That’s Girl

That's Girl

Track List

Now Playing: My Lady – EXO

“I don’t want to be your friend. I want to be the only one in your eyes.” –My Lady, EXO

Baekhyun masih bergeming di sana dengan tas yang bertengger di punggung dan jaket yang membalut seragam sekolah. Matanya membentuk garis tajam, menatap adegan langsung yang tidak patut ia lihat. Membuatnya membeku di tempat. Tak sanggup merajut langkah untuk merapat.

Baekhyun sengaja menguntit gadis yang sedang berperan dalam tokoh utama cerita. Kalau saja bukan gadis itu, Baekhyun tak akan sudi. Baekhyun enggan peduli, andai saja bukan gadis bersurai hitam–sangat ia kenal itu yang berciuman dengan pria tua.

Sumpah Baekhyun benar-benar akan cuek, jika bukan gadis itu yang masuk ke dalam kamar wisma kumuh bersama pria hidung belang.

Sayangnya, memang gadis itu yang sedang berpakain ketat, menonjolkan lekuk tubuh. Kain tak banyak melapisi kemolekan si gadis, menyebabkan kulitnya dapat digerayangi.

Baekhyun sendiri berusaha memilah alasan logis yang membuat si gadis–teman sekolahnya, sekaligus sahabatnya berada di tempat prostitusi.  Akan tetapi, ia tak dapat menemukan alasan itu.

Baekhyun hanya bisa menunggu, entah apa yang dilakukan sahabatnya bersama pria-pria di dalam sana.

Baekhyun tak sabar, ia merasa tidak berguna.

Oh tunggu, hatinya ikut terbakar. Rasanya ada yang mengganjal di dalam, membuncahkan perih yang teramat dahsyat. Namun, Baekhyun hanya dapat berdiri gamang sembari bergelut dengan ego.

“Baekhyun, kenapa kamu di sini?” Tanya gadis itu kaget bercampur panik, mendapati Baekhyun yang berdiri di hadapannya.

Si gadis merapikan surainya yang berantakan. Si gadis berusaha menutupi bercak merah yang berada di lehernya. Si gadis mencuri pandang takut jika Baekhyun melihat dengan siapa ia menghabiskan waktu. Si gadis menghela napas lega, mendapati pelanggannya yang sudah pergi.

Semua yang ingin dihilangkan si gadis telah terpampang jelas di netra dan ingatan Baekhyun

“Pelacur,” kata Baekhyun pelan.

Raut si gadis tampak terluka. “Baekhyun, aku bisa jelaskan.” Ungkapnya, hampir menangis. Si gadis memang jalang, ia murahan, dan kotor. Namun, dirinya tak sanggup bila harus kehilangan sahabat sebaik Baekhyun.

Baekhyun menepis tangan si gadis yang berusaha menghentikan langkahnya. Tidak mengindahkan lolongan belas kasih, Baekhyun malah melangkah lebar-lebar melewati lorong yang penuh kenistaan itu.

“Baekhyun, aku mohon dengarkan aku.” Gadis itu masih meminta. Kali ini benar-benar diiringi sedu sedan tangisan menyayat hati. “Kau sahabat terbaikku, tolong dengarkan penjelasanku.” Si gadis memelas, ia mengemis.

Baekhyun berhenti ketika mendengar kata ‘sahabat’ dari bibir si gadis. Baekhyun menghela napas.

“I don’t want to be your bestfriend. I want to be the only one in your eyes.” Gumam Baekhyun sembari berbalik menghadap pujaan hatinya. Baekhyun melepaskan jaketnya, kemudian menyampirkan pada bahu si gadis. “Tapi, aku tidak bisa mencintai pelacur.” Lanjut Baekhyun dingin.

Gadis itu memberikan tatapan memohon, hingga napasnya sesak. Ia berani kehilangan apa pun asal ada Baekhyun. Si gadis bergincu merah itu tak tahu akan sekelam apa hidupnya tanpa sahabatnya–Byun Baekhyun.

“Baekhyun…”

“–Aku tidak bisa menjadi sahabatmu karena menyukaimu. Tetapi, aku tidak dapat menyukaimu sebab kamu pelacur.” Baekhyun meringis, ngilu dalam kata terakhirnya.

“Aku juga menyukaimu, tolong Baekhyun.” Si gadis berhidung mancung itu berucap tak tahu malu.

Baekhyun mengecup kening gadis itu sekilas. “Selamat tinggal,” kata Baekhyun tak meladani pernyataan cintanya yang ternyata terbalas.

Lebih baik melupakan, daripada mendapatkan bekas orang lain. Batin Baekhyun menghibur diri, sebelum ia menutup pintu prostitusi. Meninggalkan kasihnya dalam luka yang teramat dalam.

Menutup halaman terakhir cinta pertama. Menyimpannya di sudut usang dalam ingatan, hingga lapuk dan terurai menjadi debu. Tak tersisa.

-oOo-

a/n: Saya bakal hiatus untuk beberapa hari. Sampai jumpa lagi, nanti :).

Kolom komentarnya ada di sini.

Advertisements