[C] Chronicles of Perfection

large (1)

[Twelveblossom – Ficlet (+/-600 wc) – Romance & Slice of Life – Series – Kai/Kim Jongin, Soojung, Suho, Irene, etc]

Prev : [A] [B]

“Bravo!” Seru Soojung, suaranya ceria namun berkebalikan dengan rautnya. Ia meneliti kemeja merah mudanya yang kacau, akibat kelakuan brutal Irene.

Jongin yang menduduki kursi penumpang di samping gadis itu, menghela napas panjang. “Maaf,” ucapnya singkat. Permohonan maafnya terdengar main-main.

Pundak Soojung melejit. “Sudah biasa, dulu mantan pacarmu malah ada yang menjambak rambutku hingga mau lepas dari kepala.” Gadis itu menyindir.

Jongin tertawa hingga terbatuk-batuk, ia masih mengingat bagaimana ekspresi Soojung yang kaku saat itu.

“Demi Tuhan, Jongin. Ini bukan waktu yang tepat untuk tertawa.” Hardik Soojung. Netra gadis itu menyipit dan kedua tangannya berkacak pinggang.

Jongin berusaha menelan kekehannya. “Baiklah, nona muda. Kita akan mencari kemeja baru untukmu. Pak Lee, tolong berhenti di gerai noona.” Pria itu berucap pada Soojung dan pengemudi kendaraan yang mereka tumpangi.

“Kemarilah,” ajak Jongin saat menyadari jaraknya dengan Soojung. Gadis itu sengaja duduk di sudut, menatap jendela mobil.

Tak kunjung mendapatkan respons, Jongin beringsut menarik Soojung ke dalam pelukannya. “Jangan marah padaku,” gumam pria itu.

Soojung membalas pelukan Jongin lebih erat dari sebelumnya. “Kapan-kapan kalau kau ingin mencari kekasih jangan brutal dan agresif lagi.” Gadis itu mencebik.

“Beri aku kandidat, gadis mana lagi yang harus berkencan denganku,” kata Jongin.

Kentara sekali Soojung memutar bola matanya, jengah. Ia merebahkan kepalanya dalam kungkungan Jongin, berusaha menenangkan diri dan mencari kedamaian.

Sama halnya dengan gadisnya, Jongin memperoleh rasa nyaman melalui kegiatan sederhana mereka. Saling menyentuh serta menguraikan ketegangan sekitar.

“Jongin,” panggil gadis itu.

Jongin bergumam sebagai sahutan.

Soojung menahan napasnya saat mengucapkan ini, “Ia mengabariku akan kembali ke Seoul lusa.”

“Siapa?” tanya pria itu.

Soojung menjawab dengan bibir terkatup, “Kakakmu, Kim Suho.”

Napas Jongin berhenti tepat ketika Soojung menyelesaikan kalimatnya.

.

.

.

Gadis itu menerima begitu saja kecupan rindu dari kekasihnya. Walaupun tubuhnya tegak seperti takut di hukum, Soojung tetap pasrah.

Saat jarak di antara mereka mulai terenggut, Soojung dapat bernapas dengan teratur.

“Aku merindukanmu,” bisik pria itu pada akhirnya.

Soojung tidak membalas, ia hanya tersenyum sembari menyelami netranya sebentar. Kemudian gadis itu kembali fokus pada alat penggorengan.

“Kau tidak perlu memasak sebenarnya, Soo” Kata pria itu sembari melonggarkan dasinya. Kenyataannya Suho cukup lelah untuk dapat menunggu dengan sabar makan malamnya siap. Perjalanan London-Seoul bukan menjadi kegiatan favoritnya.

“Sudah cukup kau menikmati makanan luar seminggu penuh, Suho.” Ujar Soojung tangannya sibuk membenarkan apron. “Saatnya kau kembali ke rumah.” Lanjutnya.

Suho terkekeh, pria berusia 24 tahun itu mengelus surai Soojung. “Aku tidak ingin kau lelah. Kau baru saja pindah rumah, bukan?” Seloroh pria itu pada kekasihnya.

“Ya dan sayangnya kau tidak ada waktu untuk mengurus kepindahanku.” Rajuk gadis itu kemudian mematikan kompor, sepertinya pembicaraan mereka lebih menarik.

Suho melejitkan bahu, “Ada hal penting yang harus aku urus.”

“Aku kalah penting, tentu saja.” Gadis itu membalikkan tubuhnya.

Suho mengecup pipi kekasihnya, singkat. “Aku dengar Jongin membantumu. Kurasa itu saja sudah cukup mewakili.” Ia membenarkan anak rambut Soojung yang keluar dari jalurnya.

Gadis itu menghembuskan napas keras-keras seakan ucapan Suho telah ia prediksikan sebelumnya. “Jangan salahkan aku jika kau dan Jongin tenggelam, aku akan lebih dulu menyelamatkan adikmu itu.”

Suho tertawa, “Pilihan tepat. Aku bisa berenang lebih baik daripada Jongin.”

Soojung melangkah pergi dari dapur apartemen Suho. “Terserahlah,” gerutu gadis itu.

“Kau mau kemana?” tanya Suho sembari mengikuti Soojung menuju ruang tamu.

“Pulang,” jawabnya.

“Tinggalah di sini, sementara aku mencarikan rumah atau apartemen yang layak untukmu,” kata Suho. Pria itu memegang pergelangan tangan kekasihnya.

Soojung tertawa kecut. “Jongin juga mengatakan hal yang sama soal rumahku dan penawarannya serupa. Kakak dan adik sama saja, gemar sekali menghamburkan uang.” Rutukan Soojung tidak sampai di sana. Entah mengapa hari ini ia begitu sensitif sehingga mengatakan hal yang tidak-tidak. “Jujur saja, aku merasa sangat sedih akan beberapa kenyataan. Sebagai kekasihku kau selalu kalah cepat dengan adikmu. Kau mengabaikanku. Kim Suho ini benar-benar konyol tapi aku lebih merasakan jika yang menjadi kekasihku bukan kau, tetapi Kim Jongin—adikmu.” Soojung mengungkapkan unek-unek tanpa jeda.

Setelah selesai berdeklarasi, gadis itu pergi meninggalkan apartemen mewah kekasihnya disertai bantingan pintu, tanpa menoleh lagi.

Selama ini hubungan Suho dan Soojung terasa hambar, tanpa rasa. Suho menyerupakan Soojung layaknya pajangan yang dapat ia pamerkan pada rekan bisnis. Oleh sebab itu, Soojung tak terlampau sakit hati, ketika Suho memilih tidak mengejarnya. Biasanya juga begitu—biasanya Soojung berusaha tidak mengindahkan keganjilan hubungannya dengan Suho. Tetapi, kali ini berbeda.

Soojung lelah dan—

—Aku muak dengan kepura-puraan ini, ungkap Soojung dalam diam.

-oOo-

a/n:  Page view-nya tinggi, tapi yang komentar sedikit (part sebelumnya). Oke, Titis mah apa mengharapkan komentar dari kalian lol. Terima kasih ya yang sudah berkomentar dan sudah membaca :).

Advertisements

178 thoughts on “[C] Chronicles of Perfection

  1. Ternyata main belakang juga sama Jongin. Kasian Soojung. Udah di sakitin Irene, di abaikan Suho. Udahlah ama Jongin aja

  2. Wayoloh soojung unni😳 Kenapa hubungan kalian segelap kulit kkamjong😳

    Gak deng kuliat kkamjong eksotis.

    Ff ini cocok jadi film pendek dokumenter Ada Apa Dengan Krystal.

    Nexteuuu! /quickly jumps to the next chapter

  3. woohoooo!
    suho pacaran sm krystal knbapa cobaa?
    kalau uda garing ya coba cari msalah, jadi serba salah gtu kesannya
    krystal jadi kelibat cinta segitiga

  4. Udalah itu jongin sama soojung resmiin aja hubungannya. dan putusin pacar masing2, ‘kan simple hehe
    Kalau kaya gitu mah semuanya bakalan sakit hati

  5. Cie cinta segitiga, Uda gih putus ae drpd makin nyesek soojung duh💔
    Kyknya ntar suho sama irene deh/? *Sotau idih😂

Sudahkah Kamu Meninggalkan Jejak?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s