Forgetful

Forgetful

Author

Twelveblossom

Cast

Kyungsoo & Jisoo

Genre

Romance & Little bit fluff

Length

Ficlet

Rating PG-15

This storyline is mine, please don’t copy paste.

-oOo-

Jisoo telah berusia dua puluh tiga tahun, tetapi ia masih sering melupakan semua hal.

Kyungsoo telah berusia dua puluh lima tahun, ia selalu mengingat hal-hal sepele sekalipun.

-oOo-

Jisoo mengerjap-ngerjap. Gadis itu nampak linglung dengan rambut awut-awutan. Berantakan, apalagi jika melihat piama bergambar beruang yang kusut. Pipinya tampak mengecap karena terlalu lama menempel pada bantal. Jisoo terduduk. Setelah nyawanya terkumpul sempurna, gadis itu terhenyak mendapati dirinya di kamar yang asing. Tidak benar-benar kamar yang belum pernah ia pijak, sebenarnya. Akan tetapi, aura dari kamar tidur itu bukan milik Jisoo. Terlalu hitam. Well, tidak sepenuhnya hitam pekat. Ada perpaduan warna, seperti ranjang warna merah cerah dan bingkai foto besar tergantung di dinding kamar yang bercat abu-abu.

Jisoo tertegun menatap foto yang berbingkai. Disana ada potret dirinya tengah mengenakan gaun putih, sembari menyelipkan tangan kepada seorang pria berjas putih.

“Ah, iya ini kamar Kyungsoo dan aku menikah dengannya,” gumam gadis itu. Nadanya seperti baru saja menemukan koin yang terjatuh.

Demi apapun, bagaimana mungkin seorang gadis lupa bahwa ia sudah menikah?

Ya, mungkin. Faktanya, Jisoo benar-benar lupa jika ia sudah menikah dan tak menyadari kalau Kyungsoo telah menjadi suaminya.

Sebenarnya, hal itu beralasan. Walaupun, alasannya sedikit ganjil. Well, Jisoo tidak ingin memikirkan banyak hal dalam satu waktu. Ia cukup lelah dengan pekerjaannya di agen periklanan. Tanggungan menumpuk dan berbagai konsep yang harus ia ingat, membuat gadis itu membuang beberapa ingatan yang tak penting.

“Lalu dimana Kyungsoo?” Tanya Jisoo pada dirinya sendiri.

Apa? Dia lupa dimana Kyungsoo. Baiklah—cukup mengagetkan ternyata Kyungsoo juga masuk dalam daftar hal-hal yang tidak penting. Hebat!

Seakan-akan menjadi jawaban, telinga Jisoo mendengar suara aneh seperti monolog seseorang. Senyum di bibir Jisoo tersungging, kalau hal yang satu ini ia mengingat dengan jelas. Suara itu milik Kyungsoo dan ia tidak sedang bermonolog, tetapi bernyanyi.

Jisoo menyeret kakinya yang sangat malas bergerak. Ia menuju sumber suara. Matanya mendapati pemandangan yang biasa ia saksikan beberapa kali. Kyungsoo dengan celemek sedang asyik menyiapkan sarapan, sembari bersenandung.

Oh, tidak. Jangan menghardik Jisoo dengan menuduhnya sebagai istri kelewat kurang ajar, karena menyuruh Kyungsoo memasak. Bukan, tidak ada kekerasan di rumah tangga mereka. Kyungsoo si pria telaten itu secara sukarela, mengajukan diri untuk membuat sarapan—jika tidak ada urusan pekerjaan—atau Kyungsoo biasa memasak pada hari Minggu.

“Kau sudah bangun,” kata Kyungsoo saat ia berbalik mengambil piring. Pria itu tersenyum dengan sangat tampan, sampai-sampai membuat Jisoo lupa kalau ia sudah bangun dan tidak sedang bermimpi.

“Selamat pagi,” kata Jisoo lebih seperti bisikan.

Kyungsoo mencuri pandang pada Jisoo beberapa detik melalui mata lebarnya, kemudian berkutat kembali dengan penggorengan. “Selamat pagi juga sayang.”

“Kau memasak. Kenapa tidak bersiap-siap bekerja? Kenapa—”

“—Kalau kau lupa sekarang hari Minggu. Jadi, kita tidak perlu membahas dan berangkat bekerja, baby.” Kyungsoo menyela sembari memutar bola matanya. Ia bertanya-tanya, kapan istrinya itu sedikit lebih telaten? Setidaknya, hanya untuk mengecek sekarang hari apa.

Raut Jisoo yang konyol sedari tadi berubah menjadi bahagia. “Aku lupa,” katanya menanggapi Kyungsoo. “Tapi, aku tidak lupa kalau hari Minggu, waktunya untuk bermanja-manja.” Jisoo melanjutkan.

Kyungsoo menangkap nada ceria itu. “Kalau begitu, kenapa kau masih berdiri disitu? Tidak mau melakukan hal menarik, Do Jisoo? Memelukku, misalnya.” Pria itu menggoda istrinya.

“Aku lupa bagaimana rasanya mencintaimu, jadi aku tidak tertarik.” Kalimat yang keluar dari bibir Jisoo membuat Kyungsoo berhenti dari kegiatan menumis. Ia mengerutkan alis. Benar-benar sudah parah kalau sampai Jisoo melupakannya. Tentu saja, Kyungsoo tidak terima.

Pria itu hendak berbalik dan protes, namun diurungkan saat merasakan pelukan hangat Jisoo—secara tiba-tiba. Gadis itu memeluk erat punggung Kyungsoo. Berusaha meniru cara suaminya dalam menularkan kedamaian. Menduplikat pelukan dari belakang yang biasa Kyungsoo berikan pada saat Jisoo akan tidur, bangun pagi, melihat bintang di balkon, dan saat mandi bersama. Okay, lupakan bagian yang terakhir.

“Aku mencintaimu,” kalimat klise itu diucapkan Kyungsoo membalas keintiman yang ditularkan oleh Jisoo.

Jisoo sedikit berjinjit, kemudian mengecup ringan leher Kyungsoo. “Aku sangat, sangat, dan sangat mencintaimu. Oh iya, sepertinya aku melupakan sesuatu yang penting sekali,” kata Jisoo.

Gadis itu memperhatikan Kyungsoo mematikan kompor listrik. Tidak berbalik, Kyungsoo hanya diam sembari meletakkan tangannya di atas tangan Jisoo yang memeluknya.

“Melupakan apa? Ugh, sayang bisa melepaskan pelukanmu sebentar, masakannya—”

“—Aku melupakan, bagaimana rasanya berciuman denganmu,” ucap Jisoo cepat dan tidak sadar, terlalu terlena dengan wangi suaminya.

Demi apapun, Jisoo mengutuk bibirnya. Sejak kapan ia berani mengatakan hal paling—mengerikan itu.

Baiklah, sudah sangat terlanjur. Mana bisa ucapan Jisoo diralat, toh telinga Kyungsoo juga telah menangkap suaranya.

Kyungsoo terkekeh pelan—sangat-sangat pelan. Ia merasakan pelukan Jisoo mengendur. Mungkin gadis itu malu setengah mati karena terlalu blak-blakan. Kyungsoo melepaskan pelukan Jisoo. Ia membalikan tubuh, langsung disuguhkan dengan raut Jisoo yang memerah.

Benar-benar lucu. Pipi Jisoo yang bersemburat merah ditambah—Kyungsoo yakin gadisnya lupa gosok gigi setelah bangun tidur.

“Err, tadi aku hanya bercanda. Jangan dianggap serius.” Jisoo menundukkan wajah dengan malu-malu. “Aku baru bangun tidur—jadi yah aku belum sepenuhnya sadar dari mimpi—di dalam mimpi aku berciuman denganmu—Demi jenggot Paman Choi! Kenapa aku jadi bicara melantur. Aku tidak—”

“—kan sudah ada perjanjian. Kau si pelupa dan aku si pengingat.” Kyungsoo memotong ucapan istrinya yang berkelok-kelok. Lebih baik disela daripada tidak berujung.

“Eum, iya.” Jisoo bercicit.

“Jadi?”

“Jadi apa—”

Jisoo tak dapat melanjutkan kalimatnya. Lantaran mendapat serangan mendadak. Kyungsoo menengadahkan kepala Jisoo. Pria itu merengkuh tengkuk istrinya. Secepat kilat, bibir mereka sudah menyatu. Kecupan lembut yang membuat perut Jisoo tergelitik aneh. Apalagi saat ia merasakan gigitan kecil Kyungsoo pada bibir bawahnya, sembari melumatnya dengan manis. Seperti kail yang sedang bertautan, Jisoo dan Kyungsoo tidak berencana melepaskan tautan bibir mereka. Kyungsoo dengan sigap mengangkat tubuh Jisoo, agar gadis itu tidak perlu berjinjit atau ia yang harus menunduk.

Dunia terasa milik berdua. Jam di dinding yang berdetik seakan pensiun dalam melaksanakan tugasnya. Yeah, Jisoo dan Kyungsoo merasa waktu benar-benar berhenti. Hingga….

“Apa kau sudah ingat bagaimana rasanya berciuman denganku?” Bisik Kyungsoo di sela kecupannya.

Jisoo menjawab pertanyaan sembari terengah-engah sebab Kyungsoo baru mengijinkannya menarik nafas, “Belum begitu ingat.”

“Aku ingatkan lagi ya. Ah, kau bisa sering-sering lupa tentang hal ini. Aku bisa mengingatkan kapan saja dengan senang hati.” Ucap Kyungsoo, lalu menggosokkan hidungnya dengan milik Jisoo—kebiasaan lama yang susah dihilangkan.

“Tawaran yang menarik,” kata Jisoo sebelum ia ditarik lagi masuk ke dalam kecupan-kecupan yang lebih intens. Hanya untuk mengingatkan.

-oOo-

A/N:

Lagi kangen sama Kyungsoo, tapi lagi gak punya banyak waktu buat bikin FF. Huhuhu semester baru tugasnya banyak sekali. Ini saja ngetiknya curi-curi ngetik di HP.

Dan, maaf kalau-kalau di blogku selalu ketemu hal-hal yang menjurus ke kisseu dikit-dikit kisseu. Oh maafkan, imajinasi liar ini :’).

Terimakasih sudah membaca!

Semoga harimu menyenangkan!^^

Twelveblossom, 120914, 00.36 WIB.

 

Advertisements

88 thoughts on “Forgetful

  1. Adaaa yaaa istri lupa sama suami sampe segitu nya haha. Suka bangt sama couple ini so sweet terusss semoga next part udah ada debay lucu yaa ^^

  2. ‘Kau pelupa dan aku pengingat’ wew kaya gamblang banget buat ngomong kalo istrinya pelupa akut, ini Kyungsoo sekali

  3. /die/ wkwkwkwk too cute, pagi yg sngt manis. keberasa betapa telatennya kyungso… oops hahahah aku udh lama gak baca ff, rasanya gmn gt stelah sekian lama gak baca dan skrg baca yg manis2 gini hahahaha

  4. Jisoo forgetful :’) tapi Kyungsoo bakal selalu ingat
    Tapi, yang terakhir bisa aja deh, mungkin aja cuma alibi, tapi yang penting mereka sweet banget><

  5. suka deh sama couple satu ini..selalu asik diikutin..btw nih author..ini emank ada laman yg gx nyediain buat kolom komentar kah?soalny sblm laman ini td aq nemu yg begituan

Sudahkah Kamu Meninggalkan Jejak?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s