How Long Will I Love You

How Long will i love you

Author

Twelveblossom

Cast

Jongdae & Jongdae’s Eomma

Genre Family

Length Ficlet

Backsound

 How Long Will I Love You by Ellie Goulding

This storyline is mine, please don’t copy paste.

.

.

.

How long will I love you…

As long as stars are above you and longer if I can.

-oOo-

Hari ini tanggal 21 September.

Hari ini ulang tahun Jongdae. Tapi, Jongdae berdoa agar hari ini cepat selesai.

Kenapa?

Karena… Jongdae sedang pilek.

“Jongdae, besok sembuh. Percaya eomma, oke. Sekarang Jongdae tidur.” Begitu kata eomma dan Jongdae percaya. Dengan melewatkan ulang tahunnya, Jongdae akan sembuh.

Jongdae kapok menertawakan Luhan yang pilek dan tidak bisa berhenti bersin-bersin waktu di kelas. Sekarang, Jongdae malah pilek disaat ulang tahunnya—bahkan hidung Jongdae lebih merah daripada milik Luhan waktu itu. Jongdae benci pilek.

Seharusnya, Jongdae sedang merobek bungkus hadiah, makan kue tart, dan makan satu kotak besar eskrim. Tapi, sekarang malah tidur di ranjang dengan kompres. Tidak boleh makan semua kesukaan Jongdae. Kata eomma, kalau Jongdae makan es krim dan kue nanti Jongdae tidak sembuh-sembuh.

Hidung Jongdae sebelah kanan tidak bisa dibuat menarik nafas, sedangkan sebelah kiri penuh ingus. Jongdae benci ingus. Rasanya aneh.

Jongdae cemberut sedari pagi. Ia kesal, mendapat hadiah es krim dari tetangganya. Percuma es krim jutaan kotak, toh Jongdae tidak boleh makan. Super duper kesalnya lagi, Jongdae harus minum obat pahit sekali. Sangking pahitnya Jongdae mau menangis.

“Jongdae sudah umur tujuh tahun. Jadi, tidak boleh menangis gara-gara minum obat, sayang.” Begitu ucap eomma Jongdae.

Jongdae semakin benci hari ini karena ucapan eomma. Hari ini umur Jongdae tujuh tahun, artinya Jongdae tidak boleh menangis sama sekali. Padahal, Jongdae sangat suka menangis. Soalnya waktu menangis, eomma akan memeluknya hangat, membuatkan susu coklat panas di gelas gambar panda miliknya, dan menuruti apa saja keinginan Jongdae.

Tenggorokan Jongdae gatal sekali, ditambah bunyi gruk gruk—suara batuk Jongdae. Tidak benar-benar batuk. Jongdae pura-pura batuk agar eomma datang ke kamar, menemani tidur. Sebenarnya masih pukul delapan malam, tapi Jongdae terus saja rewel minta dikeloni.

“Eomma,” Jongdae merengek. Ia capek harus terus berbaring di tempat tidur. Tadi ingin tidur, tapi sekarang tidak. Jongdae kecil merepotkan.

Eomma yang sedari tadi mengelus surai Jongdae sembari berbaring, menyunggingkan senyum seperti malaikat. “Ada apa, sayang?”

Jongdae mengerucutkan bibir, kemudian terduduk di tempat tidur. Ia menatap eomma dalam-dalam. “Jongdae ingin, makan es krim,” kata Jongdae tegas. Permintaan itu telah diucapkan Jongdae puluhan kali seharian ini. Jawaban, eomma tetap sama. Eomma menggeleng, tanda tidak boleh.

“Tapi, ini ulang tahun Jongdae,” anak laki-laki itu mulai menampakkan bibir melengkung kebawah, alis tertaut, dan mata coklat yang berair.

Eomma menghembuskan nafas berat, kemudian mengecup air mata Jongdae yang mengalir. “Kita melakukan hal lain, bagaimana?”

Gantian Jongdae yang menggeleng. Jongdae hanya ingin makan es krim di hari ulang tahunnya. Seperti cerita Paman Sehun yang sering makan es krim waktu ulang tahun dan Paman Sehun bisa tumbuh tinggi.

“Bagaimana kalau kita melihat bintang?” Tanya eomma, sembari mengerling ke arah buku dongeng favorit Jongdae yang bergambar bintang kejora.

Jongdae yang sesenggukan, tiba-tiba diam. Ia menggosok hidungnya yang penuh ingus. Tampak berpikir. Melihat bintang kelihatannya menyenangkan. Kemarin appa memberikan tempelan bintang di langit-langit kamar Jongdae, jadi waktu lampu kamar dipadamkan, ada bintang yang berkerlap-kerlip. Itu bagus, Jongdae suka, tapi Jongdae ingin melihat bintang sungguhan.

“Lihat dimana? Jongdae bosan dengan bintang appa,” kata anak laki-laki itu sembari menunjuk langit kamarnya.

Eomma mengusap pipi Jongdae yang gembil, “Bagaimana kalau di balkon?”

Jongdae mengangguk dengan semangat. Ia merentangkan tangan minta gendong eomma. Ya, Jongdae berusia tujuh tahun. Dia masih suka digendong eomma, mengompol, dan suka sekali melihat bintang.

Jongdae berada di pangkuan eomma dengan selimut tebal yang melindunginya. Jongdae tidak bisa berhenti tertawa sambil bercerita kepada eomma tentang bintang-bintang di langit.

“Eomma bintang itu mirip Minseok hyung. Bintangnya gendut!”

“Eomma, bintang itu mirip Paman Sehun, soalnya bintangnya menyebalkan!”

“Eomma, bintang itu mirip Chanyeol hyung. Lihat telinganya lebar, seperti Doby!”

Eomma ikut tertawa mendengar celotehan Jongdae. Ia memeluk tubuh mungil Jongdae dengan erat. Wanita itu merasakan kehangatan. Ia sedang memeluk separuh jiwanya.

“Eomma, kenapa eomma selalu hangat?” Tanya Jongdae tiba-tiba. Ia menyandarkan kepalanya kepada eomma.

“Karena eomma mencintai Jongdae.” Jawab wanita bersurai hitam itu.

“Eomma, kenapa eomma selalu tersenyum kepada Jongdae?” Tanya Jongdae lagi. Pria kecil itu agak menelengkan kepalanya, agar dapat menatap raut keibuan eomma. Menurut Jongdae, dari semua anak perempuan yang ia kenal, eomma paling cantik.

“Karena eomma, mencintai Jongdae.”

“Eomma, kenapa eomma selalu mencium pipi Jongdae?”

“Karena eomma, mencintai Jongdae.” Wanita itu menjawab dengan kalimat yang sama, sembari tersenyum.

“Jadi, kalau eomma berhenti mencintai Jongdae. Eomma tidak mau memeluk, tersenyum, dan mencium pipi Jongdae lagi?” Tanya Jongdae dengan suara bergetar. Jongdae takut suatu hari nanti, eomma tidak lagi mencintainya.

Eomma mengelus kepala Jongdae. “Eomma mencintai Jongdae selamanya,” kata eomma berusaha meredam kepanikan Jongdae.

“Selamanya itu, sampai kapan?” Jongdae kembali bertanya dengan cepat. Ia menggoyang-goyangkan kaki.

“Jongdae lihat bintang yang ada di langit itu. Selama bintang itu masih berada di langit. Selama Jongdae masih bisa melihat bintang, artinya eomma selalu ada di dekat Jongdae dan eomma sangat-sangat-sangat mencintai Jongdae.” Eomma menjelaskan dengan bahasa yang menyenangkan dan mudah dimengerti Jongdae.

Jongdae tidak menangapi, ia malah menatap bintang dalam-dalam sangat lama. Sambil menautkan sepasang telapak tangannya—seperti sedang berdoa—atau memang berdoa?

“Mr. Star, tolong tetap di atas sana ya. Mr. Star jangan nakal dan main jauh-jauh. Soalnya, kalau Mr. Star pergi dari langit nanti, eomma tidak mencintai Jongdae lagi. Jongdae mau dipeluk, dicium, dan melihat eomma tersenyum selamanya, tolong Jongdae ya. Mr. Star boleh makan es krim Jongdae, tapi Mr. Star harus janji tidak boleh kemana-mana. Tuhan, tolong jangan biarkan Mr. Star nakal. Amen.” Jongdae mengakhiri perbincangannya dengan bintang-bintang di langit.

Jongdae turun dari pangkuan eomma. Kaget melihat eomma yang menangis haru. “Eomma, kenapa menagis?”

Eomma hanya menggeleng, kemudian memeluk Jongdae erat, sampai-sampai Jongdae tidak bisa bernapas, tapi Jongdae suka.

“Jongdae,sayang sama eomma. Eomma jangan menangis, Mr. Star sudah berjanji.” Kata Jongdae, sembari menepuk-nepuk punggung eomma.

-oOo-

a/n:

Happy Birthday Jongdae!

Huhuhu, Titis juga mencintai Jongdae.

 jongdae child

 

Advertisements

28 thoughts on “How Long Will I Love You

  1. Jongdae yaa, ingusnya jangan dimakan dong iyalah gak enak. Hahahaha
    Ff in maniiiiiiis bgt. Dan cute and lovely.

  2. *roll like a buffalo*
    salam kenal, liana 95line desu! XD
    pertama aku mau nanyak dulu: itu gambar yang terakhir beneran Jongdae aku? jongdae yang main vocal itu?! duh….. kecilnya unyuuu, besarnya ganteng, sial.

    kedua.
    ini manis banget. aku suka dialog kekanakannya jongdae, misal ‘mr. star boleh makan es krim jongdae’, ‘bintang itu mirip minseok hyung, bintangnya gendut!’ hahaha pingin peluk si jongdae kan.
    tapi kalo ngelihat tulisan di sini dgn tulisan di FF ‘Failed’, rasanya memang berbeda. ini masih *maaf* agak berantakan. ‘appa-eomma’ belum dipisah, trs ada beberapa typo… misal “jongdae, sayang eomma.” itu komanya kan bisa hilang ya.

    anyway, ini kan tulisan lama, tulisan baru *contohnya FF ‘Failed’* itu bagus kok! udah rapi sekaliiii

    keep writing!!! banyakin family, friendship, sama jongdaenya kalo bisa hehehe :p

  3. haaaiii aku sedang blog-walking dan nemu blog ini lalu tertarik sama ff ini karena genrenya😆
    aaaaakkkk ini manis banget! suka banget sama karakter kebocahannya jongdae huhu aku mau bungkus jongdae mau aku bawa pulang (lha)
    paling suka sama bagian jongdae minta bintang itu biar ngga pergi ke mana2 trus dia ngebolehin si bintang ngambil es krimnya huhu bocah banget >.<
    love this! 😀

  4. keren2. Jongdae kecil juga benci dgn pilek sama seperti aku dong kkk~ tapi jongdae kena pilek gara2 karma ketawain luhan bersin2 dikelas tak henti2. btw keep writing thor buat karya ff lainnya. ^^

  5. Aaaaakkk kak titisss! Miss bgt deh sama tulisan kakak.
    Ini fic buat ultahnya chen yaa? Aku jg bikin fic buat ultah oppa yg satu itu. Tp ngebangke di draf dan belum jadi sampe hari ini.
    Ahhhh tugas bikin aku mendadak soleh selama seminggu ini. Huhu
    Oke, itu out of fanfic.

    Ini manisss bgt.
    Seperti biasaaa. T.O.P deh! 😉
    Btw, chen-nya lucuuu bgt, pengen gigit. Lah? XD
    Ah, apalagi yaa?
    Semangat teruss deh kak. ^^/

    • Iya ini buat ulang tahun Chen. Sengaja ngambil Chen waktu kecil, habis fotonya itu unyu sekali :””). Ayo cepat selesaikan FF Chenmu, pengen bacaa~ Chen jadi daftar bias teratasku sejaak ia makin keren akhir-akhir ini :D.

      Makasih ya! Semangat juga buat kamu :D.

Sudahkah Kamu Meninggalkan Jejak?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s