[1/2] Daddy’s Problem

 

Father and Daughter Playing Together at the Beach at Sunset

“Dad, there’s no one who can compare to you.”

-oOo-

Chanyeol’s Problem

Chanyeol itu pria kuat. Dia bahkan bisa membuka tutup botol menggunakan giginya yang besar-besar, mengangkat dua kardus susu dengan satu tangan, dan terjaga semalam suntuk demi menjaga gadis kecilnya yang sedang terkena demam. Namun, jangan coba-coba untuk mengungkit soal satu hal. Dia bakal jadi sangat sensitif dan mudah meletup-letup.

Apakah hal itu?

Sebentar, agaknya ini konyol. Begini, Chanyeol seharusnya lebih bijaksana dengan tak memikirkan perkara sederhana seperti ini. Toh, gadis mungilnya itu masih berusia delapan tahun. Yang terjadi malah sebaliknya, Chanyeol benar-benar sedang pegal hati.

Oh, lihatlah paras kusutnya yang tertimbun tumpukan bantal. Tingkah kekanakan yang dipamerkan Chanyeol jika dirinya sedang kesal.

“Daddy, ayo main.” Desak gadis bersurai hitam dan mengenakan atasan kuning, jangan lupakan bawahan hijau miliknya menambahkan kesan cantik yang kentara.

Chanyeol malah bergulung-gulung tanpa mengindahkan putrinya.

“Daddy, jangan tidur. Ini masih sore. Ayo main!” Si gadis tetap bekerja keras untuk menarik selimut yang membalut tubuh ayahnya, hingga menyerupai kepompong.

“Sue, Daddy sedang tidak mood untuk main denganmu. Daddy kesal dengan Sue.” Gumam Chanyeol, kali ini kepalanya menyembul dan memperlihatkan surai hitamnya yang berantakan.

Sue cemberut. Bibirnya ia majukan beberapa milimeter untuk menduplikat apa yang dilakukan oleh ayahnya. “Sue ‘kan sudah bilang kalau Sue tadi bercanda.” Hibur si gadis pada Chanyeol yang mencebik. Ayahnya lantas terduduk di ranjang, menatap Sue dengan mata yang membola.

“Tapi Daddy tadi mendengar dengan jelas, kalau Sue berkata, Paman Baekhyun lebih tampan daripada Daddy.” Gerutu Chanyeol, amat sangat kekanakan.

Sue melipat tangan di depan dada. “Sudah Sue bilang, Daddy lebih tampan, kok.” Sue menepuk bahu Chanyeol beberapa kali, setelahnya memunculkan lekukan bibir membentuk senyum lebar. “Well, walaupun kadang-kadang saja, sih.”

“Sue…”

Sue menyeringai, lucu. “Maaf Daddy, tapi kata Mommy, Sue tidak boleh bohong.” Surainya berjungkit naik turun saat ia melompat-lompat di ranjang, tak mengacuhkan Chanyeol yang merana akibat tidak bisa menerima kenyataan. Putrinya lebih memilih Baekhyun sebagai laki-laki paling rupawan di dunia.

-oOo-

Baekhyun’s Problem

Baekhyun sedang menggerutu di dalam hati. Ia mengutuk siapa saja yang mengawali gagasan terciptanya rumah hantu. Lebih parahnya lagi, pria bertubuh standar itu terjebak di antara dua pilihan. Pertama, Baekhyun ingin sekali memiliki citra sebagai ayah perkasa yang tidak takut pada hal apa pun. Di sisi lain, nyalinya ciut dan dirinya yakin bahwa masuk ke rumah hantu tidak baik untuk kesehatan jantung.

“Ayo, Daddy! Kita masuk.” Seruan itu pun melemparkan Baekhyun pada fakta, jika dia sedang berada tepat di depan pintu wahana yang penuh kengerian.

Baekhyun menolehkan kepalanya untuk bersitatap dengan wanita yang sedari tadi terkikik. Wanita kurang ajar yang kebetulan istrinya itu, melejitkan bahu, tanda bahwa tak bisa memberikan pertolongan.

“Vernon ingin masuk bersama ayahnya yang jagoan, Sayang. Bukan ibunya yang lembut.” Ujar wanita campuran Amerika dan Korea itu pada si suami yang rautnya memucat.

Si anak laki-laki bersurai coklat tua mengangguk bersemangat. Membuat rambutnya bergoyang-goyang, tangkas. “Benar, Daddy. Vernon, ingin masuk ke rumah hantu bersama Daddy. Daddy ‘kan jagoan, jadi bisa mengeluarkan ratusan jurus untuk meninju hantu-hantu itu. Seperti yang Daddy ceritakan. Bahkan Daddy bisa melawan Paman Suho yang galak sendirian.” Jelas Vernon, kemudian tersenyum lebar.

Baekhyun semakin pucat pasi. Oh, dirinya memang jagoan, tapi hanya di dalam dongeng pengantar tidur yang biasa ia ceritakan kepada putranya. “Demi apa pun, Vernon.” Lirih Baekhyun, sebelum menuruti dorongan putra kecilnya.

Si wanita tertawa sembari melambaikan tangan, mengantarkan kepergian keduanya untuk memasuki rumah hantu. Diam-diam ia berkelakar, “Makanya, jangan terlalu banyak meracuni Vernon dengan bualanmu, Byun Baekhyun.”

-oOo-

Suho’s Problem

Mata bulat Olivia mengerjap cepat, mengamati ayahnya yang sedang bersentuhan dengan komputer. Gadis kecil berusia enam tahun itu pun sesekali mengeluarkan suara-suara lucu demi mendapatkan sedikit atensi dari sang ayah. Beberapa kali juga Olivia sengaja mengubah-ubah ekspresinya yang tersenyum menjadi cemberut. Namun, tetap saja ayahnya tidak mengindahkan.

“Daddy jelek,” gumam Olivia, sambil meminum susu coklatnya. Kakinya bergerak-gerak, tubuhnya yang terduduk di kursi mini itu pun juga enggan tenang.

“Liv jelek, tidak?” tanya Suho kepada putrinya. Senyumnya terkulum ketika putrinya menggeleng dengan penuh semangat. “Kalau Liv tidak jelek berarti Daddy juga, dong. ‘Kan Liv anak Daddy.” Lanjut Suho, jarinya membelai surai hitam Liv yang terkepang berantakan.

Liv menghela napas, kemudian menimpali. “Kata Ibu guru, Daddy itu profesor. Berarti Liv juga profesor, begitu?” Ujar Liv, netranya tidak lepas memandangi ayahnya.

“Benar, bisa saja.” Jawab Suho, ia kembali fokus pada pekerjaannya.

“Apa itu profesor, Daddy?” Celoteh Liv, intonasinya menggemaskan dan penuh ingin tahu.

Suho mengetuk telunjuknya ke dagu beberapa kali, kebiasaan yang muncul saat ia sedang berpikir. “Profesor itu orang yang pintar dan tahu semua hal?” Nadanya lebih seperti bertanya daripada menjawab.

Mata Liv berbinar-binar. “Kalau begitu, Liv kasih tebakan, ya.”

Suho mengangguk, setuju.

Liv mengetuk dagunya dengan telunjuk untuk memikirkan pertanyaan. Beberapa menit kemudian gadis kecil itu bersuara. “Liv lebih mirip dengan Rapunzel atau Cinderella?” tanya Liv, berharap-harap cemas.

“Rapunzel itu yang suka makan buah apel itu, ya?” Suho balik bertanya.

Liv melejitkan bahu, “Liv tidak tahu, Daddy. Liv tidak pernah bertanya kepada Rapunzel, apa dia suka apel atau tidak.”

“Eum, kalau Cinderella yang punya rambut panjang. Dia dikurung di menara yang dijaga naga, bukan?” Suho kembali berkelakar.

Tidak ada jawaban dari Liv.

Hening beberapa detik. Suho, curiga. Ia kembali mengoarkan pernyataan, “Daripada jadi Rapunzel atau Cinderella, lebih baik Liv jadi penyihir saja. Naik sapu terbang―”

“―HUAAAA.” Isakan keras terdengar dari arah samping. Liv menangis.

Suho kebingungan, “Sayang, kenapa menangis?” Pertanyaan Suho tidak terjawab. Gadis kecilnya itu, malah berlari ke arah ibunya yang sedang memasak di dapur.

Suho tergopoh-gopoh mengikuti laju putrinya. Namun, segera membeku di tempat setelah mendengar rengekan Liv kepada si Ibu.

“Mom, Liv ingin sekali tukar Daddy dengan Paman Kyungsoo. Paman Soo tahu soal Rapunzel dan Cinderella. Liv tidak ingin punya Daddy profesor. Daddy jahat.” Jelas Liv sambil terisak.

Ibunya pun bersimpati, segera dihapus airmata Liv. “Kenapa sayang? Jangan menangis.” Ucap si wanita lembut.

“Daddy tidak tahu yang mana Rapunzel dan Cinderella. Daddy bilang, Liv lebih mirip penyihir yang giginya banyak lubangnya.” Liv kembali bercucuran airmata.

Wanita itu menghela napas panjang. Netranya menukik tajam pada suaminya yang berdiri takut-takut di belakang Liv. “Iya, sayang besok kita tukarkan Daddy dengan Daddy yang lainnya saja.” Simpul Ibu Liv, tanpa belas kasihan.

-oOo-

a/n:

  • Iseng bikin ini di sela-sela revisi terakhir sebelum seminar proposal penelitian. Hehehe. Semoga menghibur :). Bye the way, terima kasih kepada kalian yang sudah berbaik hati untuk membaca, apalagi meninggalkan komentar barang satu atau dua kata. Jujur, saya seneng banget bacanya dan maaf sekali belum bisa balesin. Saya lagi sibuk-sibuknya mengatur banyak hal untuk skripsi, jadi mohon dimaklumi. Dan tolong jangan menyimpulkan satu hal hanya menurut persepsi kamu. Kemarin salah satu pembaca blog ini ada yang meninggalkan komentar. Intinya dia bilang kalau saya jarang membalas komentar, padahal saya meminta pembaca untuk meninggalkan jejak mereka. Dia juga bilang, jika saya bertindak demikian hanya untuk mengumpulkan jumlah komentar agar blog saya lebih terkenal. Saya gemas sekali baca komentarnya, makanya saya hapus.
  • Memberi saran boleh, asal jangan menyakiti atau menyinggung orang lain.
Advertisements

106 thoughts on “[1/2] Daddy’s Problem

  1. Sepertinya hanya Chanyeol yg ndak digambarkan punya istri… sini aja mas sama aku.. bayangin mereka jadi daddy-daddy muda senyum-senuum sendiri

  2. demi apa? ngakak abis sumpah hahah .. apalagi yang pas bagian suho wkwk suho malah jelasinnya terbalik malah disuruh jd penyihir anaknya parah banget lebih kasiannya lagi anaknya minta ganti daddy wkwk poor suho ..
    kalo bagian chanyeol lucu cute gitu chanyeolnya ngambek anaknya bilang baek lebih tampan anaknya juga jago juga ngerjain daddynya wkwk
    kalo bagian baek heuhh mungkin baek selalu kepedean buat buat cerita jagoan biar keliatan keren depan vernon ehh pas kejadian disuruh masuk rumah hantu malah takut wkwkk

  3. Pingback: [2/2] Daddy’s Problem – FFindo

  4. Aku lebih suka yang chanyeol. Lucu aja kalau dia ngerajuk kayak gimana. Ahahaaa…😆. Kalo baekhyun, langsung kebayang dia di exo’s showtime pas rumah hantu. Bukannya takut, vernon pasti ketawa mulu ngeliat daddy nya jejeritan pas ngeliat hantunya. Kalo suho, kasian liv nya. Mending liv ganti daddy aja deh…
    Maaf kalo komen ku kepanjangan ✌✌✌

  5. Yaa elllaa si leader sengklek kambek. . Pantes aja liv nangis… dady chanieeee… iih kek anak2 deeh ngambekan daan dady baekie. . Ahaha makanya kena karma kan ahaha gak kebayang doi jejeritan du rumah hantu dan dede vernon ketawa tawa lucuu ahaha. . Poor dady

  6. Yg paling kocak asli yg suho, rapunzel ketuker ama sbow white, cinderella ketuker ama rapunzel wkwkwk

    Tp baek jg bodor, bawel sih mulutnya pas ditantang lgsg ciut..

    Narsismenya chanyeol jg gak pidar, ud punya anak ttp aj pgn jd yg pling ganteng.. wkwk

  7. ASTAGHFIRULLAH KOCAKKKKKKKKKKKK!!!!!! hahaahahahaha ih gue bayangin chanyeol ngerajuk unyu gt:3333 kamu yang tertampan kok sayang.

    EH NYONYA BAEKHYUN SEHAT ATUH? makanya jan boongin anak kecil😂😂😂

    and the last is, what the hell with the “exchange daddy” thing?😂😂😂😂😂

  8. Anyeong kak, q dulu pernah visit keblog kaka, sempat tertarik dg ff kaka yg ‘sad movie’ tapi q ketinggalan karena harus hiatus. Dan baru skarang q visit again. Dulu id q (feni yuni) bagus kak, cerita kaka mmg gk pernah bikn boring:)

  9. waks sumpah ngakak hahaha xD
    suho terbully banget kkk~ mau dituker sama daddy lain nih? salah sendiri gatau sinderela sama rapunjel –”
    baekhyun juga waks xD makan tuh rumah hantu :’v *ditendang*
    chanyeol ya ampun –”

    tapi ini jadi saling estafet ya? dari chanyeol yang dikataan lebih gantengan baekhyun, baekhyun yang berani lawan suho yang galak, terus suho yang mau dituker sama kyungsoo? next kyungsoo kah?

    suka sama gaya penulisannya~ ini rapi banget 😀
    keep nulis kak ^^
    imel dari 00L salam kenal 😀

  10. menanggapi komentar kk, aku pikir ‘dia’ bukan memberi saran tp kritik, dan menurut aku kritik bebas diucapkan (disalurkan) asal tidak mengandung SARA. kyk opini itu pendapat org, dan orang lain ga berhak ngatur pendapat dia.
    krn ada orang yg berpikir “tuhan aja klo lg marah bisa negur hambanya dengan cobaan yg paling berat agar hambanya cepet sadar”, jadi klo kritik pedes khas haters mirip2 sm kalimat itu.. jd klo ada saran, kritik positif ato negatif dibaca aja, klo ga suka gausah direspon, biar ga makan hati..
    #gamaksudmenggurui 😉 cuma mengutarakan pendapat, aku si ga masalah komentar dibales apa engga, malah aku pikir itu bkn sesuatu yg penting yg harus dibls, klo pertanyaan baru dijawab, komentar bisa termasuk ‘pernyataan’ kan?
    ditunggu oh jino nya yaaaa 🙂

  11. Baru juga bilang semua cerita Ka Titis seru, eh udah kebukti aja disini, ngga deh tapi di semua cerita ya ga?

    Jadi ini cerita ‘Daddy(s) problem with his/her son?’ Ada ada aja ya kak idenya, kreatif emang wkwk. Lucu sih tapi paling gemes Suho, blm apa apa udah di judge sama anaknya sendiri padahal kan dia ga nyamain Liv sama penyihir hahaha. Good job kak!

  12. DAHEL SUER INI SOMPLAK BANGET XD APALAGI YANG BAGIANNYA BAEK, LANGSUNG FLASHBACK KE ERA EXO SHOWTIME YANG MEREKA M/caASUK KE RUMAH HANTU XD /maafkancapsjebol:’v/

    btw kak titis keren ya, lagi sibuk-sibuknya ngerjain tugas skripsi masi aja nyempetin diri buat nulis, nah aku aja yang baru sma dengan tugas yang bisa dibilang belum sebanding dengan mahasiswa tingkat akhir ngga berani surf di dunia internet terlalu lama :’v palingan buka laptop terus online cuma buat nyari info terbaru tentang bias X’D /maapkancurhat/

    terus semangat ya kak ‘-‘/ FIGHTING~~

Sudahkah Kamu Meninggalkan Jejak?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s