Simply Talk About Us

simply

[Twelveblossom – Oh Sehun & Jung Nara – Slice of Life – PG-13 – Ficlet]

Tertegun. Sekali lagi, netra ini terbelenggu pada fokus yang berulang. Dari kejauhan aku menetapkan komunikan yang akan menerima pesanku. Ia nampaknya paham dengan tanda-tanda yang berusaha kurakit untuknya. Terlihat ia menganggukkan kepala, bibirnya bergerak pelan mengucapkan kata ‘keluar’ dalam diam. Aku menurutinya, secepat yang kumampu.
“Sudah kukatakan, jangan datang ke acara ini!” Seruan itu menghardik tepat setelah kakiku melangkah ke pintu keluar. Serantanan tangan kokoh yang telah kukenal memaksa diriku mengikutinya, menuju taman belakang. Pria itu baru berhenti ketika menemukan sudut yang lebih hening, jauh dari hingar bingar pesta di dalam sana.
Aku menatap paras apiknya. Surai secoklat dahan pohon Ek, kulit seputih susu, bibir memukau, dan bentuk lengkungan lain yang memasukkannya pada kategori rupawan. Mata ini masih sibuk membelainya saat pria itu menyampirkan jas hitam ke bahuku. Membuat tubuhku merasakan kehangatan.
“Aku baik-baik saja, Sehun.” Ucapku berusaha mengalihkan atensinya pada hal yang tak perlu.
Sehun mendengus. Seakan menghina atas pernyataan yang kukoarkan. Ia jelas-jelas meragukan keakuratannya. “Tapi, gerakan non-verbalmu tidak menunjukkan, jika dirimu baik-baik saja.” Pria itu menggenggam jemariku, berusaha menaikkan suhu tubuh ini. “Aku antar kau pulang,” lanjutnya.
Tanpa perlu berpikir lama, aku segera menggeleng. Menolak ajakkan Sehun. “Aku belum mengucapkan selamat untuk mereka.” Selorohku pelan.
“Tidak usah sok kuat. Seorang mantan kekasih tidak perlu mengucapkan selamat untuk mantan kekasihnya yang sudah menikah,” sambar Sehun sembari memutar bola matanya. Jengah.
Dalam hati aku merutuki sikap Sehun. Lagaknya ia mengetahui segalanya. Walaupun, diriku bagai buku yang terbuka untuknya, Sehun masih saja sering melewatan beberapa hal. “Oh Sehun, aku tidak pernah menjadi mantan kekasih Kris,” ungkapku penuh penekanan.

Aku mulai berjalan mendahului Sehun.
Kaki panjang pria itu, memberikan keuntungan untuknya. Ia jadi lebih mudah menyamai langkahku yang jauh di depan.
“Hmm,” Sehun bergumam. Pria itu mengelus-ngelus dagu. Gerakan refleks Sehun saat ia ingin menggodaku. “Jangan-jangan tahap delusimu terhadapnya sudah sampai kau dan Kris menikah.” Kata Sehun, pelan namun tajam.
Aku mencebik. Meliriknya sekilas dengan malas. “Kau pikir aku gila,” ujarku jengkel.
“Kau memang sudah gila, Jung Nara.” Balas Sehun sembari memeluk dan menepuk-nepuk bahuku.
“Jangankan menjadi pendamping hidup Kris, menjadi kekasihnya saja tidak. Demi Tuhan, aku bahkan tidak pernah jatuh cinta pada Kris.” Bibir ini melakukan pembelaan. Salah paham yang terjadi sangat pelik. Apalagi, dibumbui dengan kegemaran Sehun yang suka bergosip.
Sehun tertawa keras melihat parasku yang diyakininya menjadi ekspresi gadis paling konyol sepanjang tahun. Ia mencubit pipiku setelah puas dengan kekehannya.
“Aku pernah membaca buku harianmu, dulu sewaktu kita masih duduk di senior high school.” Sehun mengaku. Pria itu membukakan pintu kendaraannya untukku.
Aku menunggunya duduk di kursi kemudi sebelum menggelontorkan pertanyaan. “Lalu, apa hubungannya dengan pernikahan Kris hari ini?”
Sehun mengedikkan bahu. “Kau menuliskan di buku konyol itu bahwa dirimu sedang jatuh cinta… dengan sahabatmu. Well, kau itu gadis primitf yang tidak punya teman. Kau hanya punya Kris dan aku sebagai sahabat, itu pun terpaksa―kita bertetangga.” Ungkap Sehun yang langsung mendapatkan geraman pelan dariku. Pria itu tidak menggubris, malah memainkan kunci mobilnya, ia enggan melajukan kendaraan, seperti ingin bermain-main terlebih dahulu.
Aku sudah tahu sejak lama jika Sehun dan Kris mengintip buku harianku. Kris memberitahuku soal itu, lebih tepatnya menanyakan kepastian akan hal yang tertulis di dalamnya. Sehun memiliki sikap yang berbeda, ia membuat kesimpulannya sendiri, daripada mencari fakta.
“Lalu kau beranggapan jika aku menyukai Kris, begitu?” Aku bertanya sembari menahan senyum.
Sehun mengangguk. “Kau membuatku patah hati, jujur saja. Agak kekanakan memang, dari dulu aku khawatir jika kalian pada akhirnya menjadi sepasang kekasih―”
“―kemudian melupakanmu.” Aku memotong ucapannya. “Sayangnya aku tidak akan melakukan itu. Justru, kau seharusnya khawatir jika kita melupakan Kris pada akhirnya,” ujarku acuh. Aku membenarkan lipatan gaun merah jambu yang sedang kukenakan, sebelum mendapati raut bertanya-tanya pria berusia 23 tahun itu.
“Jadi, apa maksudmu?” tanyanya.
Aku berdeham. “Percuma kau mendapatkan semua sertifikat olimpiade Matematika itu, jika otakmu tidak bekerja pada waktu yang tepat.” Aku menjawab pertanyaannya dengan ejekkan.
“Jung Nara, katakan sekarang apa maksudmu atau aku akan membuangmu ke jurang terdekat.” Sehun mengancamku, bibirnya membentuk garis tipis.
“Memangnya kau tega membuang gadis yang kau cintai ini?” tanyaku membalik ucapannya. Aku tertawa dalam hati.
Paras Sehun memberikan respons kentara. Berawal dari raut kaget, kemudian bingung, dilanjutkan dengan malu-malu. “Bagaimana kau bisa tahu?” Tanya Sehun, suaranya serupa cicitan tikus yang bersembunyi di kolong tempat tidur.

Aku memposisikan tubuhku menyamping, agar dapat memindai lebih cermat sikap Sehun. “Tertulis jelas di wajahmu.” Jawabku singkat.

Sehun membalas tatapanku, lantas tersenyum. “Memalukan,” ujarnya.

“Tidak juga, lagi pula aku juga menyukaimu. Aku menulis banyak hal mengenai dirimu di buku harian masa pubertas,” kataku sembari mencuri pandang pada arloji silver yang bertengger di pergelangan tangan. “Kita hampir saja menghabiskan 30 menit hanya untuk perbincangan tidak bermutu ini,” selorohku.

Sehun meringis. “Aku antar kau pulang―”

“―tentu saja kau harus mengantarkanku pulang. Aku sudah duduk lama di sini.” Aku memotong ucapannya.

“Lucu sekali, sekarang kau dan aku dengan terbuka mengakui jika kita saling jatuh cinta.” Sehun memulai perbincangan, setelah mobil yang kami tumpangi melenggang menuju jalan raya.

“Benar, kalau dipikir-pikir―apabila aku mengatakan perasaanku padamu sejak dulu, mungkin Kris tidak akan menikah mendahului kita.” Aku menguatkan opininya.Sehun mengulurkan telunjuknya kemudian menyentil kepalaku. “Percaya diri sekali, kau Nona Jung.” Ejek Sehun disertai tawa nyaringnya.

Aku mengikuti kegembiraan Sehun. “Aku dulu tidak mengatakan, jika aku menyukaimu karena takut tertolak.” Perlahan-lahan aku mulai mengakui satu persatu hal yang sebenarnya tabu diperbincangkan.

Sehun menautkan alis. “Aku juga. Sebenarnya, lebih menjurus pada gengsi. Perasaan itu ada untuk diungkapkan entah nanti hasilnya seperti apa. Daripada berspekulasi yang tidak-tidak, kemudian menyesal. Apa jadinya aku jika kau bersama yang lain?” Pria itu mengoceh. Netranya tidak lepas dari lintasan yang ada di hadapannya.

“Mungkin, kau akan terkena guncangan jiwa.” Imbuhku pada topik yang terbawa santai ini.

Sehun mendengus. “Gadis gila,” kata pria itu.

“Terus saja mengataiku gila. Aku tidak akan menerima lamaranmu, walaupun kau berguling-guling di hadapanku mulai matahari terbit hingga matahari terbenam.” Aku mengancam Sehun.

Pria itu nampaknya tidak terpengaruh dengan ucapanku, ia malah tertawa hingga matanya membentuk simpul yang menyerupai bulan sabit.

“Sehun!” seruanku berdengung mengisi ruang kendaraan yang kami gunakan.

Sebagai aktualisasi akan keberadaannya, Sehun meraih jemariku. Ia mengecupnya sekilas, kemudian membiarkan tangan kami bertautan. “Gadis gila, tapi membuatku jatuh cinta segila-gilanya,” pengakuannya menutup perbincangan kami.

-oOo-

a/n:

Hai, semoga hari kalian menyenangkan.

Ini dia tulisanku kalau mengalami writer’s block tapi tapi tapi maksa nulis. Aku nentuin judulnya aja bingung. Tanpa rasa, tanpa bumbu, dan hambar :'(. Sebenarnya, Ficlet ini mau aku kirim untuk ikut kompetisi di salah satu blog tapi tapi tapi ini gak layak. Dan aku dari kemarin pengen banget ngepost di blog, tapi tapi tapi gak tau mau ngepost apa. Akhirnyaaa… ini dia, aku post di blog aja. Maaf ya sudah bikin kamu yang sudah menyediakan waktu buat baca tulisan ini, malah disuguhi dengan FF yang tidak layak. Oh ya, mohon maaf lahir dan batin dan selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakan.

P.s: Semoga gak ada typo, ini belum aku baca ulang.

Advertisements

125 thoughts on “Simply Talk About Us

  1. Sekeren ini kena writer’s block?
    Kata-katanya bagus bgt, Ka Titiiiis 😍
    Cuma karena gengsi dan ke tidak pekaan mereka 😅
    Tapi sweet bgt 😊

  2. sumpah tulisan dan kata” kamu keren bgt kak….
    moment” mereka bner” manis dan syang untuk dilewatkan…

  3. Intinya sama sama kejebak rasa gengsi eaaa syukur gak nikah sama kris bisa bunuh diri beneran dia sehun wkwk, untung saling ngaku ya kan seenggaknya jadi gak ngerasain suatu penyesalan, kenapa sihh ff sehun nara nya manis banget ? Berasa banget gitu feel nya

  4. Pernyataan cinta yg unik 😀 mereka bukan kayak ngebahas tentang perasaan masing” tapi malah kayak bercandaan doang 😀 hahaha. Tapi berhubung udah sayang sama pasangan ini, jadi apapun yg mereka lakuin selalu romantis buat aku 🙂 bighug buat nara-sehun ({})

  5. nggak tau knpa kalo sehun sama nara itu manis banget. padahal nggak ada romantis romantisnya. malah dialog yang kayak guyonan ringan itu yang bikin iri.
    ah andai sehun sama aku aja

  6. Jiaaaah akhirnya mereka ngaku kalau sama-sama jatuh cinta dipernikahan sahabatnya sendiri, keren kak feelnya ngena, saya yang baca jadi senyum-senyum gak jelas…
    suka banget sesuai sama judulnya simply…

  7. Emang ya kl udh kena writer block itu susah bgt, bahkan lebih susah dari pada blajar nulis dr nol.. Semangat ya ka author, smoga dapet inspirasi lagi !! >.<

  8. Aw, I feel like I just read a classical romance story. Muda-mudi yang malu-malu, tapi saling terbuka pada akhirnya dan terbakar karena kehangatan-kehangatan sederhana 😉

  9. hiiii^^ kakkkkkk.
    selamat Rayaaa^^
    aku enggak ngerti kenapa kakak bilang ini ff ga layak? karna aku suka
    gatau deh emang uda cinta sama tulisan kakak atau gimana?
    tapi aku rasa baguusss kok kak ^^

  10. Dan aq baru baca sekarang,, keknya udah buka blognya terus saat mau baca tiba2 hp mati ngehang jd belom sempet kebaca 😀 ,,

    pdhl kris sahabat mereka berdua,,tp emang sehun yg egois,masa nara gx boleh ngucapin selamat ke kris,apalagi stlh mereka membuka diri,, uhh,,

  11. Gak tau kenapa kalo baca ff disini pasti baru ngerti jalan ceritanya kalo ff nya udah mau selesai. Banyak makna tersiratnya. Oya, outages masih dilanjut kan? Rencananya tiap dtg ke sini cuma mau baca outages aja tapi kok ff yg lain juga menarik utk dibaca tapi nunggu kalo udah ending dulu aja deh

  12. Ya ampun kakk ini walopun pendek tapi maniss bgt, kena bgt feelnya. Sehun tuh ya, ngomong suka aja susyah, masak harus yg ceweknya dulu yg ngomong duluan, lucu bgt hihihii

  13. Udah lama engga baca cerita tentang sehun lagi, lamaaaaa banget..

    Se write’s blocknya kaka, tetep bagus ko feelnya dapet, mesem2 sendiri sumpah bacanya, suka gitu emang baca hunra, mereka punya alur cerita tersendiri, dan aku suka semua cerita tentang sehun nara, gemez wkwkwk 😀

  14. Ini kena writer’s block? Padahal ini bagus banget loh. Suka banget sama bahasanya, simple tapi ngena banget :3 awwww

  15. un plis deh, inI udah keren. udah berhasil kok serious. bahasanya bikin ngefeel, inI aja bacanya sambil mesem2. wkwkwk aku suka bahasanya yg simple tapi enak bgt dibacanya. suka pokoknya

  16. oh my god! pertama kak aku bilang kalo kita punya nama oc yang sama sebagai pasangan oh sehun di dunia fanfiction yang super indah ini! kalo oc-ku namanya kim nara sih bukan jung nara hahaha

    oke lets talk about the story. aku langsung jatuh cinta sama tulisanmu kak:”” ringan, fluffy dan so much feel. i will definitely take my time to read your fict after trapped at the laboratory for the whole day.

    aku bayangin karakter sehun disini lucu banget hahaha. lawak dan rame. terus juara olimpiade pula. nara is so lucky to have a bestfriend and boyfriend like him. idenya sesuai sama judulnya ini beneran simple but still worth to read.

    kalo boleh jujur kak, ada beberapa bagian dialog yang aku bingung, siapa yang ngucapin kalimat ini-sehun atau nara karena jaraknya gak kentara jelas saat pergantian scene(???) apalagi aku bacanya via handphone.

    last, maaf kalo komenku campur aduk kayak gado-gadonya bahasanya. aku bingung mendeskripsikan perasaanku /blah/ dan percaya gak ini fict bahasa yang aku baca dan kasih komen pertama setelah ratusan hari aku hiatus wkwkwk. oke kak semangat nulisnya:)))))))

  17. sambil nunggu password sad movie baca” ff yg laen.. ^^
    writer’s block?? hasilnya ff ini?? bercanda pasti..
    ff nya bagus kok..critanya simple..
    aku suka caranya Titis nulis..bahasanya enak dibaca..

  18. Aku selalu suka tulisanmu thor..
    Indahnya hidup seperti jung nara, dicintai pria tampan seperti sehun 😪
    Semoga kak titis punya banyak waktu luang ya jadi bisa sering sering nulis dan di post disini hehe thx

  19. ya ampun Kak, lagi writer block aja bisa ngeluarin karya sekeren ini
    serius ini keren banget, suka banget simple tp nyentil manisnya
    gak lebay romantisnya tp ngena ah sukaaa deh pokoknya

  20. Kaya judulnya, simply. Tapi dapet feelnya. Aku suka deh gaya penulisan bahasa kaya gini. Gak perlu muluk2 untuk ngejelasin gimana kronologis atau karakternya, satu paragraf aja udah ketauan kaya gimana2 :’) bagus aku suka! Teruskan ya kak nulisnya! Semangat! ^^

  21. suka ga jelas tapi so sweet kalo sehun sama nara haha, tapi aku paling suka couple mereka, luhan jiwon juga aku suka sih, pokonya aku suka kalo ffnua buatan mu deh haha
    semangat terus yaa!’o’)9

  22. ff nya simple kak..walaupn kurang ada feelnya tp romantis nya dapet dan karakter nara dan sehun nya jg tetep dapet kok..jadi ini ff layak konsumsi kok eon..lagi ga bisa nulis aja bagus apalgi kalo lg lancar nulis..keep writing yaa kaa…:)

  23. aku suka dgn gaya menulismu thor, simple tapi ngena. Jadi kejadiannya itu bisa tergambar jelas dan mudah di pahami.
    Aku minta izin ya buat ngubek-ngubek blog ini. Mau baca karya2 hebat kamu thor 😉

Sudahkah Kamu Meninggalkan Jejak?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s