It’s Gonna Rain Tomorrow

It’s Gonna Rain Tomorrow

Author

Twelveblossom

Cast

Kyungsoo & Kim Jisoo

Length 772 wc

Backsound

Spoiler – Epik High

This storyline is mine, please don’t copy paste.

-oOo-

Your cold eyes and words are the spoiler. In your every action, I see our end.

I can’t let you go

.

.

.

Kyungsoo menatap langit abu-abu, melalui jendela kaca dengan penuh perhatian. Dulu, ketika semuanya baik-baik saja… Kyungsoo tak pernah mengamati langit sendirian. Apalagi, seperti sekarang awan sedang mendominasi. Langit sedang sendu. Kyungsoo juga.

Biasanya dipelukan Kyungsoo ada seorang gadis yang merengek. Gadis yang takut dengan mendung, namun sok-berani karena ingin menemani Kyungsoo menyaksikan langit yang berawan—hal favorit Kyungsoo. Suara Guntur membelah langit, diingatan Kyungsoo gadis itu pasti akan menyembunyikan wajahnya di dada Kyungsoo sembari berucap, “Aku tidak takut, sungguh.” Kemudian Kyungsoo menimpali, “Kemampuan berbohongmu itu buruk.” Tidak ada ungkapan balasan gadisnya, ia hanya melanjutkan dengan tindakan. Kebiasaan gadis itu, menarik kerah kemeja Kyungsoo. Memberikan kecupan, mengalahkan konsentrasi Kyungsoo dalam melaksanakan pengamatannya pada langit.

Tidak ada yang lebih sejuk dari bibir gadis itu.

Tidak ada yang lebih membuat ketagihan dari bibir gadisnya

Tidak ada yang lebih hangat dari bibir mantan kekasihnya. Kehangatan kopi yang tengah diseduh Kyungsoo di gerai favoritnya mengundang kenangan lebih pekat. Tidak. Kopi bukan minuman kegemaran Kyungsoo, tetapi kesenangan gadis itu.

I can draw your face on my mind.

Sudah enam bulan, Kyungsoo mengira berhentinya hujan selama enam bulan. Berakhirnya, hubungan mereka enam bulan lalu, telah menghapuskan seluruh ingatan tentang gadisnya.

Sekarang yang ia dapatkan, ketika musim memulai eksistensinya dalam menurunkan bulir-bulir hujan. Rasa cinta, rindu, dan kenangan mengalir kembali dalam ingatan Kyungsoo. Ia sedang terserang badai. Tubuhnya menghianati, setiap desah nafas yang ada hanya menambahkan alasan, bahwa Kyungsoo disini hanya untuk gadis itu.

Bibir Kyungsoo menginterupsi awangnya dengan perlahan, “Should I watch till the end? Or should I leave now?” Tanya Kyungsoo pada dirinya sendiri. Kyungsoo bertanya-tanya, apakah dia akan menunggu hujan usai, kemudian membiarkan rasa bagi gadisnya menguar kembali… atau berhenti dan menutup mata.

Tidak sempat Kyungsoo kembali larut pada pikirannya, pintu gerai kopi terbuka.

Gadisnya—gadis itu—mantan kekasihnya—Kim Jisoo—memasuki gerai dengan langkah mantap. Matanya yang menurut Kyungsoo, paling indah di dunia, menangkap basah Kyungsoo yang sedang mengamati.

Tidak ada yang berubah, kecuali raut kepayahan Jisoo yang membuat Kyungsoo benar-benar harus menahan diri untuk tidak mengelus pipi Jisoo. Kehidupan dari mata gadisnya hilang. Tatapan cinta yang tak pernah lupa diberikan Jisoo untuknya, juga lenyap. Your cold eyes and words are the spoiler In your every action, I see our end.

Kyungsoo berani bersumpah jika ia merasakan waktu benar-benar berhenti. Orang-orang membeku di tempatnya. Hanya ada dirinya dan Jisoo yang bergerak. Bahkan, Kyungsoo dapat merasakan hembusan nafas Jisoo menghangatkan ruangan—selalu begitu. Sumpah kedua Kyungsoo, ia menemui air mata yang memaksa keluar dari mata Jisoo. Gadisnya menangis, tapi kenapa?

Seakan-akan Kyungsoo orang paling pengecut. Tolol. Ia hanya menelaah Jisoo dari bawah hingga atas, kendati menayakan hal yang lebih penting seperti, ‘bagaimana kabarmu?’

Tentu saja dia baik-baik saja, batin Kyungsoo.

Kyungsoo menyimpulkan. Ia membuang muka mendapati pria lain memasuki gerai, tanpa keraguan mendekap Jisoo dari belakang. Pria lain itu sejenak, mengamati Kyungsoo dengan tatapan remeh, sembari membisikkan sesuatu—mesra di telinga Jisoo.

Pertama kalinya, Kyungsoo melihat senyum Jisoo yang memuja selain diberikan untuknya. Gadis itu mengambil kursinya tidak jauh dari Kyungsoo. Jisoo menguarkan senyum basa-basi, sekilas untuk Kyungsoo, kemudian tidak mengindahkan.

Smile like nothing’s wrong, so when I miss you I can remember.” Kalimat tergesa-gesa diucapkan Kyungsoo pelan, ketika pria lain yang duduk bersama Jisoo memesankan kopi favorit Jisoo pada pelayan.

Jisoo menggigit bibir bawahnya, saat tatapannya bertemu dengan Kyungsoo. Gadis itu membuang muka—tak mau menatap Kyungsoo secara langsung—tak mau berlama-lama. Ia hanya merasakan, namun tak mau memandang.

Keheningan. Tidak berhenti disana.

Hati Kyungsoo rasanya runtuh dari tempatnya ketika, pria lain itu merengkuh dagu gadisnya, kemudian merangkum bibir Jisoo dalam-dalam. Tidak ada penolakan. Setiap detik yang mereka habiskan untuk menautkan bibir, menghabisi Kyungsoo hingga ke ujung rambut. Membelah-belah Kyungsoo menjadi beberapa bagian. Tidak ada toleransi, ketika Jisoo mengalungkan tangannya ke leher pria lain itu. Kyungsoo berdarah-darah.

“Aku berjanji tidak akan ada pria lain yang mengecup bibirku, selain kamu. Do Kyungsoo.” Kyungsoo masih dapat mendengar janji yang diberikan gadisnya di ingatan. Segar terasa nada suara Jisoo, nada dalam kenangan. All the promises we made in the beginning, did we forget because we’re busy? Or are we already… too busy forgetting?

Kyungsoo tak akan mampu tetap disini. Ia enggan.

Kyungsoo mendapat jawaban atas pertanyaan, Should I watch till the end? Or should I leave now? Melalui tindakan Kyungsoo, beranjak dari kursi gerai itu, ia menjawab.

Kyungsoo meninggalkan masa lalunya di gerai kopi dengan langkah lebar-lebar, namun tidak dengan hatinya.

Sekarang awal dari musim hujan. Hujan pertama. Masih ada hujan selanjutnya.

Kyungsoo mengoarkan janji lain, di hujan lain. Di tempat yang sama, ia yang akan mengecup gadis itu.

Janji konyol, namun mengobati hatinya.

Maybe it’s gonna rain tomorrow.

-oOo-

a/n:

Ini menye-menye :”””).

Biarlah yaaa~~~ huhuhu.

Terimakasih sudah membaca :D.

Advertisements

40 thoughts on “It’s Gonna Rain Tomorrow

  1. Okayy Kyungsoo jan tersakiti yaaa 🙂 tenang masih ada gue yg siap melayani destinasi anda ke berbagai penjuru (ini apa?? *absurd)
    Kereennnn ka 🙂 termehek mehek gue bacanya, ni emang bener2 pengkhianatan Jisoo, apa gegara Kyungsoo Jisoo jd berkhianat?

  2. kasian Kyungie,,, dia pasti nyesek banget ngeliat Jisoo sama namja lain,,, aigoo,,, nyesek banget bacanya,,,, hujan tidak mampu mengguyur masa lalu dari ingatan Kyungsoo…

  3. hai thor salam kenal
    aku line 97.

    feelnya dapet banget. apalagi saat pemandangan yang ga sedap untuk di lihat kyungsoo.

    Ini seperti tertimbun gula yang manis jadi pahit.

  4. Pingback: On Rainy Day | Do Kyungsoo Fanfiction Indonesia

  5. Pingback: Twelveblossom

  6. sial ini bikin nyesek thor >< ceritanya beda dari ff sad ending yg kbanyakan aku baca makanya aku jarang bahkan hampir gapernah baca yg sad ending tapi asli yg ini bagus thorrrr ㅠㅠㅠㅠㅠㅠ itu ceweknya masih suka dyo ya sebenernya? ughh sini mending dyo ama aku aja

  7. jadi inget arti lirik lagunya D.O. yg tell me what is love TT
    mirip bgt sama ceritanyaaa TT
    feelnya dapet bgt gilaak daebak!!
    krep writing yah^^

  8. jisoo dptkan pengganti, jangan bilang lg kit ati sama do jd bkin menye2 gini, jangan bilang akhirnya ntr do mati bunuh diri setres ditiggal sendiri ga lucuuy 😦

  9. kyungsoo whyy?waee?? Kok bisa putus gt sih kak? Kenapa putus tp msh saling menyayangi, kyunggie aku selalu padamu kokkk tenang ya babe 😦

  10. emangya kakak kalo bikin beginian pas kena dihati T.T apaalagi ini spoilernya epik high aku kan juga gemes tuh sama cowoknya huhu. semangat kaaaaaaaaaaaaaaaaak! 😀

  11. cup..cup.. Kasian banget Kyungsoo nya, ujan ujan ngegalau abiz tuh Kyungsoo
    Semoga dihujan selanjutnya bisa dapetin Jisoo lagi
    Keep writing 🙂
    Fighting^^

  12. Kak titi:””) ayem kambek /bubar bubar/ /g.

    Nyess ya:”) pasti syakit itu:’) mungkin kalo aku didepan kyungsoo pas dia ngeliat mantannya aku bakal neriakin “kyungsoo gagal move on, kyungsoo gamon” :v *epilalugh

    Kak kuliah jurusan sastra? Ato writers cuma hobi?

    Keep writing and good luck ka’-‘b
    Athens

Sudahkah Kamu Meninggalkan Jejak?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s