kau bisa meneruskan sendiri, bukan?” Pria jangkung itu memulai penjelasannya

Aku memutar semua gelas itu. “Huruf  Y menempati urutan ke 25 dan pada urutan ke 14 ada huruf  N.” Aku bergumam melanjutkan penjelasan pria jangkung itu.

“Lalu gabungkan semua huruf dan angka sesuai dengan tanggal kau menerima gelas kopi itu.” Kata pria itu sambil mendorong semua gelas itu mendekat ke arah ku.

“B-A-E-K-H-Y-U-N. Baekhyun.” Ucapku tegas. Siapa Baekhyun? Aku tetap tidak mengenalinya. Aku berusaha menggali timbunan ingatan, mungkin ada sesuatu yang terselip. Aku tetap tidak menemukan jawaban

“Apa kau ingin bertanya sesuatu lagi?” Pria jangkung itu menopang wajah dengan kedua tangannya yang diletakkan di meja. Mengamati ku.

“Apa nama mu Baekhyun?”

“Tentu saja bukan, nama ku Chanyeol. Park Chanyeol.”

“Tapi, aku memiliki sahabat bernama…”

“Sebentar, apa kau tahu arti dari Kim Hana, Kim Net, dan Kim Set?” Aku memotong  perkataan Chanyeol dengan pertanyaan lain.

Pria yang menyebut namanya Chanyeol itu, menjawab pertanyaanku dengan tawa yang memekakan telinga. Terlihat sekali, hidupnya selalu dipenuhi dengan tawa. “Apa kau begitu polos? Itu hal yang mudah. Coba, kau berhitung dari satu sampai dengan lima.”

“Lakukan saja.”  Tambah Chanyeol, sebelum aku menyuarakan protes.

“Hana.. dul.. set.. net.. daseot..” Aku menghitung dengan suara yang pelan. Tunggu, aku mengerti kalimat yang dikatakan pelayan itu. Sebenarnya itu adalah angka yang dicampurkan dengan nama ku. Angka itu…

“1-4-3. One-four three.” Kata Chanyeol ditengah-tengah jenjang aku berpikir.

Aku tidak mempedulikan suara Chanyeol yang mencoba menjelaskan arti dari ‘1-4-3’ kerja otakku mencoba untuk menggali sendiri arti angka itu. Seingat ku ada sebuah lagu yang bercerita tentang arti itu. Sebuah pernyataan cinta. Bila semua simbol itu diartikan lalu digabungkan. Ada dua hal, Baekhyun dan… “I Love You.” Aku menggumamkan sederetan kata yang membentuk kalimat ungkapan rasa itu.

“I love you too.” Suara yang sangat familiar, tiba-tiba terdengar tepat di telinga bersamaan dengan tepukan ringan pada pundakku. Aku merasakan kehadiran seseorang berada di belakang ku. Seorang pria yang sudah dikenali dengan baik oleh tubuh ku. Pria itu memposisikan dirinya duduk di samping Chanyeol. Duduk tepat di hadapanku. Ia tersenyum. Semuanya tidak ada yang asing dari pria itu. Ada satu hal yang berbeda, ia sekarang tidak mengenakan jas dan dasi kupu-kupu sebagai seragam pelayan coffee shop itu. Ia hanya mengenakan kaos bewarna merah dan celana jins biru. Tidak ada yang berubah. Tampan. Bersinar. Aku terkena bias cahaya dari semua aura yang dibagikan oleh tubuh pria itu. Aku yakin setiap gadis akan terbius olehya, hanya dengan satu tarikan napas atau jangan-jangan hanya aku yang dapat begitu mudah terpesona padanya?

“Jadi kau sudah tau nama ku, Hana-ssi?” Aku mengusap pipiku setelah ia menyelesaikan kalimatnya. Pria itu mengakhiri monolognya dengan mencium pipiku singkat. Seharusnya aku memukul pria itu karena sudah kurang ajar, telah mencium pipi ku tanpa permisi. Tetapi, alih-alih menghajarnya, aku malah diam. Kaku. Rasanya pria itu adalah benda yang dapat menyetrumkan listrik. Kerja saraf motorik ku menjadi abnormal. Tubuh ku meresponnya dengan memalukan. Ini gila tetapi, aku…menyukainya.

***

            Itu adalah awal dari cerita kami. Aku dan Baekhyun. Sederhana? Benar aku jatuh cinta padanya dengan cara sederhana. Aku mencintai Baekhyun dengan cara ku. Baekhyun mencintai ku dengan caranya. Satu hal yang dapat dicampurkan dalam caraku dan caranya, rasa cinta Baekhyun pada diriku lebih besar dari rasa cintanya pada siapapun, begitu sebaliknya. Aku tidak ingin ada protes dari kalian. Ini mutlak dan Baekhyun menyetujuinya. Baekhyun telah menjadi milik ku, Kim Hana.

-FIN-

Advertisements

43 thoughts on “The Coffee Shop

  1. Ikut senyum2 g jls gr2 nebak arti dr teka-tekiny, tp lngsung ngerti
    Apalagi pas baekhyun ngomong kim hana..kim net.. Kim set.
    Awalny agak bingung.. Tp lngsung keinget sm lagunya henry 143 😀

  2. haiiii aku reader baru, salam kenal^^
    satu kata deh buat ff ini PERFECT!!! suka sama teka tekinya hihi lucu, bayangin baek gitu. ah manisnya haha. di tunggu karya yg lainnya 🙂

  3. Wow si baek rupanya penuh kejutan ya,kirain si chan yang suka sama hana.Dan cara dia nyatainnya itu loh,bener bener sweet banget.Penuh teka teki.Haha kreatif.

  4. Ahhh, byunbaek sweet bgt siih! Mau deh digituin. Klo si hana ga minum kopinya kan sayang, mending buat aku XD klo yg bikin byunbaek sih aku juga siap disuruh minum 100 cup pun *boongbanget._.*

  5. itu itu itu xD
    aku suka bagian ‘Kim hana… Kim net… Kim set…’ haha lucu aja bayangin Baekhyun bilang kaya gitu berulang kali.
    idenya unik!
    nah, aku udah pernah bilang kan? kalo masalah fluff, udah dehh kak Titis masternya! 😀
    ngomong-ngomong aku pengen gampar Hana kak, masa dikasih kesempurnaan gitu ga bersyukur. xD (kabur)

Sudahkah Kamu Meninggalkan Jejak?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s