Robotic

Robotic

Track List

Now Playing: Machine – EXO

“You are like a cold machine.” –Machine, EXO

Liv menangkap titik pada papan target dengan matanya. Ia mengunci bidikan itu, lalu mengarahkan busur untuk menghunus. Panah telah melaju, melecut udara, dan menancap tepat sasaran.

Suara telapak tangan berbenturan menjadi tepukan tunggal mengisi pendengaran gadis itu. Liv mengangkat sudut bibir. Surai keemasan yang tergerai menari ringan saat si pemilik berbalik.

“Selalu tepat sasaran,” puji Chanyeol sembari membenarkan letak anak rambut si gadis yang lumayan berantakan.

Liv mundur selangkah, menghindar. “Tentu saja, jika aku mau sudah sedari lama panah ini menembus kepalamu. Membayangkan benda runcing ini menyobek kulitmu, sangat menyenangkan.” Ungkap gadis itu.

Chanyeol tertawa. “Kesalahan apa lagi yang telah kuperbuat?” tanya pria itu, ia maju beberapa langkah untuk mendekati Liv. Tangannya ia masukkan ke dalam saku celana.

Liv melejitkan bahu. “Banyak sampai tidak bisa dihitung.” Kata gadis itu, menghela napas sejenak. “Pertama ada gadis yang menyatakan cinta padamu.” Liv mulai mengoarkan daftar panjangnya.

Chanyeol mengangguk. “Sudah kutolak.” Jawab pria itu.

“Kedua, ada yang memberimu surat cinta.” Kelakar Liv, suaranya bergema di sepanjang ruang latihan panahan.

Raut Chanyeol mengejek, “Kamu tahu jika membaca bukan hobiku. Surat-surat itu berakhir di tempat sampah.” Jawab Chanyeol kalem. Ia memperkecil jarak diantara mereka, sehingga masuk dalam kategori intim.

Liv tidak salah tingkah. Hanya Chanyeol yang menjulang di depannya. Gadis itu sangat terbiasa, separuh hidupnya atau lebih, ia habiskan untuk mengitari Chanyeol. Pesona Chanyeol tidak mempan jika ditebarkan pada diri Liv.

“Kesalahan ketigamu…” Liv menggantung kekesalannya.

“Kesalahan ketigaku?” Chanyeol mengulang dengan nada bertanya.

Liv menggigit bibir. “Kesalahan ketigamu, membuatku jatuh cinta padamu.”

Seringaian Chanyeol menghilang dari tempatnya. Pria itu menatap lekat-lekat netra sahabatnya, mencari jawaban di sana. “Kamu bercanda,” seloroh Chanyeol.

“Aku serius.” Liv menambahkan.

Chanyeol bergeming, lantaran beradu argumen pria itu malah mengeluarkan pisau dari kantongnya. “Kamu tidak diperbolehkan mencintaiku. Ada aturannya. Aku tidak punya hati.” Ujar pria itu sembari menggenggam pisau kecil bermata tajam.

Liv menggeleng, “Aku tidak peduli.” Kelakar gadis itu.

Chanyeol memutar bola matanya. Perlahan Chanyeol mengiris pergelangan tangan, menguliti diri. Sayatan yang dibuat pria itu semakin dalam, namun tak ada sesuatu yang mengucur.

Benar-benar tak berdarah-darah.

Tak ada daging.

Tak ada tulang di sana.

Hanya kabel lentur yang saling terhubung di dalam tubuh Chanyeol.

“Liv, aku robot kalau kau lupa,” kata Chanyeol sambil memamerkan kulitnya yang terkelupas dan kabel menjuntai dari tangannya.

Aku tahu, bodoh. Liv mendesah kesal.

-oOo-

Advertisements

One thought on “Robotic

  1. Pingback: The Rain and Jealousy | Twelveblossom

Comments are closed.