[A] The Three of Us


k4

Twelveblossom’s

Prev: The Two of Us

Empat tahun setelahnya.

Seorang anak laki-laki yang akan genap berusia empat tahun seminggu lagi, berlari ke pelukan pria yang sudah merentangkan tangan. Anak laki-laki itu tertawa lebar, menunjukkan gigi berlubangnya. “Paman!” Serunya.

Ibu si anak laki-laki mendorong troli yang berisi dua koper merah besar, menyusul di belakang. “Jung Jungkook jangan lari-lari seperti itu,” seru ibunya. Keramaian terminal kedatangan Bandara Inceheon meredam suara wanita yang berseru pada anak laki-laki.

Tanpa memedulikan omelan ibunya, si anak laki-laki naik kegendongan pamannya.

“Tiens, bonjour. Comment vas-tu?” tanya Suho.

Jungkook yang ditanyai, menjawab sigap, “Trѐs bien et toi?” balas si anak laki-laki dengan imbuhan tatapan mata yang langsung mengingatkan Suho pada adiknya-Kim Jongin.

“Ca va.” Ujar Suho singkat, kemudian membantu Soojung yang sibuk dengan troli. “Aku merindukanmu, Jung Soojung.” Pengakuan Suho, membuatnya menerima kecupan singkat di pipi.

Setelahnya, Soojung memutar bola mata sebelum membalas, “Baru satu minggu lalu, kau datang ke Paris dan kita bertemu.” Kata wanita itu cuek, sembari menyugar surai panjangnya berwarna hitam pekat. Tidak ada yang berubah dari Soojung, begitu pun dengan gaya berpakaian. Kaos putih polos, celana jins biru muda, dan sepatu Adidas merah menyala. Satu-satunya perubahan dari wanita itu ialah kenyataan bahwa anak laki-laki yang sekarang sedang berada di gendongan Suho ialah anaknya.

“Bagaimana perasaanmu?” Suho memulai percakapan. Pria itu memegang kendali atas kendaraan yang sedang mereka tumpangi.

Sementara Soojung mencuri pandang pada putra semata wayangnya yang kini tertidur di bangku belakang. “Fantastis!” Seru Soojung sepelan mungkin.

“Tidak berencana mengenalkan Jungkook pada ayahnya?” tanya Suho lagi, kali ini penuh kehati-hatian.

Soojung tersenyum. “Tidak, menilik kenyataan bahwa Jungkook sangat mirip dengan Jongin sudah membuatku kalang kabut.” Jawab wanita itu.

“Entahlah, aku kira kedatanganmu ke mari untuk-“

Soojung menyela argumen Suho, “Jangan konyol.” Ia menghela napas kesal. “Aku kembali ke Seoul untuk alasan pekerjaan, tidak lebih. Lagi pula ijin tinggalku di Perancis juga sudah habis. Jadi tidak ada pilihan lain, aku harus kembali.” Lanjut Soojung.

“Masih ada harapan Soojung, setidaknya Jungkook harus mengenal siapa ayahnya.” Kelakar Suho penuh kesabaran.

“Kau tahu jika Jungkook sudah mulai bersekolah. Mereka mengajarkan materi soal keluarga. Gurunya menyuruh Jungkook untuk menggambar pohon keluarga. Ia menangis berhari-hari karena aku tak mau beritahu nama ayahnya.  Membuatku bolos kerja tiga hari. Astaga.” Soojung menjelaskan sembari meringis.

Raut Suho berubah serius. “Aku sungguh tidak peduli kau akan kembali pada Jongin atau bagaimana perasaanmu kepadanya sekarang. Aku hanya peduli kebahagiaan Jungkook. Setidaknya biarkan ia mengetahui ayahnya, pertemukan mereka.” Ujar pria itu.

“Kemudian, apa yang harus aku katakan pada Jongin?” tanya Soojung. Ia menatap tajam ke arah Suho. “Apa aku harus berkata, ‘hai Jongin aku kembali dan ini anakmu, benar aku selama ini memang hamil lalu kabur’?” Lanjut wanita itu, nadanya mengejek.

Perkataan Soojung ialah suara terakhir dari perbincangan mereka, Suho memutuskan untuk tak menanggapi. Pria itu sudah paham betul Soojung akan berucap demikian. Setidaknya Suho telah memiliki rencana lain.

Sesuatu yang telah disusun Suho berawal dari kedatangan mereka ke apartemen sewaan Soojung selama di Seoul. Suho menggendong Jungkook yang tertidur pulas, berjalan bersisihan dengan Soojung yang membawa tas kecil bewarna merah. Koper wanita itu sudah aman dibawa ke atas oleh pegawai apartemen.

Setelah mereka sampai di depan pintu bertuliskan nomor 2005, Suho mundur selangkah membiarkan Soojung membuka pintunya. Pria itu tersenyum penuh arti sembari memperhatikan Soojung memutar knop pintu.

“Selamat datang, Jung Soojung.” Ada sambutan dari dalam apartemen. Suara pria selain Suho. Suara yang pernah dan sedang dirindukannya.

Anginnya.

Ombaknya.

Pasirnya.

Pantainya-Kim Jongin.

-oOo-

Advertisements

116 thoughts on “[A] The Three of Us

  1. Yeay akhirnya ketemu juga Soojung ama Jongin. Hampir ketawa gw pas denger nama anaknya Jung Jungkook😂…
    Jiah sekeluarga rupawan semua Bapak ama anaknya ganteng, emaknya cantik yawloh enak banget kayak gitu…ckckckck

  2. Jd deg degan pa yg bklan trjadi ntar lgie,..kra kra jongin tau gk y.. Jeongkook i2 nak.a?,oia..prtma.a kirain nie ff sehun pemeran utama.a,maka.a trtarik membaca,tp ternyata jongin,tp stlah d lanjutin baca,gk nyesel baca.a

  3. Wahh wahh jan bilang ni Suho yg dah bikin planning beginian?? Woww
    Gimana reaksinya Soojung tuhh kalo tau yg nyambut dia + Jeongkook tuh ayah dari anaknya 😀 hihii seruu kasih 4 jempol buat Suho
    Jadi? Apa Jongin dah tau soal Soojung + anaknya jauh2 hari?

  4. waaa nama anak mereka jungkook
    akhirnya soojung balik lagi wkwk
    yang nungguin mereka jongin yaaa
    jongin tau dari mana kalo soojung bakalan dateng?
    penasaraan

  5. Ah… Itu beneran jongin yg didalem? Wah… Suho memang yg terbaik ({}) *peluksayanguntuksuho*
    Penasaran sama apa yg bakal soojung bilang ke jongin tentan jungkook 😀 lanjut aja lah

  6. OMG!!! I imagine that jung jungkook here’s looks like Taeoh >…< *can I?? Hehe… OMG!! they'll meet again, in the different status ^^

Sudahkah Kamu Meninggalkan Jejak?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s