Tränen

Tranen

Track List

“I’ll take all of your tears.” ―My Turn To Cry, EXO

Kyungsoo menatap lekat gadis yang berada di hadapannya. Ia tak tahu harus berbuat apa, semua seperti sia-sia. Jadi, lebih baik dia bergeming―sementara gadis itu mengomel.

“Semua pria sama saja berengseknya,” oceh Jisoo sembari meneguk cairan dalam botol alkohol. “Yang benar saja, dia kira aku kurang seksi.” Lanjut Jisoo, kali ini gadis itu tersedak sampai batuk-batuk.

Kyungsoo memutar bola mata, jengah. Dia menepuk punggung Jisoo lembut. “Kamu memang sama sekali tidak seksi. Kalau semua pria berengsek, lalu kenapa kamu malah memintaku menemanimu mabuk-mabukkan?” Pria itu bertanya nadanya dingin, terselip kekesalan.

Jisoo menegakkan posisi duduk. Ia memejamkan mata sejenak, menikmati dentuman EDM yang mengisi bar langganannya di tengah Seoul. “Soalnya kamu ‘kan terikat janji sama aku, dirimu tidak bisa menolakku, dan kamu satu-satunya pria yang tidak berengsek.” Kelakar Jisoo menunjuk hidung Kyungsoo dengan jari.

Kyungsoo menghela napas panjang. Ia memindai Jisoo sebelum kembali berargumen. Gadis itu begitu berantakkan, surai panjang bewarna coklat yang mencuat, kemeja kotak-kotak kusut, dan celana jeans yang sengaja dirobek pada bagian lutut. Rasanya, Kyungsoo telah kehilangan gadis manis yang dulu ia kenal. Jisoo berubah.

Jisoo sedang patah hati, Kyungsoo tahu itu. Akan tetapi, Do Kyungsoo masih belum siap mendapati sahabatnya bertingkah ganjil layaknya manusia liar dari hutan Amazon.

“Sekarang, apa yang kamu minta? Cepat katakan.” Kyungsoo berujar dengan terburu.

Jisoo membuka kelopak mata, ia tersenyum lebar ke arah Kyungsoo. Tangan gadis itu menepuk pipi pria yang ia kenal sejak berusia dua tahun. “Aku ingin kamu memastikan jika air mata tidak pernah turun lagi dari netraku.” Kata Jisoo lebih serupa gumaman.

Lantaran langsung menjawab, Kyungsoo menyentil kening Jisoo. “Itu mustahil untuk dipenuhi. Kamu ‘kan cengeng, putus dari kekasihmu saja menangis sederas aliran sungai.” Enggan lupa Kyungsoo mendengus di akhir ucapannya.

Jisoo cemberut, ia menarik ujung pakaian Kyungsoo. “Kamu ‘kan sudah janji, Kyungie.” Jisoo merengek, setengah mabuk. “Kyungie sudah janji tidak boleh diingkari.” Imbuh Jisoo intonasinya melengking, kemudian kepala gadis itu ambruk di meja bar.

Kyungsoo menggoyangkan tubuh Jisoo, nampaknya gadis itu benar-benar mabuk hingga enggan sadarkan diri. Sudut bibir Kyungsoo tertarik membentuk senyum simpul yang menawan menyadari tingkah sahabatnya.

“Tanpa kamu minta aku sudah berusaha tak membuatmu menangis dan menjauhkan air mata sialan itu darimu. Mangkanya aku tidak menjadi pria berengsek di depanmu.” Ungkap Kyungsoo jarinya membelai puncak surai gadis itu. “Dasar tak peka.” Katanya lagi sebelum membopong Jisoo yang tengah meracaukan nama Kyungsoo dalam bunga tidurnya.

-Selesai-

a/n: Semoga track list project ini bisa selesai sebelum tahun 2016.

Review? Di sini.

Advertisements