Guardian Angel

tumblr_nb95jwjfvC1qfrcvxo1_r1_500

Track List

Now Playing: Angel – EXO

“Even if it’s a small thing, I want to always protect you.” –Angel, EXO

“Daddy seperti malaikat,” ucapan pelan meluncur dari bibir seorang gadis kecil berusia delapan tahun.

Lay tersenyum memunculkan lesung pipi yang kentara. “Terima kasih, sekarang ayo berdiri.” Balasnya lembut, kemudian membantu si gadis berkuncir dua itu bangun dari jatuhnya. “Jangan menangis lagi ya, Princess.” Rayu pria itu, lalu mengecup bekas air mata yang baru saja mengalir di sana.

“Tapi, jatuh itu sakit, Daddy.” Keluh anak perempuan Lay yang diberi nama Lily.

Lay beranjak menggendong Lily membuat si gadis kecil menarik sudut bibir dan membentuk lesung pipi. Kemiripan mereka dapat dinilai secara inplisit. “Belajar menari itu kadang jatuh, sayang.” Ucap Lay, ia melangkah menuju bangku yang terletak di ujung studio tari.

“Kalau begitu Lily tidak mau menari lagi,” ucap Lily, pipinya menggembung. Parasnya yang terbingkai oleh poni dan surai hitam bergoyang-goyang, menambah kesan menggemaskan.

Lay tertawa. Pria itu mendudukkan Lily ke bangku, kemudian berlutut di hadapan putrinya. Lay meniup lutut Lily yang terluka. “Apa Lily percaya pada Daddy?” tanya Lay.

“Tentu saja,” Lily menjawab dengan semangat.

“Daddy akan selalu memastikan jika Lily tidak akan pernah terluka dan segera menyembuhkannya bila luka itu terlanjur ada.” Kata Lay sembari mengelus puncak kepala gadis kecilnya.

Mata Lily yang bulat berkedip cepat, berusaha memahami ucapan Daddy. Tidak tahu apa gadis kecil yang mengenakan rok mengembang bewarna merah itu sudah paham atau belum, yang penting Lily mengangguk saja.

“Apa Daddy nanti akan jadi guardian angel Lily?” tanya Lily ingin tahu.

Lay tersenyum, “Tentu saja.” Jawab Lay dengan intonasi serupa anaknya.

Lily mengecup pipi Daddy, kemudian memeluknya erat-erat. “Daddy jangan pergi-pergi lagi.” Gumam Lily.

Pintu studio itu terbuka, seorang wanita berusia akhir dua puluhan masuk dengan tergesa. Rautnya panik.

“Lily, Mom mencarimu kemana-mana. Demi Tuhan, kamu membuat Mom panik. Jangan pergi kemana pun sendirian dan tanpa sepengetahuan Mom.” Wanita itu segera berlari  ke anaknya, lalu memeluk Lily.

Lily membalas pelukan ibunya. Anak perempuan itu berucap polos, “Mom jangan cemas, Lily tidak sendirian. Lily sama Daddy, kok.”

Wanita itu mengeratkan pelukannya. Isakan meluncur begitu saja. Emosi wanita itu jadi rancu antara kesal, sedih, cinta, dan rindu.

Lay, kau menemui putrimu lagi? Aku merindukanmu. Batin wanita itu mulai berkelakar mengirimkan pesan yang tak mungkin terbalas. Mengirimkan pesan pada prianya. Pria yang usianya telah meredup, meninggalkan dirinya, anaknya, dan dunia.

-oOo-

Advertisements

One thought on “Guardian Angel

Comments are closed.