Pavlova

pavlova

Author

Twelveblossom

Cast

Jongin (EXO)

Wendy (Red Velvet)

Length 599wc

Genre Fluff

Rated PG-15

This story line is mine, please don’t copy paste.

-oOo-

You  sweeter than Pavlova, baby.

-oOo-

Wendy memasang senyumnya yang paling lebar. Sepasang tangannya menopang piring besar yang berisi krim bewarna putih. Pavlova. Gadis semampai itu mendapatkan resep makanan favorit kekasihnya dari sang nenek. Jauh-jauh ia berkunjung ke New Zealand untuk mempelajari cara membuat dessert itu.

Diletakkannya Pavlova di atas meja. Jongin si kekasih Wendy, membelalakkan mata. Sedari dulu pria itu ingin memakan Pavlova, namun tidak sempat. Jongin sangat suka Pavlova. Bukan hanya karena rasanya yang manis. Cerita dibalik asal-usul Pavlova menjadi alasan yang kuat ia mencintainya.

Pavlova adalah dessert yang dibuat khusus untuk menghormati Anna Pavlova. Well, Anna Pavlova penari balet yang tersohor di abad 20—idola Jongin. Wanita menawan itu, diabadikan namanya melalui dessert yang menguarkan keanggunannya pada saat menari. Pavlova juga diberikan kepada penari balet sebagai penghormatan akan keindahan gerak tubuh mereka pada saat menari. Sekarang, Wendy menghadiahkan Pavlova untuk Jongin. Bagi Wendy, Jongin adalah penari balet terhebat di hatinya. Di dunia Wendy.

“Aku terkejut kau bisa memasak,” Jongin berucap sembari menyelipkan kekehan.

Wendy cemberut, “Kau selalu meremehkan aku.” Gadis itu menarik kekasihnya agar duduk di kursi makan. Tatapannya mengisyaratkan Jongin untuk mencoba Pavlova buatannya.

Jongin menyuapkan Pavlova ke dalam mulut. Lidahnya menyusuri rasa Pavlova itu. Krim lembut memanjakan mulutnya.  Lelehan Pavlova yang menjalar mengisi ruang, juga memenuhi kegembiraan di hati Jongin. Selain manis, terdapat rasa asam dari sari buah jeruk yang tercampur. Cita rasa Pavlova yang manis dipadukan dengan asamnya jeruk. Sempurna.

Lantaran mengutarakan pujian, Jongin malah mengerutkan alis. Ia mematutkan raut wajah ragu. Oh, tidak hanya ragu. Ada ekspresi tidak suka terselip disana. “Kau pasti lupa menambahkan gula,” ujar Jongin.

Sebenarnya, Pavlova buatan kekasihnya sudah sangat pas di indra perasa Jongin. Hanya saja, pria berkulit coklat itu ingin menggoda kekasihnya. Air muka Wendy yang cemas, menunggu pendapat Jongin tentang Pavlova buatannya, terlihat lucu. Sayang, dilewatkan.

“Aku tidak mungkin melupakan gula. Eum, memang agak asam karena aku menambahkan jeruk. Tapikan, kau tidak suka Pavlova yang terlalu manis.” Wendy menerangkan kepada Jongin, setelah dirinya menyendok Pavlova ke dalam mulutnya.

Gadis itu nampak panik. Ia sudah berusaha keras. Bibirnya tertekuk. Kecewa karena Jongin tidak menyukai jerih payahnya.

“Ini benar-benar tidak ada rasanya hambar,” tandas Jongin. Ia menyendokkan sekali lagi Pavlova lalu memakannya.

Wendy membuka mulut, “Kalau tidak ada rasanya, ya sudah jangan dimakan.” Gadis itu berkata dengan lemas.

Jongin berdiri dari tempatnya. Ia tersenyum melihat gadisnya putus asa. “Aku tahu cara memaniskan Pavlova ini,” kata Jongin serius.

Wendy ikut berdiri dari kursi makan. “Bagaimana caranya?” Ia bertanya dengan antusias.

Jongin mencondongkan wajahnya ke arah Wendy. “Mendekatlah,” gumam Jongin.

Gadis yang sedang memakai terusan merah muda itu, menurut. Ia melangkah mendekat. “Lalu?” Wendy ingin mendengar kelanjutannya.

“Lalu seperti ini.” Bibir Jongin mendarat manis di bibir kekasihnya, tepat setelah menyelesaikan kata terakhir.

Jongin mengecup ringan bibir Wendy. Gadis itu terlonjak dan akan menjauh. Akan tetapi, tangan Jongin menarik Wendy ke dalam pelukan. Mengecup bibir atas dan bibir bawah Wendy. Saling membagi rasa Pavlova yang manis.

Tunggu, Pavlova itu memang berjuta-juta kali lebih manis setelah ditambah dengan kecupan Jongin. Teori Jongin tentang Pavlova benar. Aku membutuhkan bibir Jongin untuk membuat Pavlova lebih manis, pikir Wendy.

“Pavlova itu memang manis, tetapi tidak lebih manis dari dirimu,” bisik Jongin di tengah kecupannya. Di tengah irama bibir mereka.

-oOo-

A/N: Halo! Thank to Net TV yang tadi siang membahas soal Pavlova. Jadi, punya ide untuk drabble ini. Hahaha. Oke, SM mengeluarkan GB baru, anggap saja ini ucapan selamat datang untuk Red Velvet. Terimakasih sudah membaca!^^~

Advertisements

54 thoughts on “Pavlova

  1. Ngubek-ngubek fanfic kak tis ketemu ini wah kangen banget baca fanfic ini😄
    (((tbh aku dulu sering nungguin fanfic kak tis di saykoreanfanfic tapi cuma jadi siders hehehe)))

  2. Jong in jangan godain Nanak orang mulu….bini lu dsni nungguin……plakkkkkk hahaha
    Ahhh keren2 nie ff’y….aku td baca yg call me baby d sebelah trus mampir sini.hehehe

  3. Di dunia nyata jongen good kisser ga yah??

    Jd pen nyoba… Hohoho #DreamerSejati

    Btw izin baca2 ff yg lain yah authornim…

    Gomawo..

  4. Idenya twelveblossom ini ya…
    Gara gara lihat ulasan pavlova jadi ikutan bikin aku diabetes bacanya… So… Sweeeeeeeeeet

  5. gue gakebayang klo jongin ama wendy beneran kayak gitu, senyum2 sendiri gue bc nya thor. gue suka ceritanya manis banget bikin iri si wendy nya pengen juga kali di kethjup sm kkamjong kkk~ ; )

  6. Okay now tell me where I can get that piece of Pavlova? (ini komen apa ci)
    Halo, Titis! Instead of going to introduce myself aku malah ke nyosor komen ke FF hihihi.
    Aduh, cerita ini semanis pavlova dan mewakili cake manis lainnya! Itu si Jongin rasa terima kasihnya disampaikan lewat modus ya bagoossss!

    Nice, Titis!

  7. Wahh, aku baru tau ada fic ini. Hihi telat yaa?
    Aaaaaahh emang deh kalo masalah fluff, kakak jagonyaaa 😀
    Emm.. fic seriesnya jisoo-kyungsoo kapan rilis kak? Ahh rindu kisahnya xD

    • Ah, kamu juga jago. Aku suka baca-baca ff mu hehe :D. Jisoo Kyungsoo? Aku udah nulis dapt 1 halaman tentang mereka tp apa daya keganggu sm yg lain *maaf curhat*. Makasih sudah baca dan komentar, Tata :D.

  8. jadi rasa bibir jongin rasa pavlova
    sllu bibir dan bibir :’D
    btw krna blm apal wajah ank rv jd blm bisa mngimajinasikan kedalam pikiranku bagaimana adegan itu wks

  9. Aahh aku lagi suka bgt sama jongin bulan ini(?) Dan baru aja menjatuhkan pilihanku kepada Wendy eonni sebagai bias ku di RV.
    Sebenernya aku suka jongin sama seulgi, tapi lucu juga wendy jongin hahaha
    Sepertinya tontonan nya NET jg ya, me too *tos*
    Manis dan simple tp bagus ff nya, diteruskan ya 😀

    /btw aku reader baru disini, atau aku lupa pernah berkunjung apa blm, rasanya baru pertama kali kesini hehehe. Salam kenal 😀

    • Hai Adhyra, selamat datang ya di blog ini, semoga betah :D. Hahaha aku suka juga saa Jongin. Di redvelvet sebenernya suka sama Seulgi, tapi waktu nulis ff ini kepikirannya sama Wendy :D. Iya nih tontonanku Net Tv. Btw, makasih sudah baca dan komentar :D.

  10. astaga,aku berasa jadi pavlova, setelah baca ini cerita 😀
    manus banget ceritanya. bikin ketagihan dan sakit gigi. hahaha

    salam kenal ya author. inget aku kan???
    aku selalu menunggu karyamu. dan jangan lupa kelanjutan dari good afternoon ya 😀
    rada maksa dikit boleh kan author . hihihi

    • Kamu manis, tapi jangan bikin sakit gigi :D.
      Salam kenal juga Novita. Inget dong, kamu sering muncul disini. Hahaha makasih ya :D. Kelanjutan good afternoon masih dalam proses :’). Semoga kamu nantinya suka. Oh ya, makasih lagi sudah baca dan komentar 😀

Sudahkah Kamu Meninggalkan Jejak?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s