The Gryx and The Wildon

The Gryx and The Wildon

Author

Twelveblossom

Cast

Jung Soojung

Park Chanyeol

Luhan

Yoo Ara, etc

Length Oneshot

Genre

Fantasy & Romance

Rating PG-15

Gryx ialah keturunan penyihir Cenon dan dua belas partikel Zeus yang jatuh ke bumimendiami Wildon. Keturunan Gryx memiliki kekuatan yang berkaitan dengan alam semesta karena pada dasarnya, mereka terlahir untuk melindungi bumi. Gryx memiliki kekuatan sihir dan elemen yang bisa ia kendaliakan sejak kelahirannya. Gryx tidak menua, hanya bisa dibinasakan dengan elemen yang berlawanan dengan miliknyakhusus air dan api, serta membelah tubuh mereka menjadi dua lalu membakarnya, dapat juga dijadikan pilihan untuk mengakhiri hidup Gryx. Penyatuan jiwa, dilakukan oleh seorang Gryx yang jatuh cinta pada Dust (setengah Gryx atau manusia). Hal itu dilakukan untuk kekekalan pasangannya. Apabila penyatuan ini dilakukan Gryx itu, akan kehilangan separuh dari dayanya. Penyatuan jiwa membagi substansi Gryx pada manusia dan manusia pada Gryx. Penyatuan jiwa berakibat Gryx akan merasakan luka yang sama dengan pasangannya. Beberapa Gryx tidak bersedia melakukan penyatuan jiwa sebab pasangannya bisa dijadikan alat yang mudah untuk membinasakannyaDust-nya mati maka Gryx itu juga akan binasa.

-oOo-

Malam begitu pekat. Tiada manusia dengan akal normal, keluar dari pintu rumahnya. Lampu terlalu redup untuk dapat menerangi jalan berkerikil. Hanya cahaya bulan yang menjadi  penerangan. Seorang gadis dengan gaun putih panjang membelai tapaknya, sedang tergesa-gesa. Langkahnya menuju ke sisi lain desa itu.

Rautnya nampak lelah. Kakinya terluka karena tak ada alas kaki yang ia kenakan. Barang kali, seseorang akan menganggap ia gadis gila sebab rambut hitam miliknya terlihat berantakan. Kulit putih yang melapisi tubuh semampainya tampak lebih pucat dari biasanya.

Kaki jenjang gadis itu menembus suramnya tepi hutan. Tidak ada ketakutan berarti yang terpampang. Seakan-akan ia sudah jutaan kali berkunjung, menyapa pohon-pohon besar. Napas yang tersengal menjadi lebih tenang. Larinya yang terburu menjadi lebih pelan. Jauh lebih ringan, hutan terasa layaknya rumah.

Ketika gadis itu berhenti untuk mengambil napas sejenak, ia dihampiri seekor rusa yang datang dari sisi gelap hutan dengan tiba-tiba. Rusa jantan itu berbeda. Ada aura ganjil yang menjadi selimut. Membedakan dirinya dengan rusa-rusa lain. Membenarkan bahwa ia berbeda, sang rusa dengan ilusi ajaib, tiba-tiba bertransformasi menjadi sosok lain. Rusa anggun itu berubah menjadi seorang pria, berpakain santai. Kaos oblong putih dan celana jeans biru melekat sempurna pada tubuhnya. Rambutnya yang coklat, kulitnya selembut beludru, dan lekuk tubuh layaknya pahatan patung yang tercipta sempurna, menambahkan kesan bahwa pria itu bukan manusia biasa.

Gadis yang menjadi penonton transformasi rusa, tidak menunjukkan kekagetan. Ia sudah terlampau sering menyaksikan adegan seperti itu. Bibir gadis itu menanyakan sesuatu dengan nada khawatir yang kentara, “Luhan, dimana dia?”

Pria yang dikenal dengan nama Luhan, mengedikkan bahu. “Manusia dilarang datang ke tempat ini tanpa Gryx. Ibumu sudah ratusan kali memperingatkanmu. Tapi peringatan hanya ada untuk dilanggar, itu prinsipmu bukan?” Luhan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.

“Luhan aku sedang tidak ingin bermain-main.”

“Aku juga tidak sedang mengajakmu bermain, Soojung.” Luhan berujar  acuh sembari mulai berbalik menuju bagian hutan yang lebih dalam. Seakan-akan berlama-lama dengan Soojung bukan pilihan yang menarik bagi Luhan. “Aku datang kemari hanya untuk menyampaikan peringatan dari ibumu, manusia dilarang memasuki Wildon tanpa Gryx.” Lanjut Luhan, mengulang pernyataannya.

Soojung memutar otak, ia harus berhasil membuat Luhan tinggal. “Luhan aku lari dari upacara pernikahanku,” ucap Soojung pelan. Kentara, ia meminta belas kasih dari pria rusa itu.

Luhan tetap melangkah sembari berucap, “Oh itu bagus. Bukannya, lari dari pernikahan sedang tren dikalangan manusia, terutama remaja sepertimu.”

Gadis itu ingin sekali melempar kepala Luhan dengan batu besar yang terletak di sampingnya. Namun, Soojung bukan raksasa yang bisa mengangkat dengan mudah benda seberat itu. Lantaran dapat menyalurkan kekesalannya Soojung hanya mendesah kesal.

“Aku mohon padamu. Biarkan aku bertemu dengan Chanyeol sekali saja.” Soojung memohon dengan suara lesu.

Ucapan Soojung, berhasil membuat Luhan berhenti. Tidak lama kemudian, Luhan kembali berjalan, tapi kali ini mendekati Soojung.

Pria itu memaku wajahnya sangat dekat dengan raut Soojung. Ia tampak mengamati. Matanya menyelidik aneh. “Kenapa kalimat yang kalian ucapkan sama?” Tanya Luhan.

“Karena aku anak ibu,” jawab Soojung datar.

Giliran Luhan yang menghembuskan napas berat, lalu melanjutkan perkataannya, “Hubungan darah memang tidak bisa ditutupi.”

Ingatan Luhan kembali ke masa dimana wanita yang ia cintai, pernah berlutut di hadapan orang lain, hanya sekedar untuk bertemu dengannya. Well, hati Luhan memang keras, tapi ia bisa berubah menjadi selembek bubur jika sudah berkaitan dengan wanitanya. Beginilah cara Gryx jatuh cinta. Hal yang dapat menumbuhkan rasa cinta pada Gryx akan menjadi kelemahannya sendiri. Kelemahan Luhan adalah wanita itu. Jelas sekali, sangat terlihat.

Senyum gadis itu mengembang. Soojung membuncah saat tahu raut Luhan melunak. Peluru kalimatnya, menambah kemungkinan keberhasilan Soojung untuk merayu Luhan—membawanya kepada Chanyeol. Mengungkit-ungkit tentang ibu dari Soojung adalah kelemahan Luhan. Soal hubungan darah, patut dijadikan senjata ampuh untuk menawarkan racun ketidak pedulian yang merajut di tubuh pria itu.

Appa aku mohon.” Suara Soojung lebih memelas dari sebelumnya. Sengaja menekan kata Appa dalam frasanya.

Lihatlah, senyum Luhan mulai terselip mengikuti lengkung bibir Soojung yang muncul terlebih dahulu.

Senyum Soojung duplikat Luhan. Tidak hanya senyum mereka yang mirip, mata, hidung, dan pucatnya kulit Soojung, sama persis seperti milik Luhan. Secara raga Soojung padanan Luhan.

Appa, aku tidak bisa hidup tanpanya. Aku memang manusia, tapi aku suka makhluk sepertimu—seperti Chanyeol. Menikah dengan manusia biasa, sangat tidak menarik,” rajuk Soojung—putri Luhan.

Pria itu hanya mendecak menanggapi kalimat panjang yang menderanya.

“Lagi pula, aku mirip ibu bukan? Yeah, menikah dengan Gryx bukan pilihan mudah.” Soojung melanjutkan alasannya.

“Ibumu separuh Gryx, Soojung. Dan kau—”

“—Aku juga separuh Gryx Luhan. Bedanya Ara sudah melakukan penyatuan jiwa denganmu. Jadi, dia dapat hidup selamanya, asal kau tetap hidup.” Soojung menyela dengan tegas.

Ara adalah ibu biologis Soojung. Bukannya bermaksud kurang ajar, Soojung memanggil ibunya dengan nama. Namun raga ibunya yang jauh terlihat lebih muda membuat Soojung merasa aneh, jika harus memanggilnya dengan sebutan Ibu. Berlaku juga dengan Luhan. Raga ayahnya nampak muda, seperti pemuda berusia sembilan belas tahun.

Berapa umur Luhan sebenarnya?

Soojung rasa, umur ayahnya itu ratusan tahun.

Lalu, bagaimana dengan Soojung?

Oh, tenanglah. Sesuai dengan raganya Soojung berusia dua puluh tahun. Ia manusia yang dapat menua. Sebenarnya gadis itu separuh Gryx, tapi gen manusia milik ibunya lebih dominan.

Mendengar anak perempuannya mengungkit masalah penyatuan jiwa membuat senyum Luhan hilang. “Kau akan sangat kesakitan. Jika melakukan penyatuan jiwa dengan Chanyeol,” ucapnya kaku.

“Jadi, seorang Luhan mulai bisa mengkhawatirkan putrinya. Dunia sudah akan kiamat,” balas Soojung sembari tertawa hambar.

Soojung pantas mempertanyakan perhatian ayahnya. Bagaimana tidak?

Setelah kelahiran Soojung, gadis itu langsung saja diberikan kepada orangtua angkatnya. Siwon dan Soyeon—orangtua angkat Soojung, merawat anak itu dengan kasih sayang yang membuncah. Setiap minggu membawa Soojung ke tepi hutan, agar ia dapat bertemu dengan Luhan dan Ara. Bermain di sekitar hutan. Tidak diperkenankan memasuki sisi gelap hutan yang berlapis perisai bening. Hingga suatu saat Soojung remaja, mencuri langkah di belakang Luhan memasuki sisi hutan itu. Mereka menyebutnya Wildon—tempat dimana seharusnya Soojung tinggal.

Beberapa kali Soojung datang ke Wildon, berbekal mantra rahasia yang ditemukannya di saku Luhan. Memasuki dunia fantasi. Disana Gryx berwujud seperti manusia bisa mengendalikan air, udara, tanah, dan api. Setiap makhluk dapat bertransformasi menjadi apa saja. Tidak hanya Gryx saja yang menetap, tokoh-tokoh mitologi yang hanya tinggal di pikiran orang-orang yang percaya akan mitos, juga ada disana.

Hingga pada pagi yang cerah di Wildon, Soojung tidak sengaja bertemu dengan Chanyeol. Manusia srigala dengan elemen api. Takdir yang membuat mereka bertemu secara berkelanjutan. Beberapa kali pertemuan itu memberikan letupan-letupan di hati Soojung. Hingga di hari yang mendung dan rentetan air hujan mulai jatuh, Soojung lupa akan mantra keluar dari Wildon. Tidak, Soojung memang sengaja lupa. Kecupan manis dan ungkapan kalimat cinta dari Chanyeol yang membuat gadis itu lupa akan segalanya. Mereka berdua jatuh cinta seperti sepasang remaja normal.

Chanyeol memberikan banyak hal. Kebahagian salah satunya. Pemuda itu memiliki ratusan tawa yang tak ada habisnya. Dibalik itu semua, Chanyeol memiliki rahasia besar. Chanyeol kecil terlahir dari pasangan Gryx, ia tak sengaja meminum racun manusia srigala—penelitian milik ayahnya. Anak laki-laki tidak bersalah itu, harus menanggung dosa yang bahkan tidak tahu apa. Elemen api yang ia miliki, menambah kutukkan dalam hidup Chanyeol. Kemarahan besar disertai transformasi yang tidak bisa ia kendalikan, dapat membakar dirinya sendiri. Pada saat ia tidak bertransformasi, Chanyeol bisa mengendalikan amarah dengan tawanya. Akan tetapi, jika amarah tersulut bersamaan dengan bulan purnama, akan sangat sukar dikendalikan—tubuh Chanyeol bisa terbakar dengan api magis-nya sendiri. Musnah dan mati.

Membayangkan saja sudah membuat dada Soojung sesak bukan main. Soojung hanya sebongkah daging yang bisa berjalan, apabila Chanyeol menghilang dari dunianya. Benaknya, memaksa agar ia lebih memohon, bersujud atau hal lain yg sanggup melelehkan Luhan.

Appa, aku mohon,” bisik gadis itu, kali ini disertai genggaman hangat pada jemari Luhan.

Luhan menepuk bahu putrinya, “Soojung, kau tahu ibumu menginginkanmu hidup dengan normal. Menikah dengan manusia biasa dan tidak perlu mempertaruhkan nyawa. Itu alasan kami memberikanmu pada Soyeon. Tapi, sekarang kau sendiri…” Luhan berhenti berucap. Tatapan gadisnya yang teguh, membuat pikiran yang ia punya memberitahu bahwa rasanya percuma menasehati gadis kecilnya itu.

“Bawa aku kesana, Luhan. Appa, aku yakin dapat melindungi diriku sendiri.”

Luhan menatap sekali lagi mata coklat yang diwarisi Soojung darinya. Ia seperti melawan nalurinya sendiri, apabila berdebat lebih jauh dengan gadisnya itu. Baiklah, tidak ada pilihan lain dan Luhan paham akan itu.

Luhan menghela napas, menjentikkan jari telunjuk. “Setidaknya, kau harus terlihat lebih rapi sebelum bertemu dengan Ara.” Soojung melebarkan senyum mendengar ucapan Luhan.

Pria itu setuju!

Angin dari sisi kanan Soojung terasa mendekat, bergerak menuju ekor gaun putih yang sudah sobek disana-sini. Ekor gaun putih yang dikenakan Soojung sobek. Menyisakan gaun yang lebih sederhana untuk berjalan. “Gaunmu itu, terlalu panjang.” Bibir Luhan menggumamkan mantra, membuat rambut Soojung yang berantakan menjadi kembali lurus. “Aku senang kau memutuskan kabur dari hal konyol yang mereka sebut dengan pernikahan.”

Soojung tersenyum kecil, “Aku sudah tahu dari awal, Appa tidak menyukai pernikahanku,” kekeh Soojung.

Yeah, aku menyetujui, keinginan ibumu soal menjodohkanmu dengan manusia biasa, tapi bukan berarti aku menyukainya.”

“Ibu memang diktaktor.” Soojung menggerutu.

Luhan membalas gerutuan Soojung dengan menyeringai, sembari membopong tubuh ringan anaknya. Bila Soojung memasuki Wildon dengan sepengetahuan Luhan. Pria itu tidak akan membiarkan gadisnya pergi sendirian. Walaupun, Soojung pernah beberapa kali mencuri mantra sandi Wildon agar bisa mengintip Chanyeol—tetapi bagi Luhan, Soojung tetap terancam jika memasuki Wildon tanpa Luhan.

Sesungguhnya, keadaan yang harus dialami Soojung dalam perjalanannya ke Wildon tidak mengenakkan. Ugh, bahkan sekarang angin yang ia benci mulai terasa. Angin berputar-putar disekelilingnya. Membuat Soojung pusing. Cepat dan semakin cepat angin bergerak seakan-akan menyedot tubuhnya. Hanya gelap yang ditangkap indra penglihatan Soojung. Tidak lama kemudian tubuh Soojung dan Luhan benar-benar tersedot di dalam pusaran angin. Mereka menghilang, menyisakan gulitanya malam dan hembusan normal angin musim gugur.

-oOo-

“Ibumu adalah kunci dari pelarian Chanyeol.”

“Maksudmu, apa Ara yang menyembunyikan Chanyeol?”

“Bisa dikatakan seperti itu.”

“Lalu, bagaimana agar ibu membuka mulut?”

“Membuatmu terlukamembangkitkan trisula Suho.”

“Bagaimana—?”

“Ara tidak akan membiarkan jantungnya—kau, terluka. Jangan banyak bertanya gadis nakal, diam dan ikuti rencana.”

“Dia berada di tempat yang berpangkal dan berujung. Akan tetapi, tidak ada satu orang pun tahu dimana ujungnya, begitu pula penciptanya. Terdapat dua lapis penjaga yang ia pasang, Pertama, sesuatu yang penjaga itu sentuh akan berubah menjadi emas dan keledai adalah rupanya—”

Lecutan air menghentikan perkataan trisula ajaib yang sedang membeberkan penjelasan. Lantaran berdiri tegak seperti sebelumnya, trisula itu sekarang bergelontang jatuh. Tidak ada keajaiban yang tersurai lagi.

Air yang melecut trisula dikendalikan oleh seorang wanita berpakaian gaun pendek putih dan kepala yang dihiasi mahkota bunga. Wanita itu memasuki ruangan. Ia tampak marah kepada satu-satunya pria yang menjadi pendengar sang trisula.

“Luhan, apa kau gila?” Tanya wanita itu, nada geram tidak berusaha ia tutupi.

“Tidak. Ibu, aku menginginkan Chanyeol.” Soojung menjawab pertanyaan yang bukan ditujukan untuknya.

“Ara dengarkan—” penjelasan Luhan terpotong.

“—Pengorbanan apa yang kalian berikan untuk membuat trisula bicara?” Tanya Ara khawatir.

Trisula itu ialah salah satu anugrah yang diberikan Poseidon kepada Wylona—bangsa Gryx yang berkuasa atas air, pengendali air. Trisula akan menjawab pertanyaan apa saja yang kau tanyakan, asal ada timbal balik yang diberikan.

Pertanyaan Ara terjawab, kala ia melihat Soojung menyayat tangannya sendiri dengan pisau kecil lalu meneteskan darahnya ke arah Trisula. “Ibu, aku juga mencintai diriku, namun aku lebih mencintai Chanyeol. Ibu takut aku terluka, tapi membiarkan aku berjauhan dengan Chanyeol sama saja memberikan luka menganga di tubuhku.”

Ara menepis tangan Soojung yang mengalirkan darah ke arah trisula. Anak dan ibu itu bertatapan sengit. “Kau tahu darah keturunan Gryx telekinesis sangat berharga, gadis bodoh,” desis Ara.

Luhan menghela napas ringan, hanya menjadi penonton. Ia bersender ke dinding ruangan yang dilapisi cat biru muda. Langit-langit ruangan itu seperti aquarium yang menampakkan ikan-ikan kecil berenang. Luhan nampak santai. Ia tahu kedua gadisnya bertambah emosional apabila membahas tentang nyawa atau cinta. Mengesankan sekali.

“Lebih baik Ibu meremukkan tanganku daripada melarangku bertemu Chanyeol.”

“Soojung, kau tahu apa akibatnya menikahi Gryx? Kau akan menyesal.”

Luhan terbatuk kecil, “Jadi, apa kau menyesal hidup bersamaku Yoo Ara?” Tanya Luhan dengan nada mengejek. Pria itu mulai ikut campur.

Ara melepaskan pergelangan tangan putrinya. Gadis bersurai coklat itu berjalan ke pelukan suaminya. “Tentu saja tidak,” jawab Ara seduktif.

“Bisakah kalian tidak bermesraan di hadapanku?” Protes Soojung saat sepasang matanya mendapatkan pemandangan Luhan dan Ara menanutkan bibir mereka.

Ara melepaskan kecupan ringannya pada Luhan. “Sorry sweetheart,” kata Ara, emosinya susut akibat sentuhan Luhan padanya.

“Ibu bisa memberikan jawaban atas pertanyaanmu. Kau tidak perlu melukai pergelangan tanganmu yang berharga ini.”

“Paman Yixing bisa menyembuhkannya dengan mudah, sayatan ini tidak ada artinya. Aku mohon ibu tunjukkan dimana kau menyembunyikannya.”

“Chanyeol sendiri yang memutuskan untuk mengurung diri. Pergi darimu dan membiarkan kekasihnya hidup bebas dari bahaya yang diciptakan transformasinya,” jelas Ara. Ia menatap raut Soojung yang tidak sabar sembari melanjutkan perkataannya. “Dia berada di Knossos kepulauan Creta. Daedalus adalah pembuat tempat dimana Chanyeol tinggal sekarang.”

“Daedalus, si pembuat labirin,” sahut Soojung, tangkas.

Ara tersenyum kecil sembari menepuk dada Luhan pelan, “Kecerdasanmu ternyata menurun kepada gadis ini.”

“Chanyeol memilih tempat yang tepat,” sela Luhan. Pria itu sedang bermain-main dengan Bevis—alat komunikasi Wildon yang berbentuk seperti anak panah. Bevis akan mengirim pesan berupa suara, gambar, dan pikiran. “Trisula itu mengatakan bahwa Chanyeol hanya menggunakan dua lapis penjaga. Jelas sekali jika ia benar-benar berharap kau akan menyusulnya,” cela Luhan.

“Lebih baik memberiku petunjuk daripada mencela, Luhan,” balas Soojung.

“Sudah sangat jelas. Tempat persembunyian Chanyeol adalah labirin yang dibuat oleh Daedalus terletak di Knossos kepulauan Creta, dimana sihir tidak berlaku disana kecuali milik para dewa. Penjaga pertama, satu-satunya manusia yang bisa merubah apapun yang ia sentuh menjadi emas adalah Raja Midas,” Luhan menerangkan kepada anak gadisnya.

Soojung terpaku di tempat, mendengarkan. Bergantian mata gadis itu melirik ke ibu dan ayahnya. Pikiran Soojung mengolah informasi yang ia dapatkan.

Luhan mengerling, ia yakin putrinya sudah menemukan jawaban. “Setelah mendengar penjelasan itu. Siapa yang harus kau temui, Soojung?” Pancing Luhan.

Soojung menyeringai, “Tentu saja, aku harus menemui pamanku yang paling tampan. Bacchus—Dewa Anggur.” Soojung menjawab dengan bibir tipisnya.

“Kalau begitu kau perlu ini,” ucap Luhan sembari melemparkan Bevis yang melayang di udara ke arah gadisnya melalui pikiran.

“Bacchus dengan ketampanannya, berhasil menaklukkan Ariadne—seorang gadis penembus labirin dan kekasih dari Theaseus—kesatria yang mengalahkan penjaga terkuat di labirin,” gumam Soojung.

-oOo-

Soojung tersenyum sangat manis saat sepasang suami istri muncul di hadapannya. Ia sedang berada Huguette—daerah Wildon yang ditempati oleh ilmuwan masa lampau. Biasanya berwujud transparan karena sesungguhnya mereka ialah kenangan—raga mereka telah binasa ratusan tahun lalu. Huguette kali ini berwujud kebun anggur, mengingat Dewa Anggur akan berkunjung kemari.

“Bacchus, aku senang kau bersedia menampakkan diri,” sambut Soojung sembari menghentikan kegiatannya menyentuh anggur-anggur matang.

“Keponakanku, kau cukup memanggilku dengan Sehun. Bukankah, biasanya seperti itu? Jangan terlalu kaku,” balas Sehun. Bacchus menampakkan diri sebagai pemuda tanggung usia delapan belas tahun dengan rambut abu-abu dan tampan, kali ini. Sedangkan, wanita pasangannya yang diyakini Soojung ialah salah satu keturunan Calluella—wanita setengah dewi dan Gryx. Kecantikannya tidak perlu dipertanyakan.

Yeah Sehun. Paman aku ingin menanyakan tentang—”

“—Bagaimana cara mengalahkan Midas? Raja congkak itu, kelemahannya adalah musik. Mainkan harmonika saat ia muncul dihadapanmu, maka ia akan kembali ke wujud keledai.” Sehun memotong ucapan Soojung, pria itu dapat membaca apa yang dipertanyakan pikiran keponakannya.

Tidak terlalu sukar mendapatkan harmonika. Luhan punya satu di rumah, pikir Soojung.

“Kau akan membutuhkan ini, gadis baik,” ucap wanita pasangan Sehun. Secara tiba-tiba di telapak tangan wanita itu muncul sebuah benang merah. “Ariadne memberikan benang merah kepada Theseus agar kesatria itu tidak tersesat di labirin. Benang ini akan membantumu lebih mudah mencapai galeri Chanyeol. Namun, kau tidak bisa menggunakan ini untuk keluar,” tambahnya.

“Dan kau adalah Ariadne,” tebak Soojung. Ia menyadari jika paras gadis yang tengah menggenggam tangan pamannya menyerupai Ariadne—kekasih yang dicampakan Theseus dalam mitologi.

Ariadne menjawab, tidak lupa menambahkan senyum bersahabat. “Siapapun aku, tidaklah penting. Aku yakin penjaga ke dua dalam labirin itu adalah Minotaur. Kau tidak perlu membinasakan Minotaur. Kau hanya perlu melewatinya.”

“Minotaur menjadikan manusia sebagai kudapan. Untuk menyamarkan bau manusiamu, lemparkan anggur ini ke arahnya agar kau bisa berlalu melewatinya,” kata Sehun. Pemuda itu meletakkan satu buah anggur berawarna hijau di genggaman Soojung.

Soojung mengernyitkan alis. “Paman, bagaimana bisa sebutir anggur dapat menyamarkan bauku?”

“Gadis kecil, anggur itu bukan anggur biasa. Lemparkan saja dan kau akan tahu apa yang terjadi.”

Genggaman Soojung menguat pada kedua senjata yang ia dapatkan di Huguette. Daerah Wildon yang menyamarkan diri seperti kebun anggur itu,   memberikan solusi atas segala pertanyaan.

“Terimakasih Sehun dan Ariadne—Theseus bodoh meninggalkan gadis cantik sepertimu.”

Soojung mengucapkan salam perpisahan. Sebelum gadis itu beranjak jauh, Sehun membisikkan sesuatu. “Cobalah untuk merayu Jongin, ia tahu bagaimana keluar dari labirin itu. Teleportasi kadang diperlukan, walaupun tidak bisa digunakan.”

-oOo-

“Kai, aku mohon. Tunjukkan aku, bagaimana cara ke Knossos Kepulaun Creta.”

“Itu sangat mudah. Temui Suho, minta ia membuat perahu dari air untuk melewati Laut Icaria. Ingat, hanya si pemilik kepentingan yang dapat melewati Laut Icaria. Ara dan Luhan tidak dapat ikut serta.”

“Lalu paman, bagaimana cara keluar dari labirin?”

“Gunakan ini, dua pasang sepatu bersayap. Cari bagian labirin yang tak beratap. Perhatikanlah, sepatu ini terbuat dari lilin anugrah dari Hermes. Chanyeol berelemen api. Jangan sampai, ia bertransformasi saat terbang menggunakan sepatu ini.”

-oOo-

Soojung kembali berlari mengikuti benang merah yang kesit berbelok menyusuri kelokan-kelokan labirin. Tidak dapat dihitung berapa kali gadis itu jatuh terpleset sejak kedatangannya di Pulau Creta. Pulau itu tampak seperti hamparan padang tandus dengan penghuni burung gagak kelaparan. Deretan kalimat berbunyi Koíta ti tha prépei na exetásoume, anoíxte to ti tha prépei na eínai anoichtí̱—terlihatlah apa yang seharusnya terlihat, terbukalah apa yang seharusnya terbuka, berhasil merubah tampilan awal Creta. Dari daratan gersang, sekejap muncul tembok  yang bersap-sap. Pintu yang terbuat dari kayu kokoh terbuka. Selanjutnya, Soojung memasuki labirin lebih dalam dicampuri benang Ariadne.

Dinding yang mengawal Soojung berubah menjadi kuning, hingga di menit berikutnya tampak berkilau. Lantai yang awalnya terbuat dari batu hitam dan bergeronjal, berubah menjadi mulus berkilau. Soojung memasuki pintu yang lain yang menghubungkannya pada ruangan besar megah. Terdapat meja makan besar di tengah ruangan. Gadis itu, berdecak kagum menatap seluruh  peralatan makan, bahkan buah-buahan di atas meja berkilau seperti emas—atau memang emas?

“Midas,” bisik Soojung.

Kekaguman Soojung berubah menjadi ngeri saat kesadaran akan patung-patung emas pria dan wanita yang terletak tidak aturan muncul satu persatu. Gadis itu mendengar  suara ketukan sepatu yang berjalan mendekat tepat dari arah belakang.  Cekatan Soojung berbalik.

Seorang pemuda dengan rambut klimis dan pakaian rapi—jas hitam dan celana panjang hitam, menyambut. Wajah ramah itu mengulurkan tangan, “Rasanya sudah lama, aku tidak menerima kunjungan seorang gadis,” ucap pemuda itu.

Soojung akan mengulurkan tangan, membalas uluran Midas. Akan tetapi, suara geraman terdengar menggema di seluruh labirin. Midas membalik posisi, memunggungi buruannya merespon suara geraman itu. “Minotaur. Siapa yang melepaskan makhluk hina itu?” tanya Midas kesal pada udara kosong.

Kelengahan Midas, kesempatan bagi Soojung untuk merogoh tas kulit kecil yang ia sampirkan di bahu. Ia menemukan harmonika Luhan disana.

Tertangkap basah. Raut Midas yang semula ramah menjadi bengis menatap harmonika yang dibawa oleh Soojung. Pemuda itu bermantra, tak ada sekejap muncul gada emas runcing di tangannya. Soojung bergerak cepat untuk lari ke pintu yang ada di sisi lain, bermaksud menghindar.

Srek.

Gada emas yang dilempar Midas menyerempet, hanya sempat melukai lengan kanan Soojung. Tubuh Soojung merasakan panas akibat robekan dari gada. Soojung jatuh terjembab. Ia menyeret tubuhnya mundur sembari menatap Midas yang terus saja mendekat. Si tatapan bengis dengan arogan bersiap menghunus gadanya tepat ke jantung Soojung. Namun, dari arah yang lain tembok labirin ambrol.

Minotaur—makhluk dengan kepala banteng dan tubuh manusia muncul dengan ganas menyeruduk. Midas mengalihkan perhatian ke arah sang Minotaur. Berulang kali melemparkan gada emasnya pada Minotaur. Midas terlalu sibuk—tidak peduli akan kegiatan Soojung yang memulai pemainan harmonika.

Suara Minotaur melengking tertusuk gada Midas, kejadian itu hampir bersamaan dengan lengkingan suara Midas yang terdengar. Lengkingan Midas, awalnya berupa suara manusia lalu  berubah menjadi lengkingan keledai. Soojung berdiri dari jatuhnya. Langkahnya kesulitan. Sengaja ia merobek celana panjang cokelatnya untuk membungkus luka pada lengan. Ia mendekati Midas yang telah berubah menjadi keledai lalu menghunus perut keledai itu dengan pedang emas yang menjadi hiasan ruangan Midas. Sepuluh kali hunusan keledai itu tak lagi bernyawa.

Soojung mulai memerintahkan benang Ariadne kembali bergerak, saat merasakan hembusan nafas Minotaur—tidaklah tewas, setengah sadar. Gada itu hanya menciderai kakinya.

Langkah seribu, Soojung berlari ke arah pintu dengan tenaga yang tersisa. Lorong labirin kembali menyempit. Sekitar sepuluh meter dari lorong itu terdapat tangga turun. Soojung terpeleset jatuh berguling-guling turun ke galeri bawah tanah. Ia terduduk terengah-engah. Bau anyir darah menyeruak di hidungnya. Soojung enggan memikirkan bagian tubuh mana lagi yang terluka. Suara kejut lolongan srigala membahana di seantero galeri yang penuh dengan lukisan—khas Chanyeol. Soojung menelengkan kepalanya. Manusia srigala, tengah berdiri. Soojung meneggang. Nafas manusia srigala itu tampak naik turun. Tidak ada api di ke dua tangannya. Tatapan sang manusia srigala terlalu familiar.  Model tatapan yang terlampau sering ia rindukan. Soojung masih mengenalinya walaupun wujudnya berbeda.

“Chanyeol,” kata Soojung pelan. Gadis itu tertawa hambar, menatap transformasi Chanyeol untuk pertama kali—biasanya ia tidak diperbolehkan mendekati Chanyeol saat bertransformasi, berbahaya.

Soojung mengulurkan tangan untuk menyentuh Chanyeol, namun pemuda itu mengeram. Ia nampak mulai marah. Tatapannya beralih ke makhluk lain yang sedang menerobos masuk di balik punggung Soojung. Manusia berkepala banteng itu menghancurkan tangga dengan kaki berkuku tajam miliknya.

Soojung sudah bersiap-siap akan melemparkan anggur pemberian Bacchus. Ternyata, Chanyeol terlebih dahulu menerkam Minotaur. Pergulatan sengit mereka tidak terelakkan. Kekuatan yang dimiliki Chanyeol terpompa. Sepasang hasta Chanyeol memisahkan kepala Minotaur dengan tubuh. Merobek dengan ganas. Percikkan darah menciprat ke segala sudut ruangan. Minotaur yang memiliki tubuh raksasa, tidak berdaya di tangan Chanyeol. Minotaur tekoyak menjadi satu gundukan daging. Kepala Minotaur menggelinding ke arah Soojung yang berdiri kaku. Gadis itu, sangat ketakutan.

Takut, jika Chanyeol terluka.

Chanyeol mengeluarkan api dari tangannya membakar gundukan daging Minotaur dengan sekali jentikan. Api magis Chanyeol dapat dikendalikan, walaupun ia sedang berubah menjadi manusia srigala karena tidak diliputi amarah.

Lahapan api membuat manusia srigala berbalik. Ia menatap Soojung. Tidak lama kemudian tubuh besar manusia srigala itu menciut. Menampilkan wujud seorang pemuda tampan dengan wajah khawatir—ketakutan. Chanyeol melemparkan kepala Minotaur yang tepat berada di samping kaki kekasihnya ke dalam api.

“Soojung, tidak apa-apa. Semuanya sudah berakhir.” Chanyeol berucap sembari menarik Soojung kepelukannya, membersihkan darah Minotaur yang terciprat di tubuh gadisnya.

Soojung mulai terisak, “Jangan pernah, pergi dariku lagi.”

Chanyeol mengendurkan pelukannya. Ia mengelus lengan Soojung yang terluka sembari mengeluarkan percikan api penyembuh—Halcynon. Luka di lengan yang bernanah, terjahit seketika.

“Halcynon, sejak kapan kau mempelajarinya?”

“Sejak aku jatuh cinta padamu. Sejak aku tahu, membuatmu mencintaiku akan mengantarkanmu pada luka.”

“Kalau begitu kau harus selalu ada di dekatku, agar bisa menyembuhkan luka yang kau buat. Walaupun, kau jauh dariku. Aku akan tetap terluka karena merindukanmu,” ungkap Soojung sembari menerima kecupan Chanyeol.

“Tentu saja, itu tawaran menarik,” bisik Chanyeol di bibir  Soojung.

-oOo-

“Tenanglah Chanyeol.”

“Hyung, aku kira penyatuan jiwa tidak akan semenyakitkan ini. Aku bisa bertahan, tetapi Soojung tidak.”

“Kalau kau tahu penyatuan jiwa itu menyakitan, kenapa menghamili Soojung? Penyatuan jiwa lebih baik, daripada putriku harus mati saat melahirkan anak kalianGryx.”

“Gryx, brengsek bisakah kalian diam,” seru Ara.

Fin?

Advertisements

55 thoughts on “The Gryx and The Wildon

  1. Wah keren authornim ceritanya menarik banget 🙂 apalagi castnya chanstal 🙂 sering-sering bikin ff chanstal authornim 🙂 hehe

  2. Awalnya agak pusing, tapi
    setelah baca sampe akhir,,
    Masih agak pusing sih,
    tapi jjang kok!!
    Keren deh kak titis, bisa bikin fantasi gini kan susah
    semangat berkarya ya kak
    apresiasi deh 😉

  3. Bikin fiksi pake mitologi itu lumayan susah loh, soalnya perlu cari tahu dulu rincian mitologinya, dan ini keren banget kak titis harus bikin novel fantasi pokoknya

  4. Katitis! ya ampun, ini brilian sekali XD aku baru tahu kakak pernah bikin fiksi yang banyak banget unsur greek myth-nya. apalagi pairingnya chanyeol-soojung. sempet jatuh cinta sama otp yang satu ini, sampe tahu kaistal HAHA
    Aku suka banget sama gaya bahasanya yang detil sekali. alurnya juga keren, cuma berasa kecepetan aja. ini dibikin sequel atau mini-chapter pasti seru kak 🙂 endingnya juga HAHAHA wtf soojung hamil duluan duh kok ngakak yah XD XD
    Sukaak banget lah! ❤ ❤ Keep writing~~

  5. aduuuuh nemu chanstal disini dan kebetulan banget genre nya fantasy. kesukaan banget ini maaah.
    sayangnya cuma oneshot, aku pengen nya chapter. jarang sih yg buat couple chanstal.. i want more chanstal’s story thornim~~~ hehhee

  6. Yeyyy fantasy ({}) salah satu genre favorit aku *enggaknanya*
    Ini keren bingooo kak 🙂 aku juga enggak nyangka kalo soojung anaknya luhan, bener” diluar ekspetasi aku. Dan demi apapun kenapa appa dan paman” soojung kece badai semua. Bagi satu boleh lah soojung 😀 hahaha
    . Tapi kak ini masih kurang dikit lagi, pengen tau gimana proses penyatuan jiwanya. Sequel boleh lah 😀 tapi aku rasa sih enggak juga enggak pa” , soalnya ini itu kayak ciri khas kak titis gitu. agak sedikit gantung. Tapi udah ketahun garis besar endingnya gimana 😀 hehehe

  7. suka bgt sama karakter ara-luhan, daan ga nyangka soojung itu anak mreka. ahh suka baca ff mitologi2 gini, lain kali sequel blh? hihi. sbnrnya udah baca fanfic ini tapi baru sempet komen, maaf ya kalo ngebanjirin komen di ff yg lain~

  8. KAK TITIS OMMONA MASIH INGAT AKU TAK? OMMONA AIGU AIGU FIKSINYA/?

    bentar dulu mau napas dulu(?) INI KAK BAGUS BINGGOW SECARA AKU PENGGEMAR GREEK MYTH HIAHAHAHA/?
    Fantasinya kerasa banget kak, terus juga asdfghjklqwertyuilovethisfiction♥ sampe gatau mau komen apa lagi ;A; Kak titis mah badabas ‘-‘b

    keep writing and goodluck kak,
    xx, Ay

    P.S : Maap ga woles dan dateng-dateng langsung ngerusuh :”))

  9. Wawaw fantasi…
    Aku butuh baca beberapa kali utk bbrp paragraf karna gak ngerti jalan ceritanya. Tp ini seru sekaliii. Ada lanjutannya gak ini?
    Ada dong yaaaa ;;)

  10. Hello! Someone in my Facebook group shared this site with us so I came to look it over. I’m definitely loving the information. I’m bookmarking and will be tweeting this to my followers! Outstanding blog and wonderful design.

  11. wkwkwkwk…
    ini cerita yang menarik,,sungguh keluarga yang harmonis,,,hahahaha…
    sukaaaa ^_^
    cerita fantasy tapi disertai dengan dongeng dan mitos yang di percayai nyata ^_^
    what a history story..
    gomawoyo..

  12. luhan jadi ayah? Ya Tuhan luhan masih unyu2 udh jadi ayah krystal. krystal bener2 jatuh cinta ama chanyeol. but ibunya nggak mw krystal bersama chanyeol. perjuangan krystal nggak sia2 apa lagi dgn bantuan paman sehun kkk~
    keep writing thor^^

  13. Ini keren Kaaaaa
    Ide ceritamu fresh banget,
    Beda sama yg lain
    Ada lanjutannya kan?
    Penasaran sama soojung
    Nextt ditunggu bgt
    Keep writing^^

  14. woooww just woow, gak terlalu familiar dg mitologi yunani sih, tapi bisa ngebayanginlah. apalagi alur ceritanya enak bgt. fight for next chap 🙂

  15. ara sama luhan, suka karakternya. ga ank ga ortu sama2 sikapnya nurun ke krystal smua -.-. wah ini keren, kalo ada lanjutannya di lanjutin aja, hehe. pling suka scene trakhir, klimat pnutup yg bgus dr ara buat para gryx.

  16. KAK SUMVEH INI KEREN!!!!
    imajinasinya bisa tinggi bangettttt

    jangan fin dong itu gantung bangetttt>< gimana kelanjutan hubungannya terus belum diceritain bagaimana 'penyatuan' si chanyeol sama soojung :v/readeryadong

    suka bgt, langsung jatuh cinta padahal aku ga terlalu suka sama ff yg bergenre fantasy hahha:3

  17. ini kecepetan mbk dibuat twoshoot kyknya lebih seru
    tp aku suka klo baca cerita fantasy2 gini… jadi………………………..harus ada lanjutannya ya

  18. sumpah demi apaa ini kereeeeennn gilaa

    wkwkwk gak nyangka lulu yg skrg jd ayah punya anak yg fisik.a sama kkkk keren tapiiiii

    fin nih kak ??? ahhh kok kaya.a pendek yaaa?? keasikan baca yah gak kerasa udah end
    sequel dong kak titis -__-

    1. Amin kalau keren amin :”). Iya, ini Luhan jadi ayah yang unyu hehehe. Yah, ini cuma 15 halaman kok jadi pendek :””””””””””). Btw, makasih ya sudah baca dan komentar.

  19. Kereeeennn bahasa dan alurnya terimbas dari pengarang luar ya. Tl ada beberapa scene yg masih kurang. Bikan secara imajinatif. Tp dr penjelasannya. Terlalu terburu buru. Dan agak aneh karena dijelaskannya lewat dialog. Intronya terlalu didramatisir. Mengingat bnyak istilah baru, penjelasan istilah itu mnurutku msih krg pas. Sehingga seakan akan semuanya sudah direncanakan. Semangat ya ^^

  20. FIN?
    KOK AKU NGERASA BACA FICLET YAA? XD
    Aaaaaahh aku penggemar myth.
    Apalagi punya om rick. /ga ada yg nanya
    Kak titis!!! Bikin yg gini lagi dong, tentang myth tapi cast-nya kyungsoo-jisoo. Jadi ada comedy nya gitu XD /nawar

    INI KEREN KAK.
    MANY THUMBS UP DEH POKOKNYA!!
    cuman suspens-nya aja yg harus ditambahin lagi. Hihi

    O MY O MY !!
    Aku ngiler kak, bayangin lulu di atas. Perfecto sekaleee kayaknya 😀
    Ahhh baca tulisan kakak emang hiburan sekalii. Seketika lupa deh ama tugas dan menghilangkan setres yg melanda selama seminggu kemaren. Hihi

    Semangat terus kak!!
    Aku tunggu fic lainnya!
    Salam kecup, XD

    1. HAI TATA! kamu lama ya gak muncul di sini :D.
      Sebenernya FF ini gak niat aku publish cuma buat konsumsi pribadi, tapi apa daya hahaha.
      Oke, makasih loh. Fantasi kamu pasti lebih keren ((aku belum pernah baca fantasi dari kamu)).
      Semangat ya buat kuliahnya dan terimakasih sudah baca + komentar. ❤

  21. i’m first?? huaahhh baru berkunjung kesini sudah disuguhi ff fantasy.. cerita nya terinspirasi sama percy jackson yaah?? karna udah nonton film n baca buku bukunya jadi ga susah ngebayangin sosok mereka hehehehr
    keereennnnn..
    jangaaan fin dong hehehr harus ada lanjutannyaaaaaaa..

Sudahkah Kamu Meninggalkan Jejak?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s