Endless Night

IMG_20150923_160542

track list

Now Playing: History – EXO

“I need you and you want me in this planet called Earth.” –History, EXO

Suara benturan jari-jari Kyungsoo terhadap keyboard dari mesin berbentuk kotak bewarna silver itu menjadi latar perbincangan malam mereka. Hanya sekedar obrolan basa-basi sebelum tidur yang dilakoni Kyungsoo dan wanita yang menemani hidupnya, Jisoo.

Jisoo sudah bergelung di selimut tebal merah jambu. Sedangkan Kyungsoo berada di sampingnya terduduk dan memangku Macbook dengan wajah super serius. Tangan kanan pria itu mengetik dengan cepat, tangan kirinya membelai surai Jisoo. Well, kebiasaan wanitanya tidak bisa tidur jika belum menerima ‘sentuhan’ Kyungsoo.

Pria itu tahu jika Jisoo replika dari anak perempuan umur lima tahun yang terjebak dalam tubuh berusia 23 tahun. Perilaku manja Jisoo selalu membuat Kyungsoo kesal, menghela napas panjang, gemas, dan sayang. Misalnya saja sekarang, Jisoo menatap Kyungsoo lamat-lamat. Kelopak mata Jisoo berkedip-kedip penuh perhatian, seakan di kepala Kyungsoo tumbuh tanduk yang terus memanjang.

Sudahlah, lama-lama juga tidur. Batin Kyungsoo sembari meneruskan pekerjaannya.

“Sayang,” cicit Jisoo.

“Hm,” Kyungsoo bergumam sebagai jawaban.

“Kira-kira alien itu ada tidak ya?” tanya Jisoo sembari menyibak selimutnya.

Kyungsoo mengernyit. “Entahlah,” ujarnya tanpa berpikir.

Jisoo merubah posisi menjadi terlentang. “Kira-kira kalau alien benar ada …. Apa mereka juga merasakan cinta?” wanita itu bergumam penuh keraguan. “Atau hanya manusia saja yang bisa jatuh cinta?” lanjut Jisoo.

Kyungsoo tak memberikan tanggapan. Sudah biasa mendengar topik tidak penting yang digelontorkan Jisoo. Khayalan wanitanya itu luar biasa, bahkan Kyungsoo curiga jika fantasi Jisoo nantinya akan tercecer karena tubuh mungil istrinya tidak mampu menampung lagi.

“Sayang,” rengek Jisoo, kali ini sambil menarik ujung piama motif polkadot milik Kyungsoo.

Pria itu mengambil napas kasar. Ia menghentikan kegiatannya kemudian menunduk untuk mengecup kening Jisoo. “Tidur, ya?” pinta Kyungsoo lembut.

Jisoo menggeleng. “Alien itu mungkin-“

“-Ayolah Jisoo ini sudah tengah malam, tidak sepatutnya kita membahas soal alien,” potong Kyungsoo sembari mengecup kelopak mata Jisoo. Secara otomatis netra wanita itu terpejam.

“Benar ini sudah tengah malam. Kamu juga harus tidur,” ujar wanita itu enggan mengalah.

“Aku tidur tapi nanti,” balas Kyungsoo tepat di bibir wanitanya. Pria itu memberikan kecupan agak lama di sana.

Kyungsoo segera melepas tautan bibir mereka sebelum masuk pada kegiatan yang ‘tidak-tidak’. Pekerjaannya lebih butuh perhatian daripada keinginan pria itu untuk melakukan aktivitas malam favoritnya.

Dengan pipi bersemu merah karena kecupan Kyungsoo, Jisoo kembali menyelimuti tubuhnya. “Aku manja sekali. Sedikit-sedikit butuh bantuanmu, bahkan untuk tidur pun juga masih menyusahkan,” racau Jisoo, matanya tertutup rapat.

“Sayang, tidur,” Kyungsoo mengingatkan.

“Baiklah aku tidur. Pada dasarnya hubungan kita ini bertahan karena kamu tidak bisa menolak keinginanku. Masalahnya aku tidak tahu kapan kamu bosan sama aku dan pada akhirnya tidak lagi menggubris diriku lagi,” Jisoo bergumam.

Baiklah, Do Jisoo. Aku menyerah. Seloroh Kyungsoo dalam hati. Jarinya mulai bergerak lincah untuk mematikan Macbook. Paling tidak Kyungsoo bisa menidurkan Jisoo terlebih dahulu, kemudian membuka filenya lagi.

“Saatnya tidur,” kata Kyungsoo sembari meletakkan Macbook pada meja kecil di samping ranjang.

Pria itu merebahkan diri, merentangkan tangannya. “Kemari, biar kamu cepat tidur.” Kyungsoo menarik wanitanya ke dalam pelukan.

Jisoo langsung beringsut ke prianya, memeluk Kyungsoo erat-erat. Kyungsoo menepuk punggung Jisoo pelan. Sayup-sayup pria itu bergumam-bernyanyi, lebih tepatnya.

Jisoo sangat suka dininabobokan. Jisoo sudah setengah sadar sewaktu nyanyian Kyungsoo berubah menjadi ungkapan.

“Kamu pikir kenapa aku selalu memenuhi keinginanmu? Aku sudah jatuh cinta, sejatuh-jatuhnya padamu, ” ucap Kyungsoo yang jadi sebab senyum Jisoo sepanjang tidurnya.

-oOo-

a/n: Pertama-tama saya ingin minta maaf soalnya spam banget. Maklum lagi kepikiran segala tugas akhir itu, jadi setiap jeda ngerjain gitu bikin cerita ringan nan pendek. Biar gak tersesat akhirnya saya pakai sebaris dari terjemahan lirik lagu EXO sebagai panduan jalan cerita secara keseluruhan. Yuk mari kalau yang mau baca semua koleksi <1000 kata saya bisa buka page ‘Project’ (masterlist->project). Dan saya sengaja meniadakan comment box di project ini, cuma saya masih cantumkan tombol Like.

Atau… Bisa kita berbincang di askfm saya.

Terima kasih sudah membaca ❤

Advertisements