[D] Chronicles of Perfection

large (1)

[Twelveblossom – Ficlet (+/-600 wc) – Romance & Slice of Life – Series – Kai/Kim Jongin, Soojung, etc]

Prev : [A] [B] [C]

Jongin mengamati Soojung yang sibuk mencatat sesuatu di buku kecil. Pria itu mengganti kaosnya yang basah oleh keringat sehabis latihan, kemudian menghampiri Soojung.

“Excuse me, Miss.” Kata Jongin, lalu duduk di samping Soojung.

Gadis itu tidak memberikan atensi pada Jongin, ia hanya bergumam tidak jelas sebagai respons.

“Aku kira kau bakal minta cuti dan menghabiskan malammu dengan kakakku.” Jongin mengungkapkan pemikiran yang sedari tadi menganggu konsentrasinya. “Kau mencatat apa, sih?” tanya Jongin, kesal, merasa diabaikan. Sekali lagi Soojung hanya menggunakan bahasa non-verbal untuk meladeni pria itu. Cekatan tangan Jongin merebut peralatan tulis Soojung.

“Demi Tuhan, Jongin. Jangan mengangguku!” Seruan Soojung bergema di seluruh bagian ruang latihan. “Kalau kau sudah selesai berlatih, pulanglah. Tinggalkan aku sendiri.” Gadis itu melanjutkan cebikkan.

“Apa kau sedang memiliki masalah?” Jongin penasaran, membuat mericuh. Pria itu dengan telaten menunggu pernyataan gadisnya. “Apa masalah itu berkaitan dengan Suho?” Tanyanya lagi.

Soojung enggan menyembunyikan kegelisahan. Ia menelan banyak-banyak gengsi yang sedari lama disembunyikan. “Pilihanku salah, Jongin.” Gumam gadis itu pada akhirnya.

Jongin mengusap sisa-sisa peluh sembari berpikir. Ia tampak mencerna baik-baik, makna yang berusaha Soojung sampaikan. “Kau hanya terbawa suasana. Paling-paling kau akan menganggap Suho pria paling menawan lagi, setelah amarahmu reda.” Ujar Jongin, menyisipkan senyum miring di akhir ucapan.

Jemari Soojung beranjak untuk bertautan dengan lawannya. “Ini kekanakan, tapi keinginanku memilikimu lebih besar, daripada semua hal yang aku inginkan sekarang,” gumam gadis itu sambil memangkas jarak.

Jongin meraih tengkuk gadisnya. “Aku dapat menjadi malammu, Jung Soojung. Aku tempatmu beristirahat jika kau lelah,” ujar pria itu. Jongin mengecup puncak kepala Soojung, sebelum melanjutkan. “Tapi, aku tidak bisa menjadi mataharimu. Aku bukan pria yang dapat memberikan segalanya.”

“Masa bodoh dengan matahari. Aku bisa menyalakan lampu jika butuh penerangan,” cemooh Soojung.

Jongin tertawa. ” Dasar keras kepala,” ujarnya kemudian menarik gadis itu ke dalam pelukan.

“Jongin, boleh tidak aku merayumu?” tanya Soojung.

Jongin mengangguk, mengiyakan gagasan gadis itu meski kedua alisnya tertaut.

“Apa kau tau, Kim Jongin?” Soojung memulai.

Jongin terkekeh. “Tentu saja tidak.”

Gadis itu menegakkan tubuhnya. Ia memperdalam tatapan pada pria bernetra kelabu lalu berucap. “Hanya kau yang bisa dan mengerti semua keinginanku. Cuma kau yang tahu bagaimana cara yang tepat untuk mencintaiku,” ungkap Soojung dalam satu tarikan napas. “Aku tidak dapat memikirkan kandidat lain. Kau satu-satunya.” Lanjut Soojung, lalu mengecup pipi Jongin.

“Aku mencintaimu lebih banyak, daripada caraku mencintai diriku sendiri,” sahut pria itu.

Soojung tersenyum. “Aku berandai-andai, kalau kita berjumpa lebih awal, dibandingkan pertemuanku dengan  Suho. Apa aku akan mencintaimu juga? Dimana kita sekarang jika hal itu terjadi?”

“Kau jelas akan mencintaiku, lebih besar dari caraku. Jika hal itu terjadi, kita akan berada di teras rumahmu menyeduh teh dan menikmatinya bersama. Tanpa mengkhawatirkan keberadaan Suho.”

“Indah sekali,” sindir Soojung. “Ritual minum teh yang membosankan bisa menjadi begitu menyenangkan.” Lanjut gadis itu.

Jongin tidak memberikan respons, lebih banyak selain bergumam. Pria itu merenung sambil membelai surai merah gadisnya. Kelebatan segala kenangan mulai merenggutnya dari  kesadaran. Berbagai banyak kemungkinan yang ia inginkan.

Kalau-kalau Jongin memiliki mesin waktu, sanggupakah ia merubah segalanya?

Atau—

—Jika, Jongin punya pengendali kematian, siapa yang pertama kali ia enyahkan?

Suho, nama itu tercetus begitu cepat di pikiran Jongin.l

“Jongin?” panggil Soojung.

Suaranya menjawab, “Yes, love.”

Soojung menilik lamunan Jongin. “Orang lain akan berpikir kita sempurna. Kau punya karir yang memukau, tampan, dan gadis-gadis memujamu. Sayangnya, kau malah menjatuhkan hatimu pada gadis yang tidak tepat.” Gadis itu berkata. “Kau malah mencintai kekasih kakakmu, konyol.” Lanjutnya.

Sudut-sudut bibir Jongin berkedut. “Tidak kalah darimu, bukan?” Pria itu memancing.

Soojung tersenyum kecil. “Kehidupanku sempurna. Gadis biasa yang dicintai pria luar biasa. Tipe pria yang rela menyerahkan seluruh kekayaannya untukku. Tetapi—”

“—kau malah lebih meyukai dan menghabiskan malam dengan adik pria itu. Kau kesepian.” Potong Jongin. Pria itu membelai paras Soojung. “Aku tidak bilang kau mencintaiku Jung Soojung karena hatimu tak pernah melakukan itu.” Seloroh Jongin.

Lengkungan bibir Soojung menghilang. “Andai aku layak, aku pasti mencintaimu lebih besar dari yang sanggup kau berikan,” katanya.

“Jangan pernah menjadi layak,” bisik Jongin kemudian beranjak meninggalkan Soojung tertegun sendirian.

Bagaimana mungkin aku menjadi layak, jika aku tidak pernah memiliki hak untuk itu, Kim Jongin?

Hak untuk menjadi gadis biasa.

-oOo-

a/n: Satu, dua atau tiga part terakhir. Semoga FF ini bisa tamat :”).

Advertisements

171 thoughts on “[D] Chronicles of Perfection

  1. Tuh kan udah jelas. Tinggal dua duanya buka hati aja udah ini mah. Soojung lepasin suho ajalah. Buat apa punya pacar kalo rasanya hampa.

  2. “Andai aku layak, aku pasti mencintaimu lebih besar dari yang sanggup kau berikan,”

    Yawloh itu kata-kata gw yang disimpan untuk doi…aing jadi baper *lah jd curhat*

  3. “Bagaimana mungkin aku menjadi layak, jika aku tidak pernah memiliki hak untuk itu, Kim Jongin?”

    Dor! Heheheheh senyumin aja: D

    Gimana kelanjutannya jengjeng next chapteeeer😳

  4. Ceritanyabagus banget, hehe… Tapi ada cerita awalnya gk sebelum Chronicles of Perfection? Pengen tau gimana mereka semua bisa ketemu, heheh.

  5. “Kau kesepian” berasa jleb banget buat kai yah authornim hiks. Satu episode lagi dan finished ah rasanya masih blm pengen selesei

  6. plis krys
    putusin aja suho
    daripada awkard gini kan kesannya
    selesain baik”
    kalau bisa kai jga
    buat ke media pengakuan kalau dia ud ptus gtu sm irene
    biar kedepannya ga gtu menyusahkan
    toh mreka 2 ud suka 1 sm lain

  7. ini bagus bgt thor. tapi aku ga ngerti sm jalan pikir jongin sm krystal. knp mereka gak jafian aja kalo smsm suka. gpp sih tapi yg penting mereka happy ending deh

Sudahkah Kamu Meninggalkan Jejak?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s