Vampire’s Diary: Of Christmas Eve and Love

IMG_20151213_155451

“Don’t leave, just let me stay by your side.”― My Answer, EXO

Sebelumnya: FarewellOf Christmas and EmptinessOf Christmas and The Sweetest Stalker Ever

“Kau curang Byun Baekhyun.” Gumam Sue pelan, ia merajut langkah menuju taman yang tidak jauh dari kediamannya sedari kunjungannya ke rumah Mrs. Kim. Ia membutuhkan tempat untuk menyendiri.

Kakinya menapak dengan hati-hati. Sementara tangannya memeluk buket lili. Bibirnya yang mengeluarkan uap dingin masih terus berujar. “Kau jahat sekali,” bisiknya. Sue menghela napas sejenak. “Aku tahu kau mendengarku sekarang.”

Sesampainya di taman yang sepi, mungkin hanya ada Sue. Ia meletakkan bunganya di bangku. Gadis yang mengenakan mantel merah menyala itu sibuk membuka syal, topi rajut, dan kaos tangan tebalnya. Entahlah, apa yang tengah ia pikirkan sekarang. Keadaan luar biasa dingin, kenyataan bahwa Sue setengah vampir enggan membantu menghadapi tusukan salju yang menyengat. Apalagi, elemen Sue adalah api. Sue sangat lemah, jika dirinya kedinginan atau terkena air lebih kerap daripada seharusnya.

Sue biasanya menjadi gadis kuat, tetapi kini ada kenyataan lain yang menggerakkan hatinya. Gadis itu juga belum dapat meramalkan getaran yang dimaksud  bermakna kegembiraan, kesedihan atau bukan keduanya.

Hingga mantelnya terlepas, hanya kesenyapan yang Sue dapatkan. Balutan kain yang tertinggal di tubuh Sue menyisakan celana jeans dan atasan wol, yang tidak dapat melindungi dari dingin yang menusuk kulit.

Sue bukan gadis gila yang tengah depresi, sehingga ia melakukan usaha ‘bunuh diri’ ini. Sue memiliki tujuan, sedikit mencoba peruntungan sebenarnya.

“S-ampai k-kapan k-kau i-ingin b-bersembunyi? Di sini s-sangat d-dingin.” Ujarnya pada keheningan malam sembari mengigil dan kedua tangan merangkul tubuh untuk menegaskan bahwa ia benar-benar kedinginan.

Benar saja, suara Sue yang terpatah sukses memunculkan respons. Ada bola cahaya yang mendekati tubuh si gadis. Bola yang besar hingga bisa menyelimuti tubuh Sue secara utuh. Sue menyeringai, menang saat cahaya itu menyelubunginya. Memberikan kehangatan yang nyata.

Sue merasa aman dilindungi perisai cahaya itu. Ia masih terpesona ketika ada hal lain yang mendekatinya. ‘Keajaiban’ kembali terjadi.

Angin yang tadi sempat menyentak tubuhnya dan membenarkan syal Sue dalam perjalanan memenuhi permintaan Mrs. Kim kembali membelai. Bedanya si angin bergerak lebih cepat, lalu berhenti tepat di hadapan Sue. Kini si angin bertransformasi menjadi sosok yang sangat dikenal Sue. Apabila diamati baik-baik itu bukanlah angin, sesungguhnya ialah seseorang yang berlari sangat cepat.

Seseorang? 

Orang biasa tidak akan mampu melakukannya.

Dia yang ada di sana memang bukan orang, ia vampir. Byun Baekhyun.

“Kau bisa terluka!” Seru, Baekhyun. Pria itu bergerak melepaskan jaket kulit hitamnya dan syal putihnya. Menyerahkan pada si gadis, tetapi langsung dibuang. Ditolak mentah-mentah.

Tatapan marah berkobar di netra Sue yang biasanya memandang Baekhyun dengan penuh cinta. “Jangan, peduli padaku lagi.” Sue menimpali, kemudian berbalik berusaha menjauhi lingkaran hangat hasil  kekuatan dari Baekhyun.

Pria itu menarik tangan Sue agar si gadis berhenti. Akan tetapi, segera tersentak mundur saat kobaran api menyengatnya. Sue mengeluarkan kekuatannya, akibat kekesalan yang enggan dipendam lebih lama lagi. “Kau mempermainkan aku!” Seru Sue, galak.

Baekhyun mengibaskan tangannya yang hampir terbakar, lalu memangkas jarak di antara mereka. “Hentikan apinya, Sue.” Bibir pria itu bergerak tegas. Rahangnya berkedut, menahan emosi yang terkumpul di ujung tanduk.

Sue menurut, tubuhnya tidak lagi membara. Ia terduduk lemas di bangku taman, sembari terengah. Sue belum handal dalam mengatur kekuatannya yang ada ia malah menyakiti diri sendiri.

Sementara itu Baekhyun sibuk menenangkan diri. Ia mengalah dan tahu betul bahwa dirinya berhutang penjelasan pada gadisnya. “Sue, hai. Maaf.” Ucap Baekhyun beringsut duduk di samping kasihnya. “Aku ingin membuat sesuatu yang mengesankan untukmu dan tampaknya gagal.” Lanjut Baekhyun.

Sue menolehkan kepala agar selaras dengan Baekhyun. Rautnya melunak ketika manik si gadis menangkap pesan sayang Baekhyun. “Lampu jalan itu?” Ucapan Sue dikatakan dengan nada bertanya.

Baekhyun tersenyum sekilas. “Itu aku.”

“Yang membenarkan syal?”

“Aku.”

“Yang mengeruk salju?”

Pria itu melejitkan bahu, “Aku juga.”

“Kenapa?” tanya Sue, pipinya mulai merona. Oh, Sue Park baru begini saja kau sudah masuk dalam jeratan rayuan Byun Baekhyun.

“Karena kau―”

Sue memutar bola mata sebelum memotong penjelasan kekasihnya, “Apa itu termasuk kejutan ulang tahun?” tanyanya tajam.

Baekhyun terkekeh, “Sebagian.” Pria itu menautkan jari-jarinya yang dingin dengan jari Sue. “Aku merindukanmu.” Imbuhnya.

“Kenapa tidak muncul saja?” Kini Sue mencebik, kesal karena obrolan mereka berputar-putar.

“Kalau begitu tidak akan seru, Sue. Aku memang merindukanmu tetapi aku tidak yakin kau juga merindukanku.” Baekhyun menjawab, ada keraguan di dalam ucaannya.

“Byun, itu alasan paling konyol. Mana mungkin aku tidak merindukanmu! Aku menunggu musim dingin selama dua bulan. Kau bahkan tetap membiarkanku kesepian setelah salju pertama turun.” Omel Sue, nadanya meninggi.

Baekhyun hendak menarik Sue ke dalam dekapannya, namun gadis itu memberontak. “Kemarilah, Sue. Sebelum kau mati kedinginan.” Perintah pria yang tengah mengenakan celana panjang hitam dan kaos senada.

“Tanggapi dulu ucapanku! Berikan aku alasan!” Sue tetap memberengut.

“Aku akan menjawabnya kalau kau masuk ke pelukanku.” Baekhyun memberikan penawaran yang disetujui Sue dengan gamang. Setelah memastikan Sue meringkuk hangat dalam pelukannya, Baekhyun melanjutkan. “Aku tidak mengingkari janji. Tepat salju pertama turun, aku sudah berada di sisimu. Menemanimu tidur―”

“―Tapi kau tidak menampakkan diri.” Pangkas Sue.

“Sudah kubilang aku ragu―”

Sue sudah hampir menangis saat mengucapkan kalimat andalannya. “Kau meragukan jika aku mencintaimu, begitu?”

Baekhyun menghela napas keras-keras. “Tidak, sayang. Aku hanya ragu apakah kehadiranku diperlukan dalam kehidupan manusiamu. Aku memberikan kesempatan untukmu agar kau bisa lebih berinteraksi dengan manusia lain. Aku berpikir jika dirimu sudah memiliki teman manusia, kau tidak akan membutuhkanku lagi.” Jelas Baekhyun.

“Aku membutuhkanmu dan merindukanmu. Kau seharusnya tahu itu.” Bisik Sue saat satu persatu airmatanya turun. “Kau membuat semuanya jadi buruk dengan ketidak hadiranmu.” Sedu Sue, kesal setengah mati.

Baekhyun membelai punggung gadisnya. “Aku tahu, aku membuat semuanya jadi lebih buruk. Konyol sekali karena aku berpikir bahwa kau akan baik-baik saja tanpa aku. Kenyataannya, tidak. Aku tahu karena diriku pun begitu,” ujar Baekhyun hati-hati.

Sue tak langsung menanggapi tubuhnya lemas, mendadak dirinya kehilangan kosa kata yang seharusnya diungkapkan. Jadi, gadis setengah vampir itu membiarkan Baekhyun menyentuhnya untuk menenangkan.

“Maafkan aku,” bisik Baekhyun pelan. Vampir itu bernapas di surai Sue yang wanginya serta-merta menjadi kehidupannya, setengah dari diri Baekhyun ada pada Sue. “Setelah menyadari dirimu tidak baik-baik saja, aku berusaha menebus semuanya dengan menyiapkan kejutan kecil ini. Ada satu lagi sebenarnya tapi…”

Baekhyun menghentikan perkataannya ketika Sue mempererat pelukannya.

“Aku tidak suka kejutan jika kau harus menghilang.” Lirih si gadis.

Baekhyun lantas mengangguk, sebenarnya tidak hanya Sue yang merindu di sini, tapi ia juga. Berjauhan dengan pasangan absolut bagi seorang vampir memiliki arti bawa Baekhyun harus kehilangan setengah bagian dari eksistensinya. “Tidak ada lagi kejutan serupa ini,” timpal Baekhyun.

Hening sejenak, kemudian Sue merobeknya. “Aku merindukanmu.”

“Aku merasakan dua kali lipat kerinduanmu.” Balas Bakehyun yang mengakhiri ucapannya dengan mengecup kening Sue.

Lalu sepasang kelopak mata gadisnya.

Kemudian hidung kekasihnya dan beranjak pada pipi Sue yang merona.

Terakhir, namun menjadi yang paling istimewa―Baekhyun mengecup bibir Sue, entah berapa lama―setelahnya ia berbisik lembut. “Happy Birthday, Sue Park. Terima kasih sudah datang ke duniaku.”

Selesai.

Review? Di sini.

Advertisements