Between You and I: My Beloved Best Friend

bestfriend

Tittle

Between You and I: My Beloved Best Friend

Author Twelveblosom

Cast:

Kim Jongin, Lee Taemin, and Seo Sera

Genre: Friendship and Fluff

Length: One shoot

Rated: PG-13

Backsound: Moonlight – EXO

***Between You and I***

 

 “I never had your love and never will.”

***Between You and I***

Aku sedang duduk di ruangan yang dipenuhi kaca. Dinding di ruangan itu dilapisi oleh kaca sehingga apapun tingkahmu, kaca dapat mereplikasikan. Mata ku menatap dua orang pria yang sedang menari di tengah sendunya ruangan. Musiknya mengalir, bercerita tentang seseorang yang meminta kekasihnya untuk berhenti mencintainya. Kekasih yang bodoh, pikirku. Cinta itu memang sangat tidak sopan, ia dapat hadir kapan saja, dimana, saja, dan untuk siapa saja. Tapi, cinta tidak bisa dihentikan hanya dengan orang lain meminta berhenti.

Kembali ke kedua pria yang sedang menari. Mereka begitu tampan, tapi hanya satu yang aku puja. Keduanya sahabatku, tapi hanya salah satu dari mereka yang menjadi kekasihku. Keduanya mencintaiku, tapi hanya salah satu dari mereka yang memiliki hatiku. Kekasihku, Lee Taemin. Pemilik hatiku, Kim Jongin.

Baiklah, aku memang gadis serakah dan tidak tahu diri.

Tapi, aku tidak peduli.

Sudah tiga jam aku disini. Duduk diam, kadang mengambil cemilan yang Taemin siapkan di sampingku agar aku tidak bosan. Tersenyum saat Taemin menolehkan kepalanya ke arah ku. Dan memberikan tatapan aku mencintaimu kepada Jongin saat ia menatap ku atau saat ia menatap hal lain.

Taemin berhenti menari saat alarm ponselnya berbunyi. Ia menuju ke arah ku, mematikan alarmnya. Lalu mengelus rambutku. Aku tersenyum manis, seperti biasa.

“Aku harus pergi ke acara radio, setelah ini jangan lupa makan.” Kata Taemin lembut, seperti biasa. Aku menjawab dengan anggukan kepala.

Taemin mengelus rambutku lagi, tangannya turun untuk mengelus pipiku. Geli dan menyenangkan. “Kau juga jangan lupa makan. Jangan sakit.” Aku berucap sambil menyentuh tangan kekasihku yang tengah sibuk menyingkirkan remahan roti di bibirku.

“Tentu saja, Sera. Tentu saja.” Jawab Taemin. Pria itu tersenyum, sangat tampan. Kekasihku yang paling tampan di dunia, seharusnya aku mencintainya, seharusnya aku bisa sangat mencintainya. Seharusnya.

“Sampai jumpa.” Ucap Taemin setelah selesai membenahi tasnya. Sebelum ia beranjak dari sisiku, sempat-sempatnya Taemin mencium pipiku singkat. “Aku mencintaimu.” Tambahnya. Seperti biasa, aku tidak menjawab kalimat cinta itu.

Dia menuju ke arah Jongin yang sedari tadi juga berhenti menari. Jongin tidak menatap ke arah kami. Pria itu hanya duduk memanjangkan kakinya di lantai sambil mengusap keringatnya. Tatapannya menuju pada cermin yang berada di depannya. Cermin itu memantulkan bayangan aku dan Taemin tadi. Ia menatap lurus dengan ekspresi mengeras.

Aku menggigit bibirku.

Aku mencintaimu, Jongin. Sangat mencintaimu.

Aku berteriak keras pada punggung Jongin di dalam hati.

“Aku pergi dulu, ada acara di Sukira. Antarkan Seo seo pulang untuk ku.” Minta Taemin pada Jongin sambil menepuk punggung sahabatnya.

Aku menundukkan kepala mendengar Taemin menyebutkan nama kecil yang kerap sekali dipakai Jongin untuk memanggilku, Seo seo.

“Baiklah, sebentar lagi aku mengantarnya pulang,” Jongin berdiri menonjok ringan bahu Taemin. Keakraban mereka, membeuat hatiku terhanyut.

“Pastikan dia makan malam.” Ucap Taemin lagi, aku tetap mencuri dengar pembicaraan mereka.

“Aku juga tidak ingin dia sakit, lebih dari semua orang yang menyayanginya. Sebaiknya kau berangkat sekarang daripada terkena omelan Kim Bum Hyung.” Cerca Jongin. Disambut dengan tawa ringan mereka berdua.

“Baiklah.”

Taemin meninggalkan ruangan itu setelah beberapa kata perpisahan yang diucapkan dua kali, ditambah taburan kalimat cinta untukku.

Sekarang hanya aku dan Jongin. Di ruangan ini.

Debaran jantungku berdebar dengan tempo cepat, walaupun Jongin tidak menyentuhku. Hanya dengan memutar namanya di otak ku, Kim Jongin mampu membuatku jatuh cinta padanya lagi dan lagi.

“Bagaimana hubunganmu dengan Taemin?” Tanya Jongin tiba-tiba saat aku ikut duduk di lantai ruang latihan.

Ia membuka botol air mineral yang kuberikan padanya sambil menunggu jawabanku. “Baik, seperti yang kita tahu dia pria yang menyenangkan.”

“Kau sudah mulai mencintainya.” Dia tersenyum. Aku mengalihkan pandanganku dari senyuman itu. Seakan-akan kancing kemeja putihku lebih menarik, aku menjawab pertanyaan Jongin sambil menatap kancing. “Kau memintaku untuk mencintainya.”

“Seo seo. Aku—”

“Aku akan melakukan apa saja yang kau minta asal kau senang, tenang saja.” Kataku memotong kalimatnya. Dadaku sakit.

Aku merasakan tatapan Jongin yang membanjiri emosiku.

“Kau masih mencintaiku?” Tanya pria itu.

Aku membalas tatapannya. Apa dia bercanda? Pertanyaan macam apa itu. Semuanya sudah sangat jelas disini. “Tidak pernah berkurang sedari dulu.”

Nado saranghae,”

Apa pria ini sedang mempermainkanku?

Dia baru saja menyatakan kalau dia juga mencintaiku, tapi dengan bodohnya malah menyuruhku mencintai dan menjadi kekasih Taemin.

Apa dia tolol?

Kalau dia juga benar mencintaiku..

Apa dadanya tidak sakit saat melihat ku dengan Taemin?

“Apa kau tidak menggunakan otak mu?” aku menyuarakan pikiranku dengan pandangan menghina.

Jongin mengulum senyum. Tangan pria itu membenarkan anak rambut ku. Menyelipkan rambut yang nakal ke belakang telingaku. Aku suka ketika Taemin mengelus rambut ku. Tapi, aku akan sangat suka ketika Jongin bahkan hanya menyentuh ujung rambut ku.

“Aku sekarang sedang tidak menggunakan otak, karena itu membalas rasa cinta mu.” Jelas Jongin. Aku menghembuskan napas berat.

“Lebih baik kau copot saja otakmu.”

Aku cemberut.

Tiba-tiba Jongin meletakkan kepalanya di pundakku. Jantung ku hampir saja jatuh. Wangi rambut pria ini, bercampur dengan keringatnya telah menjadi bau favorit seumur hidupku. “Copot kepala ku, bawa sekalian hati ku.” Kata Jongin.

Aku membentuk senyum dengan sudut bibir.

“Aku mencintai mu dengan atau tanpa otak.”

Jongin menegakkan kepalanya lagi. Dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. “Kau tahu sesuatu, Seo seo?”

“Tahu apa?” balasku gugup, aku dapat mencium bau daun mint saat Jongin bicara tepat lurus di indra penciuman ku. Salah satu alasan ku mencintainya.

Tapi, aku selalu mencintai semua mengenai Jongin, sungguh.

“Kau itu harta karun ku.”

Aku mengernyitkan dahi bingung. Jongin menempelkan dahinya tepat di kerutan dahiku. “Jangan mengerutkan dahi seperti itu, aku semakin ingin mencium mu.”

Aku yakin pipiku sekarang memerah.

Cium aku, cium aku sesesering dan selama yang kau mau, Jongin. Batinku.

“Kalau begitu aku akan mengerutkan dahiku seumur hidup.” Kataku tak tahu malu, masa bodoh dengan harga diri. Setelah Jongin menggerutu tentang Seo seo apa bergaul dengan Taemin merubahmu jadi mesum, pria itu diam. Ia menjauhkan wajahnya lagi.

“Harta karun apa?” Aku mengungkit kalimatnya tadi.

“Sesuatu yang paling berharga. Sesuatu yang akan aku cari dimanapun kau berada. Siapapun yang memiliki mu sekarang mereka hanya meminjam dari ku.”

Aku mengerjapkan mata. Dasar Kim Jongin egois. Dia menyodorkan ku kepada Taemin dengan alasan bahwa Taemin mencintai ku dan persahabatan kami. Memangnya aku barang?

“Bagaiman jika aku benar-benar jatuh cinta dengan Taemin?”

“Itu tidak mungkin.”

“Aku akan berlatih untuk—“

“Tidak jatuh cinta pada Taemin.” Jongin memenggal ucapanku.

“Apa?”

“Berlatihlah untuk tidak jatuh cinta pada Taemin.”

“Dasar egois.”

“Memang.”

Aku menatapnya kesal. Dia menyentil hidungku. “Jangan coba-coba untuk jatuh cinta pada siapapun selain aku. Sebentar jangan memotong kalimat ini dulu. Dengar, jangan coba-coba aku peringatkan sekali lagi.

Aku menyentuh wajahnya sebagai balasan.

Dia memejamkan mata.

Pria ku, dia bukan kekasih ku.

Dia tidak setampan kekasihku, dia tidak seputih kekasihku.

Tapi, aku mencintainya lebih dari aku mencintai kekasihku.

Saranghae Kim Jongin. Pernyataan cintaku padanya dalam batin, dibalas kecupan lembut pria itu di bibirku, lama dan dalam. Waktu berhentilah untuk kami, aku mohon. Ciuman Jongin ini memang bukan yang pertama kalinya di bibirku, tapi hatiku selalu merespon seakan ini ciuman pertama kami.

Otak ku berputar dengan berharmoni dengan lumatan bibir Jongin yang semakin dalam. Berpikir mengenai apa saja yang Jongin beri untuk ku, selalu menjadi orang pertama.

Orang pertama yang mencium pipiku adalah Kim Jongin.

Orang yang mencium bibirku adalah Kim Jongin.

Cinta pertamaku adalah Kim Jongin

Duniaku adalah Kim Jongin

Disela-sela ciuman kami, aku mendengarnya berbisik di bibirku, aku besok akan berkencan dengan Krystal, tolong jangan cemburu. Aku hanya mencintaimu, Seo seo. Sangat.

 

“Why do you dream a dangerous dream?”

 

 ***Between You and I***

Advertisements

41 thoughts on “Between You and I: My Beloved Best Friend

  1. fak i’m in baper zone 😂 mereka sweet tapi sama2 egois, i like them btw wkk.

    ah iya, kak titis? aku copy kaliamatmu di sini yg cocok dijadikan quotes. bolehkah? bakal aku beri kredit jika menggunakannya.

    ah satu lagi, your fiction is awesome! semangat terus menulisnya ❤

  2. ini nih yang namanya cinta egois. tapi kok gue pengen cerita ini lanjut jadi beberapa chapter ya. pengen tau seo akhirnya sama siapa

    DAN OH KENAPA NENEK LAMPIR CANTIK SANG KRYSTAL NONGOL?! xD

  3. Hiaaaa!!! Gila ini mahh, Jongin over egois! Ngapain nyuruh SeoSeo pacaran ama Taemin kalo mereka saling cinta?? SeoSeo juga pea mauan aja disuruh kek gitu? Keuntungannya dimana? Ngrusak persahabatan si iyaa
    Nah giliran Jongin kencan ama Krystal suruh jan cemburu… Keterlaluan parahh!

  4. Ok aku udah baca sad movie ampe part 6 dan ff itu sgt membingungkan tokoh utamanya dan ff ini jg ngga kalah membingungkannya dgn tokoh yg berbeda. Hohoho ini yg bikin aku suka konflikny jarang bgt ada di ff2 yg laen. Kekny aku jdi sasaeng fens ka titis deh hehe 😀

  5. astaga jongiinn kamu apa – apaan nyuruh orang pacaran tapi ga ngebolehin dia jatuh cinta
    egois banget dah
    seo seo plis kalo aku jadi kamu aku ga bakalan mau pacaran sama mereka berdua
    kasian persahabatan nya rusak gara2 cinta

  6. aiisshhh siii kammjeon bener-bener egois maah diaanya… agak oon juga nooh otaknya… dia nyuruh sera pacaran sama taemin padahal dia sendiri juga cinta mati banget sama sera..
    kasian mah saya sama seranya..
    kalau dibuat series sepertinya bagus ini kak.. hehe

  7. NGGAK aku sama sekali nggak bisa bilang ini so sweet
    ini terlalu sakit tau nggak ?
    jongin egois !!! dia bener2 egois ama seo seo *apa2 an coba?*

  8. kisah ini sdikit mirip dg kisaku tapi sahabat yg ku cintai itu gk seberengsek jongin yg mncium pcr sahabatnya dan aq gk sesrakah sera yg dg ikhlas memberikan ciuman utk shbat sklian shbat pcrku itu…pd akhirnya hubungan kmi gk brlangsung lama bgitupn persahabatan kami ber tiga… ahhh jdi ingat masa2 SMP dulu…

  9. Kok jadi pengen jitak kai -,- trus kenapa sera nya mau aja pacaran sama taem? Yg berkorban siapa? Kai demi persahabatan dengan taem? Atau sera demi cinta nya ke kai? Omo menguras emosi

  10. Aq bingung sma km kak. Tulisan km itu keren nya ringan tp nyampegtu feellnya… tp knp selalu oneshoot????? Km gk niat bkin chapter??? Sekali lg lagi lagi aq jatuh cinta sma ff km heheeh
    Ne ff klo d buat chapter dgn gaya km beuhhhhh aq yakin gk klah hebat sma FF sad Movies heheheheh
    Aq suka alur crtnya …. mrka sling cinta, slng ksh perhatian, sling bersentuhan tp bkan pacaran akhhhhh mirissss hahahahha
    Aplg egoisnya Jong In…. bgi qu msh kurng alasan Jong In ksh Seo Seo dy k Taemin hehehhe
    Ayooo d buat seriesnya heheheh aq pngen two khdupan mrka wkwkkwk

  11. kai nya rese ya disini, tapi serese apapun kai tetep gabisa benci keke
    btw unnie berasa banget loh ini ke hati, nyesss banget u.u

  12. Hei, itu.. Jongin kok gitu? -_-

    Oke, ini cerita yang menarik dan cukup menguras emosi 😀 aku jadi bingung sama sikap Jongin, itu karena kesetiaan atau keegoisan? Di bersikap seolah-olah, ‘Aku lebih memilih persahabatan’, tapi di sisi lain, dia mengikat Seo seo cuma ke dia. Nggak tau deh disini mau prihatin atau ngambek sm si Jongin 😀 hahaha. Dan dibagian terakhir, tiba2 aja dikejutkan saat Jongin bilang akan kencan dengan Krystal. Who is she? 😮

    Aku suka banget ceritanya 🙂 Uh, sekarang kayaknya jadi penggemar tulisanmu, deh. Hehe.

  13. Yah, Kai memang kurang ajar. Friend zone kadang atau selalu bikin geregetan. Tata kelihatannya punya pengalaman pribadi soal friend zone hahahaha.
    Iya boleh, botakin aja. Tapi jangan Kai yang dibotakin 😦
    Makasih ya sudah mampir dan komentar 😀

  14. ‘Apa dia tolol?’
    aku bantu jawab kak. ‘IYA’

    friend zone! uhh, gatau kenapa kalo ngomongin masalah itu tuh bawaannya sensi sendiri. haha 😀
    aku benci yang namanya Friend zone! sumpah, demi apapun!
    eh tapi yaa kak, aku bukannya mau ng-bash loh. ngga. bukan. aku suka sama cara kakak bikin fanfic ini. rasanya ngena banget. dan itu bikin aku emosi jiwa. wkwk xD

    aku benci cowok macem KAI disini. apa-apan coba dia nyuruh sera buat pacaran sama taem? terus dianya pacaran sama Krystal? terus dia larang Sera buat suka sama Taem? terus dia sama Krystal gimana? gimana kalo dia suka sama Krystal? (nah terus terusan mulu kayak tukang parkir)

    pokoknya kalo aku ketemu cowok macem kai di dunia nyata, bakalan aku botakin! liat aja! haha

    nicenicenice kak ^^
    aku tunggu fanfic selanjutnya! semangaaaaaaaattt ^^/

  15. “Sesuatu yang paling berharga. Sesuatu yang akan aku
    cari dimanapun kau berada. Siapapun yang memiliki mu
    sekarang mereka hanya meminjam dari ku.” uwwaa so sweet bngt

Sudahkah Kamu Meninggalkan Jejak?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s