Gun

Gun

Gun

Author

Twelveblossom

Cast

Kris & Oh Ahra

Length Ficlet

Rating PG-15

This storyline is mine, please don’t copy paste.

-oOo-

“Agen 031293, kau sudah diberi waktu dua tahun. Jika, tidak dapat menangkapnya hidup-hidup. Bunuh dia.”

-oOo-

Kantor pengacara yang di dominasi warna hitam, kini memiliki dua pengunjung. Seorang pria dengan kemeja putih dan jeans biru, tampak bercakap-cakap bersama gadis tanggung. Kris membuka koper hitam ukuran standar. Pengalamannya dalam dunia jual-beli senjata api illegal tak dapat diragukan. Kedoknya sebagai pengacara menutupi dan mempersulit penegak hukum untuk menciduknya ke penjara.

Well, tempat yang paling aman adalah tempat yang berbahaya, bukan?

Biasanya pria itu tak akan membuka topengnya ke sembarang orang. Ia hanya menggunakan kurir dalam bertransaksi. Namun, kali ini berbeda. Gadis yang menatap koper itu dengan ekspresi datar adalah tunangannya. Kris sangat serius dengan hubungan mereka—pikir Ahra. Kepercayaan yang mendalam, melandasi Kris membuka kedok—telanjang bulat.

“Mereka sudah mencurigaiku belakangan ini. Dongwoon tertangkap dua bulan lalu. Uang yang ku sorongkan pada mulut pemuda itu terlalu banyak, ia tidak akan membuka mulut,” seloroh Kris.

Gadis itu duduk di pangkuan Kris. Ia mengalungkan lengan ke leher kekasihnya yang sudah dipacari hampir dua tahun. “Lalu, apa tujuanmu membongkar kedokmu padaku?”

“Agar kau bisa menjaga diri, Ahra” jawab Kris sembari mengecup pipi gadisnya.

Ahra menatap sekilas bola mata Kris, lalu tersenyum. Untuk ukuran seorang gadis baik-baik yang disodori senjata api dan menerima penjelasan jika calon suaminya seorang mafia—Ahra cukup bisa mengendalikan diri. Setidaknya, ia tak menjerit-jerit.

“Kalau begitu, apa kita bisa memulai kursus singkat tentang pistol?” Tanya Ahra jahil, ia beranjak dari pangkuan Kris.

Perilaku Ahra yang santai, menjadi daya tarik di mata Kris.

Mereka berdua menghadap meja. Menelateni sekitar sepuluh senjata terbaik yang pernah dimiliki Kris—sampai sekarang masih milik Kris.

Pria itu memilih salah satu senjata api yang berada di pojok koper, “The QSZ -92 is recoil operated locked breech pistol and uses a rotating barrel locking system. It’s country of origin is The Peoples Republic of China. It uses a 9×19 mm. Parabellum cartridge and is manufactured by Norinco at the Changfeng Machine Shop. It has an effective range of 50m and has a muzzle velocity of 1148 ft per second,” jelas Kris.

Ahra mengangguk lalu menyentuh QSZ-92, gadis itu menyeringai. Kerlingan aneh menyeloroh, seakan-akan Ahra berkawan lama dengannya. Kemeja biru muda dan celana panjang berkantong-kantong menimbulkan kesan, jika gadis itu bukanlah gadis biasa, apabila memegang QSZ-92.

Kris melirik gadisnya memainkan pelatuk, “Tidak ada peluru, honey.” Kris berucap, membuat Ahra mengangguk lalu menyerahkan songgokan itu pada kekasihnya.

Jemari Kris tampak bergerak—berpikir selongsong mana yang akan ia pamerkan. “FN Five-seveN, pistol semi otomatis produksi perusahaan senjata asal Belgia. Ini yang terbaik di kelasnya. Menggunakan peluru dengan jenis 5,7 x 28 mm Parabellum. Kecepatan moncong 1339 kaki per detik.” Kris menjelaskan sembari mengacungkan moncong FN Five-seveN di kepala kekasihnya. “Sekali tembakan dan kau tidak akan merasakan sakit.”

Ahra membeku di tempat. Rautnya nampak menegang.

“Bercanda, sayang,” ucap Kris, terselip tawa di akhir kalimat.

USP Heckler asal Jerman, dikenal sebagai self pistol loading universal. Pistol semi otomatis dengan mekanis sungsang terkunci dan menggunakan modus mundur pendek operasi. Menembakkan cartridge 9×19 mm,” ucap Kris sembari menyerahkan Heckler ke tangan Ahra.

Gadis itu mengernyit, “Lebih ringan dari yang lainnya dan tampak lebih kecil.” Ahra menanggapi.

Kris terhenyak, “Untuk ukuran gadis yang tidak pernah menggunakan senjata. Kau cukup sensitif. Yeah, Heckler jenis yang ringan—biasanya digunakan oleh agen wanita karena gampang diselipkan pada bra.

Okay, bra. Kau cukup paham, aku rasa calon suamiku sudah menjelajahi banyak bra wanita.” Kata Ahra, cemberut.

Raut Kris mengeras sembari berucap, “Agen wanita yang terakhir kali tidur bersama Dongwoon, menyelipkan Heckler di bra-nya—alasan yang membuat kurir utamaku itu tertangkap.” Kris mengelus surai blonde Ahra. “Kau tidak menyembunyikan Heckler jugakan, sayang?” Tanya Kris.

Maksud gurau Kris ditangkap serius oleh Ahra. Gadis itu tak berani bergerak sejengkalpun dari tempatnya.

Apa dia sudah tahu?

“Tidak mungkin aku menyelipkannya di tubuhku. Kau tahu, aku gadis biasa.” Jawab Ahra seduktif.

Kris mengangguk ringan. “Koch Mk 23 berasal dari Jerman dan Amerika Serikat—pistol otomatis dan modul laser. Pistol standar yang dimaksudkan untuk agen khusus. Memiliki short recoil DASA jangkauan efektif 50 Ms. Dilengkapi dengan kotak peluru dua belas putaran yang dapat dilepas.”

Ahra menerima  Koch, ia memasang tampang seakan-akan baru pertama kali menemui pistol itu. Walaupun, di celananya terselip Koch dengan versi yang sama. Setidaknya, ia harus berakting dengan tepat. Sudah dua tahun gadis itu mengorbankan hidupnya untuk terjun ke dalam projek peringkusan senjata illegal. Jangan sampai sandiwaranya mengendur sewaktu bertemu kawan lama—bisa dibilang Ahra sangat fanatik pada Koch.

Kris meraih tubuh gadis itu menghilangkan jarak yang terlampau jauh—hanya dua meter. “Koch memang indah, bukan?” bisik Kris di tengah pelukannya.

Ahra menggumam sembari meletakkan Koch itu di meja. Gadis itu membalas pelukan Kris sembari menjejali prianya dengan tatapan bingung.

“Kau terlihat, seperti bertemu teman lama Oh Ahra.” Kris menenggelamkan kepalanya di leher Ahra, membuat konsentarsi gadis itu buyar.

Ahra  berjengit. Merasakan sentuhan Kris pada perutnya. Ada sensasi sengatan listrik yang menjalar. Dua tahun mereka berpacaran, tidak sekalipun Kris menyentuhnya lebih dari berciuman dan berpegangan tangan. Ada kekhawatiran lain saat tangan Kris menguar sesuatu yang terselip disana­—Koch Ahra!

Jemari pria itu berhenti menelusuri. Gigitan kecil sengaja ia berikan di leher Ahra. Di kecupnya cuping telinga Ahra sembari berbisik, “Bingo, tebakan Dongwoon benar. Gembira sekali mendapatimu memiliki Koch yang sama dengan milikku.”

Ahra lantas memberontak mendengar bisikan Kris. Penyamarannya terbongkar. Seharusnya ia curiga, lantaran selongsong yang dipamerkan Kris hari ini adalah senjata pokoknya dalam militer.

Gadis itu berusaha melawan saat ia merasakan dinginnya moncong  Mark 23 merayap di genggaman Kris—menodongnya tepat di kepala belakang.

Stupid, girl.” Gumaman Kris yang dapat ditangkap pendengaran Ahra untuk terakhir kalinya.

DOR.

Selongsong menembus kepala Ahra. Darah memuncratkan kesakitannya.

Jatuh, berdebum bersama lantai.

Kris menyeringai.

Dan hidup agen wanita itu berakhir.

“Oh Ahra out.”

-oOo-

A/N:

Thanks to: http://www.anehdidunia.com/2012/09/jenis-jenis-pistol-terbaik-di-dunia.html

Advertisements

50 thoughts on “Gun

  1. speechless >< pertama udh rada aneh pas Kris nyinggung Ahra tntang kemampuan Ahra membedakan berat senjatanya, terus pas Kris nodongin pistol ke Ahra /yang diawal/ dan mengatakan itu tidak akan sakit terasa sakit. Dan endingnya T.T

  2. Aduh Ahra,,,,, bisa2nya ketaun sama Kris,,, dari awal aku emang udah curiga, kok ngomongin tentang pistol. aneh banget gitu,,, tapi,,,
    Kris gak cinta sama Ahra ya? dan Ahra kayaknya sih suka sama Kris //sotoy//

  3. Itu….. Kris ga ngerasa kasian apa sedih gitu ngebunuh Ahra apa? Secara kan udah 2th sama-sama saling mencintai kan. Hwhwhwhwhwh. Tapi dapet bgt ‘rasanya’ ngebayangin Kris jadi jahat gitu hahaha. Good job, kak!😉

  4. Wow.amazing enggak nyangka banget endingnya kirain ahra beneran cewe biasa tapi ternyata??.Dan kris rupanya udah tahu?keren.

  5. really? T.T tega bener dih kris, kirain bakalan ada konflik menye-menyenya dulu, ternya 22nya tak ada cinta </3 langsung bunuh2an gitu -_- oiya kak itu penjelasan senjata yang pertama lupa diterjemahin ke indo atau emang sengaja pake english ya? hehe aku g ngerti bahasa inggrisnya belibet wkwk

  6. uwaaa!!!
    keren! keren! keren!
    oh ahra out! xD suka banget bayangin bagian ituu!!
    entah kenapa kebayang running man gitu ‘-‘ kayak pas lagi permainan.. out out xD
    seriusan aku suka!

  7. ini keren tapi jahaaaat,tapi kris dilema sih, kalau gag si DOR dia yang mati
    tujuan kris pamer aenjata buat apa coba?
    ahra kurang cepet dari kris, aayang sekali, hidupnya mati ditangan kekasihnya T.T
    kan ahra suka sama kris. walau dia pura2 harus jadi wanita baik2. kria perasaannya gmn?
    disini dia dingin gag berperasaan, selama 2 tahun berakhir dengan seperti itu >.<
    jahat bener kamu kris

    tapi ini bagus kok author, endingnya udah pas. haha
    kris ganteng ya kalau jadi mafia LOL

  8. Hai, ini kunjungan pertamaku di blog ini 😀

    Overall, aku suka banget sama ceritanya. Dan karakter semacam mafia itu emang suits kris the most lol

    Tapi ada bagian yg agak ganjil,
    ‘Gadis itu duduk di pangkuan Kris. Ia mengalungkan lengan ke leher kekasihnya’ kalo dia duduk di pangkuannya kris, berarti dia mengalungkan tangannya ke belakang? Posisinya ga nyaman banget dong._.

    Maaf ya banyak komentar, tapi ff-nya bagus, dan aku suka keseluruhan ceritanya 😀

    • Hai, aku seneng loh kamu mampir kesini soalnya kamu salah satu author favorit aku dan sering banget baca karya kamu di ffindo.
      Makasih ya koreksinya, bakal aku perhatikan lagi ::
      Dan terimakasih sudah mampir kesini hehehe 😀

  9. ini ahra mati? M A T I? TEGAAAAA kris tega T_T ga berprikemanusiaan-_- kak btw td itu smpet ada typo. tp aku nemu satu doang si, yg “Untuk ukuran gadis yang tidak pernah menggukan senjata.” maksudnya menggunakan ya kak? tp selebihnya gaada yg typo. ditunggu ff yg lain ya kak~

    • Kris profesional ceritanya hahaha. Dia mikir kalau Ahra sudah bohongin dia dengan menyamar. Padahal nih ya kalau ditelusuri sebenernya Ahra suka sama Kris hahaha. Typonya udah aku benerin hehehe, Makasih ya sudah baca dan komentar 😀

  10. Ya ampun dongwoon T.T sejak kapan kamu nakal nak. Kris sama dongwoon nakal ( ื▿ ืง)ง aku suka bagian kris nembak ahra ( ื▿ ืง)ง

  11. Yyyyyiiiaaahh…
    EHM.
    EH.
    M.
    DEMI APA KAK, ITU KRIS BENERAN TEGA BUNUH AHRA?!!

    uuuh, kirain aku Ahra bakalan galau2 gimana gitu. Bakalan goyah buat ngelaksanain tugasnya. Tapi ternyataaa Kris jauh lebih peka! Dan bertindak lebih dulu, O-EM-JI
    Jadi, selama dua tahun ini hubungan kita apa? APA?! *hihi emosi jiwa*

    Ini kereeennnn ! Bayangin bengisnya wajah kris waktu bilang “Oh Ahra aut.” Biki melting. Wkwk

    Ihh ngomong2 aku rusuh sendiri ya kak, 😀
    Maaf, maaf. Semangat terus dehhh ^^/

Sudahkah Kamu Meninggalkan Jejak?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s