The Other Side

IMG_20151129_200000.jpg

PG17 – Warning!

“Is it right that you a human?” ―Love, Love, Love – EXO

Ariana biasa memikirkan banyak hal dalam angannya. Segala rupa kemungkinan yang terjadi apabila dirinya bukanlah Ariana. Berandai-andai jika nyawanya tidak tersemat pada tubuh ini.

Apa yang akan terjadi seandainya jiwa lain yang mengisi raganya?

Tidak ada yang tahu, bahkan si pemilik juga.

Bukan salah Ariana ketika Kai pun datang menawarkan pertukaran, ia langsung mengoarkan persetujuan. Ariana masih merasakan tangan bergerak, kaki melangkah, dan telinga mendengar.

Namun, Kai memiliki andil besar dalam keputusan di mana jari-jari Ariana mendarat, kaki berjalan, dan suara-suara apa saja yang ingin didengar telinga.

Bukan salah Ariana saat motoriknya menancapkan mata pisau pada kulit itu. Rungunya kegirangan mendengar lengkingan kesengsaraan tubuh yang terkapar. Membuat berahi meninggi, hingga ia sengaja mengoyak isi perut, usus berhamburan, dan darah mengguyur. Kai mengendalikan jemari Ariana, menarik usus besar penuh gairah, seakan lama tak jumpa dan ingin bercinta. Ariana menangkap seringai Kai yang enggan lepas ketika gadis itu beranjak mencogkel bola mata korban.

Mulanya menyeringai lalu melebar sudutnya menjadi tawa membahana, tangan Kai mencengkram bola mata. Ariana merinding mendapati kekenyalan organ yang dipermainkan Kai, tetesan darah sengaja disesap jiwa lain itu agar Ariana dapat mengecap kenikmatan.

Ada satu pemikiran lagi yang muncul dalam benak Kai, yang langsung disangkal Ariana. Gadis itu melawan kebengisan jiwa  yang merasuki tubuh. Susah payah Ariana berucap, “Kamu gila! Kamu bukan manusia, Kai!”

Yang ditanya terbahak penuh enigmatik. “Memang bukan―aku sisi lain dari dirimu, Ariana.”

-Selesai-

Kolom komentar klik di sini.

Advertisements