[Bagian 1] EXO’s Valentine

exo's valebtine

Author

Twelveblossom

Cast

Suho, Chanyeol, Baekhyun, Xiumin, Lay, Tao, dan OC

Rated PG-13


Valentine’s Kiss

Valentine's kiss

Kim Suho memiliki segalanya, mulai dari uang, barang, dan aktualisasi diri. Hal itu memang mengagumkan serta memikat. Namun, justru membuat kekasih pria itu terlampau pusing.

Ya. Jinha pusing karena kebingungan. Ia tidak dapat memutuskan hadiah yang cocok untuk Suho. Apalagi, pemuda berusia 22 tahun itu sering kali memberikan kado yang manis. Seperti sekarang, ketika mereka duduk berdua di sofa merah apartemen Jinha. Suho memberikan gelang perak yang ia desain sendiri sebagai pengganti cokelat valentine. Cuma ada satu di dunia ini, begitu katanya.

“Kau selalu memberiku sesuatu yang mahal.” Jinha bergumam sembari menyandarkan kepalanya di pundak Suho.

Pria itu tersenyum simpul. “Apa kau tidak suka?”

“Aku suka,” jawab Jinha. “Tapi, aku jadi tidak bisa membalasnya. Aku perlu bekerja bertahun-tahun untuk membeli barang yang sepadan dengan ini,” lanjutnya.

Suho mengeratkan pelukannya pada Jinha. “Tidak perlu memberiku hadiah lain. Kau lebih berharga daripada semua barang itu.” Suho mengerling, menambahkan tawa renyah di akhir.

Jinha mendengus sebagai tanggapan. “Dasar perayu,” gadis itu mencibir.

“Jinha, terimakasih.”

“Untuk apa?”

Suho tak lantas menjawab pertanyaan gadisnya. Ia beranjak mencari bibir Jinha. Mengecupnya lamat-lamat, kemudian berucap, “Terimakasih untuk kecupan barusan. Itu kado valentine yang manis.”

Pipi Jinha memerah.


.

Penakluk Wanita

kwill chan1

Masih terpatri di kening Chanyeol, cerita valentine tragisnya tahun lalu. Sampai sekarang si Pria Jangkung, terus merutuki kebodohannya. Andai saja, ia tak menggubris celotehan sahabatnya, Byun Baekhyun, mungkin harga dirinya masih terselamatkan. Harga diri. Ha. Berlebihan.

Kala itu, Chanyeol menyiapkan cokelat super besar untuk seseorang. Yeah, noona stylist yang bekerja sebagai penanggung jawab pakaiannya itu menjadi titik fokus. Kalau kau bisa memberikan cokelat dan mengajak noona itu berkencan, berarti kau pantas menyandang gelar Penakluk Wanita, begitu kira-kira pancingan Baekhyun.

Ke dua pria dewasa yang bersifat bocah, akhirnya melakukan taruhan kecil sebagai pembuktian penyematan gelar Penakluk Wanita. Akibatnya, di sanalah mereka. Chanyeol berdiri dengan tenang, sementara si Noona Cantik membenahi dasinya. Sedangkan Baekhyun, menguping berkedok membaca buku di sofa.

“Kau sangat cantik, Noona.” Chanyeol memulai serangannya.

Si Noona terkekeh, tidak menanggapi melalui kalimat atau hal heboh lainnya, misalnya pingsan.

“Tapi, jangan mengaku cantik jika belum menjadi kekasih Park Chanyeol,” pemuda itu nyengir memamerkan gigi.

Si Noona hanya menggeleng sambil tertawa nyaring.

Mendapatkan respon positif, Chanyeol segera mengeluarkan cokelat andalannya. “Kelihatannya, kau setuju mengenai masalah berkencan,” ucap Chanyeol mantap. “Kalau kau suka padaku dan ingin berkencan denganku, ambil cokelat ini.” Chanyeol merampungkan penjelasannya. Seakan-akan ia sedang menjadi pembawa acara permainan tebak lagu.

Si Noona itu terdiam. Ia menatap Chanyeol lamat-lamat, lalu tersenyum manis, semanis gula, tidak lebih manis dari madu.

Chanyeol kaget setengah mati, sewaktu si Noona melayangkan telapak tangan kanan tepat di paras pria itu. “Lihat jari manisku,” kata si Noona, terlihat sekali nada humor di suaranya.

Chanyeol menghembuskan napas lega. Ia mengira, tadinya akan ditampar atau ditonjok. “Jemarimu indah sekali, bagaikan jari-jari jerapah.” Chanyeol mulai bersyair setelah mendapat kesadaran.

Pria itu tetap memasang senyum lebar menjejerkan gigi. Tidak merasa bersalah telah menyamakan jari seorang wanita dengan jari jerapah. Keterlaluan.

Si Noona menggeleng-gelengkan kepala. Bibir tipis si Noona bergerak anggun, mengatakan sesuatu yang menampar Chanyeol. “Aku sudah menikah dan ini cincinku,” katanya sembari menegaskan telapak tangannya tepat di depan hidung Chanyeol. “Aku juga sedang hamil. Sepertinya, wanita yang sudah menikah ditambah hamil tidak cocok menjadi teman kencan bocah tengil sepertimu.” Noona bersurai merah itu menambahkan, sebelum meninggalkan Chanyeol keluar rungan.

Mulut Chanyeol terbuka sangat lebar seperti kuda nil yang sedang menguap.

Baekhyun tertawa terbahak-bahak, sesekali bersuara mengenai Chanyeol si penakluk wanita hamil dan penggangu rumah tangga orang.


Hidden Chocolate

Hidden Chocolate

Minah mengetuk sepatunya, kesal. Gadis itu terjebak hujan di halte dekat sekolahnya. Tak hanya waktunya yang dirampas rinai air, seragam dan sepatu ikut kuyup. Minah membuka tasnya, mengabsen barang apa saja yang basah. Ternyata, tidak ada. Untung, dulu ia mengikuti saran ibu untuk membeli tas kedap air. Ketika netranya asyik memindai, mata gadis itu menangkap kotak kado berwarna merah jambu.

Minah menatap lamat-lamat kotak yang ada di tangannya. Ia tahu benar apa isinya, cokelat. Gadis itu seharusnya memberikan cokelat valentine pada seseorang. Namun, diurungkan karena nampaknya si Pemuda sudah mendapatkan cokelat dari gadis-gadis lain.

“Lebih baik kumakan sendiri.” Gumam Minah sembari mencuil cokelat berbentuk abstrak buatannya. Ia mengunyah dengan semangat. “Yang pentingkan rasanya, bukan bentuknya.” Minah melanjutkan pujiannya pada cokelat yang seharusnya berbentuk hati itu.

“Hai,” sapa seseorang yang baru saja berlari menuju halte.

Minah hampir saja tersedak lalu berguling-guling di tanah mendapati siapa yang datang. Minseok!

Tergagap Minha menjawab. “H-hai.”

Minseok duduk di samping Minah kemudian menepuk-nepuk bajunya yang kebasahan. “Kita terjebak hujan,” kata teman sekelas Minah itu.

Minah mengangguk. Tangannya masih tergantung hendak menyuapkan cokelat ke mulut.

“Kau juga dapat cokelat?” Tanya Minseok.

Minah menggeleng.

“Lalu, cokelat itu dari siapa?” Pemuda itu kembali bertanya. Tingkat keingin tahuan Minseok sangat tinggi.

Minah menautkan alis, tampak berpikir. “Ini aku beli sendiri. Aku makan sendiri.” Cetus gadis itu. Seharusnya ini untukmu, bodoh. Minah menguarkan fakta di dalam kepalanya.

Minseok tersenyum. “Toko mana yang menjual cokelat berbentuk aneh seperti ini?” Ia menunjuk cokelat yang ada di pangkuan Minah.

“Baiklah, aku membuatnya sendiri. Sudah jangan tanya-tanya,” kata Minah galak. Gadis itu merasa kikuk dan ingin menyudahi topik sensitif yang berusaha diungkit Minseok.

“Aku dapat banyak cokelat.”

Minah mencebik. “Iya, tahu.”

“Tapi, aku kecewa.”

Minah mendengus. “Kenapa? Apa cokelat yang kau dapat kurang banyak? Aku rasa tumpukan cokelat dari para gadis tadi cukup untuk membuka pabrik selai cokelat.” Gadis itu menggebu-gebu, terlihat sekali jika ia err… cemburu.

Minseok terkekeh, kalem. “Bukan begitu. Hanya saja saat banyak orang memberimu sesuatu, tapi orang paling penting malah tidak memberikan, rasanya jadi ada yang hilang.”

Minah mengigit bibir. “Aku tidak paham.”

“Gadis yang aku sukai tidak memberiku cokelat.” Gumam Minseok, akhirnya.

Ah, Minah patah hati. Jadi, Minseok sudah menyukai seorang gadis. Hm.

Minah tersenyum kecut. “Kalau begitu minta saja cokelat padanya. Tidak semua gadis tahu, kau mengharapkan cokelat darinya. Apalagi, kau dapat banyak cokelat.” Minah menyarankan dengan setengah hati.

“Apa kau yakin gadis itu akan mau memberiku cokelat?”

Minah mengangguk. “Iya, cobalah. Mumpung ini masih valentine.”

Minseok tampak merenung, menatap buliran air yang menetes. “Aku sangat menyukai gadis itu.”

Minah menghela napas berat. Oh, hatinya sudah jadi butiran debu. Minah menunduk memandangi tali sepatunya. Ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan. Orang seperti Minseok memang seharusnya, sudah memiliki kekasih, batin Minah sendu.

Ditengah-tengah acara gundah gulananya. Cuping telinga Minah menangkap satu permintaan yang membuat semburat merah muncul di pipinya.

“Minah, apa boleh aku meminta cokelat darimu?”

‘Minah boleh tidak aku meminta hatimu?’ Minseok membenarkan dalam pikirannya.


Beautiful More Than Roses

beautiful more than rose

Yixing selalu memiliki caranya untuk menikmati malam valentine bersama kekasihnya. Walaupun, mereka hanya duduk di ruang santai rumah Qian. Gadis itu sedang pilek berat, acara yang dirancang mereka gagal total. Hal itu tak lantas membuat Yixing kehabisan akal agar dapat menyenangkan gadisnya.

“Bunga ini indah sekali,” kata Qian pelan, tetapi cukup terdengar Yixing. Gadis itu sedang mengagumi buket mawar putih sebesar pelukannya.

Yixing mengelus puncak kepala Qian, lalu mengecup pipi kekasihnya. “Jangan dilihat seperti itu. Kasihan bunganya.”

Netra Qian masih bergeming pada poros yang sama. “Kenapa kasihan?” tanyanya.

Yixing tersenyum, memamerkan lesung pipi. “Nanti bunganya layu.” Jawab pria bersurai hitam itu.

Qian memutar bola mata. “Memangnya aku penyihir jahat, sehingga membuat bunga layu.”

“Bukan seperti itu logikanya.” Yixing menolak argumen Qian.

“Lalu?” Qian meletakkan buket bunganya. Ia beringsut ke pelukan Yixing yang selalu hangat, menghirup dalam-dalam aroma favoritnya.

Yixing membelai lengan Qian. “Bunga itu layu karena malu.”

“Kenapa malu?” Qian belum menyerah.

Yixing terkekeh lalu menjawab. “Malu karena bertemu gadis secantik dirimu dan bunga itu kalah cantik.”

Qian berakting seakan-akan ingin muntah. “Awful,” ejeknya.

Yixing terkekeh, kemudian mempertemukan bibir mereka.


How To Be Panda

How To Be Panda

Lynn mengekori Tao yang sedang kegirangan akibat hadiah valentine dari dirinya. Lynn memberi pria manja itu satu set mug berbentuk panda. Lynn tentu ikut senang, apabila lelaki yang dicintainya gembira. Tapi, ia tidak berharap Tao akan bahagia jika melupakannya seperti ini. Tao lupa akan gadisnya dan lebih memilih bermesraan dengan panda. Ugh. Semua yang berkaitan dengan panda, membuat Lynn cemburu.

“Koleksi pandamu sudah banyak,” ujar Lynn memulai percakapan. Gadis itu duduk santai di atas ranjang milik kekasihnya, sementara Tao sibuk menata perabotan panda.

“Iya, setengah pandaku hadiah darimu. Jadi, aku harus menjaga mereka dengan baik.” Tao bergumam, tangannya masih sibuk memindahkan boneka dan vas berbentuk panda.

Lynn cemberut. Ia menyilangkan tangan di depan dada. “Huang Zi Tao, jika kau diminta memilih, aku atau pandamu. Apa yang akan kau pilih?” Gadis itu bertanya dengan suara bergetar. Takut-takut kalau ternyata Tao lebih mencintai panda daripada dirinya.

Pria itu malah tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan Lynn.

“Jangan tertawa, jawab cepat!” Seru Lynn, kesal.

Puas tertawa, Tao berdeham. “Oke, jangan marah. Jujur, aku akan memilih—“

“Kau harus memilihku.” Lynn menyela, ia mulai bersikap menyebalkan.

“Kenapa aku harus memilihmu? Apa kelebihanmu daripada panda?” tanya Tao, menyembunyikan tawanya di ujung kalimat.

Lynn berpikir sejenak sebelum menjawab. “Karena aku manusia, aku lebih cantik daripada panda, aku punya rambut coklat, aku lebih pandai, dan aku tidak gendut.” Jelas Lynn.

Tao beringsek duduk di samping Lynn sembari menyambar boneka panda. “Aku suka yang gendut seperti ini,” kata Tao. Ia memencet perut boneka panda yang ia bawa. “Dan wajah panda lebih unik.” Tao menambahkan.

Lynn semakin mencebik. “Benar, aku tidak punya coreng hitam seperti panda.” Kini giliran Lynn yang menunjuk paras si Panda. Terpancar jelas kekecewaan pada sorot netranya. Lynn berharap ia bertransformasi menjadi panda sekarang juga. Agar Tao menyukainya. “Lynn ingin jadi panda, biar Tao lebih menyukai Lynn.” Gadis berusia dua puluh tahun itu menyuarakan benaknya.

Raut Tao melembut. Ia tersenyum miring. Jemarinya mengusap pipi gadis itu. “Begini saja sudah membuatku suka setengah mati sampai terjungkal, kemudian bangun lagi.” Tao berujar diselingi nada jenaka.

Lynn ternyata masih tidak terima. “Tapi, kau lebih suka panda. Aku tetap ingin jadi panda.”

“Aku bisa merubahmu jadi panda.” Ungkap Tao akhirnya.Pria itu menepis rengekan kekasihnya.

“Bagaimana caranya?” tanya Lynn bersemangat.

“Tutup matamu,” perintah Tao. Lynn hendak bertanya, namun ia memutuskan menurut. Gadis itu menutup matanya, sembari menunggu apa yang akan dilakukan Tao.

Lamat-lamat Tao menatap Lynn. Ia beranjak mengecup puncak kepala Lynn dan turun menuju kelopak mata sebelah kanan gadisnya. “Secara ajaib kau akan punya bulatan hitam panda.” Tao kembali mengecup kelopak Lynn, kali ini sebelah kiri. “Panda paling cantik yang pernah kukenal.” Tao melepaskan paras Lynn. Gadis itu membuka mata, mempertemukan netra mereka.

Lynn tersenyum. Menarik kemeja Tao, mendaratkan kecupan ringan di bibir kekasihnya. “Pandaku, Huang Zi Tao.”

Pipi Tao bersemu merah.

-oOo-

a/n:

Hai, ini menye-menye sekali, aku tahu. Hahaha. Gakpapakan sekali-kali begini. Ini langsung aku post 5 Ficlet jadi satu. Sebelumnya sudah ada Chen, jadi kurang enam member EXO lagi hehehe.

Terimakasih sudah membaca.

Advertisements

60 thoughts on “[Bagian 1] EXO’s Valentine

  1. Sumpah deh,,pengen muntah muntah gegara semuanya tuh manis bgt kyaaa,,,dan 5 in 1 ficle tuh jadinya asyik gitu,,/eww/

  2. Pingback: Would You? | SAY KOREAN FANFICTION

  3. Pingback: [Ficlet] Would You? | Fanfiction Jukebox

  4. Minseok.. How sweet…
    Ampun Park Chanyeol, gimana itu malu banget pasti.. Lagi mau-maunya terprovokasi baekhyun..
    Nice ff ^^

  5. Pingback: Personal Favorite List (2002) | tmd

  6. Pingback: [1] EXO’s Valentine | SAY - Korean Fanfiction

  7. iya kak, ini menye” skali (hiahaha.. sy lho nda tau apa itu menye”… GUBRAAKK..)
    romantis kah?
    huehe..
    itu ckakakak.. chanyeol.. huhuhu.. malang kmu menggoda ibu” yg sedang hamil
    hohoho.. ini bner” menghibur sy☺

  8. apa apaan ini yhaaaaaaaa gombal semua astaga/blush/ yampun kak ini aku bacanya tengah malem loh ya sambil cengengesan sendiri kek orang gawaras ditambah gegulingan dikasur.g

    ‘ Baekhyun tertawa terbahak-bahak, sesekali bersuara mengenai Chanyeol si penakluk wanita hamil dan penggangu rumah tangga orang’ bentar ngakak dulu bhahahhaq kesian amat si canyol perasaan weh,eh btw dia kan emang pho,hubungan rumah tangga gue sama sehun juga diganggu ama dia/apaini//abaikan/

    lah biasanya pan cowo yg agresif tapi itu kenapa yang bersemu merah si tao bukan cewenya hhahha

    ‘Minah boleh tidak aku meminta hatimu?’ Minseok
    membenarkan dalam pikirannya.’ tay syekalee ini kak minseok yha,sudahlah bang ambil saja hati adek ini.saya pasrah/digaplok/

    ini keren kaaak~~ diabetes gue nya maah.gg manis banget si,juara deh bikin yang cheesy fluffy/? kek gini

  9. Ohh my… ini bener2 bikin gila, stroke, kejang2. Sampe speechless nihh. Oya harusnya jgn pake kata “pilek” tapi “flu” soalnya kl pilek itu bahasa jawa kan??
    Harusnya juga judulnya chanyeol itu pake bahasa inggris biar pas aja gitu.
    ditunggu series dari member lain yaaa

  10. Pingback: [1] EXO’s Valentine | SAY - Korean Fanfiction

  11. AHAHAHAH CHANYEOL NGENES BANGET AHAHAHAH /tawajahat/
    duh suho mah biasa deh pasti maenannya duit -”
    aku suka deh ficletnya minseok ama minah! mereka sweet banget ❤ keren kan keren! aku tunggu versi kris ama kai hahaha

  12. AHAHAHAH CHANYEOL NGENES BANGET AHAHAHAH /tawajahat/
    duh suho mah biasa deh pasti maenannya duit -”
    aku suka deh ficletnya minseok ama minah! mereka sweet banget ❤ keren kan keren! aku versi kris ama kai hahaha tunggu

  13. Aduuhh itu yang minseok gk nahann ;^; kalo mau buat yg dyo ditambah gula 1 karung yang biar manis !! Ditunggu juga ficlet ficlet manis campur angst buatan kamuu.

  14. OMAIGAWDDDD INI SANGAT MANISSSSSSSSSSSS T_T TOLONG UNTUK CHANYEOL. KALO ADA DIPOSISI DIA, HARGA DIRI SUDAH TIDAK BERARTI LAGI. GILAAAA INI MANIS BGT IWHHHHHH 😍😍😍😍😍😍😍😍

  15. yampun unnie >< mana bang umin biasku. uh, feelnya ngena banget, semuanya! yang bikin ngakak itu Chanyeol. bahkan dia gak peka waktu si noona nunjukin jari manisnya ke Chanyeol. kalo jadi Chanyeol kita berasa orang terkonyol mengencani wanita bersuami yang tengah hamil XD Baekhyun jebak Chanyeol XD good lah pokoknya unnie. keep writibg ya! ditunggu sisanya :3

  16. Aku paling suka punyanya minseok, gilaaa, si Chanyeol kok ngenes banget, sama noona noona lagi -_- But, overall I can’t stop to love it ^^

  17. Sweet banget, kisah” yang manis..:-)
    Pengen jadi salah satu dari OC tersebut.,hhe
    Ditunggu juga kisah valentine member” EXO lainnya. Apalagi magnae line.
    Dan kelanjutan ff sad movie..:-)
    Keep writing ya saeng, fighting!

  18. ngakak yg versi chanyeol
    ‘pria si penakluk wanita hamil’ hahahhha
    dikerjain baekhyun jgn2
    simple tp sweet bgt critanya .. plg suka yg minseok

Sudahkah Kamu Meninggalkan Jejak?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s