The Naked Truth: Epilog

the-naked-truth-twelveblossom-bycastorpollux

cr:CASTORPOLLUX@Poster Channel

Previous: 

PrologMornfulThe Girl From The PastThe Man From The PastHappily Ever After 

Aku dan Sehun akhirnya bersama. Kami mencoba untuk melupakan masa lalu yang kusam dan membuka lembaran baru. Kami melakukan banyak hal yang belum sempat dilakukan, membuat kenangan manis sebanyak mungkin.

Aku dan Sehun memang tidak langsung menikah lagi. Kami telah merencanakan itu, tapi nanti dulu. Kami ingin menikmati sekon demi sekon saat kebersamaan kami sebagai sepasang kekasih.

Sehun memberikan seluruh atensinya kepadaku. Pria itu berulang kali menyatakan bahwa kami, tak perlu lagi menyembunyikan kata hati kepada satu sama lain. Kejujuran sangat penting dalam suatu hubungan. Cukup satu kali saja pengalaman yang membuat diriku dan dirinya salah paham, membuat kami berpisah sekian lama.

Aku menerima kasih Sehun sama seperti dulu, bedanya kini diriku juga memberikan cinta yang serupa besarnya. Tidak ada perasaan berat sebelah, hanya ada kami yang saling melengkapi.

Pada akhirnya ceritaku berakhir bahagia. Meskipun, awalnya menyedihkan karena aku yang terlalu mendramatisir keadaan. Jika, diingat-ingat lagi, ada beberapa bagian yang seharusnya kutanggapi dengan santai. Namun, pikiranku terlalu berliku untuk melakukan itu.

Terima kasih sudah membaca curahan hatiku. Aku, Jung Nara kini sudah baik-baik saja, kalian tidak perlu khawatir lagi kepadaku.

Tunggu!

Kalian pasti bertanya-tanya alasan Summer dan Chanyeol berdusta mengenai pernikahan Sehun. Ternyata, alasan mereka sederhana. Summer dan Chanyeol merasa bersalah. Mereka mengira telah menjadi penyebab rusaknya rumah tangga kami.

Summer merasa bahwa akibat kebohongannya di masa lalu, membuatku terjebak dalam kenangan. Ia ingin diriku kembali ke Seoul dan mengakhiri berbagai hal yang dulu masih belum usai. Sedangkan, Chanyeol tidak tega melihat Oh Sehun, sahabat terbaiknya itu hancur. Sehun seperti tidak memiliki semangat hidup setelah berpisah denganku. Chanyeol merasa bertanggung jawab atas hal tersebut. Chanyeol mengalami dilema. Di satu sisi ia masih menyukaiku, namun di sisi lain ada Sehun yang terluka. Maka dari itu, ia ingin bertemu denganku untuk memastikan, apakah perasaanku padanya sudah sirna atau masih tersisa.

Pertemuanku dengan Chanyeol waktu itu, menyakinkan si pria jangkung bahwa diriku sudah tidak mencintainya lagi. Dari sorot mataku, Chanyeol bisa memastikan desir kasih yang sempat bersarang di hatiku sudah tiada. Menerima kepastian itu, Chanyeol memberikan kesempatan padaku untuk bertemu dengan Sehun. Agar memancing rasa takut kehilanganku pada Sehun, Chanyeol mengucapkan pernyataan palsu tentang pernikahan sahabatnya itu.

Jelas aku kesal karena mereka telah berdusta kepadaku. Kendati demikian, kebohongan mereka itu justru menyulut diriku untuk menyadari hal-hal yang selama ini aku rasakan dan sebuah perasaan yang berusaha kusembunyikan. Membuat diriku sadar akan kebenaran yang sebenarnya begitu kasat mata. Kebenaran yang selama ini tertutupi rasa egoisku. Kebenaran yang membuatku bahagia.

-oOo-

a/n: Yeay, selesai juga akhirnya. Saya lagi berusaha menyelesaikan semua cerita yang pernah saya buat di blog ini, sebelum (mungkin) tidak sempat lagi menulis fanfiction. Terima kasih sudah membaca dari prolog hingga epilog. Saya tahu ini sangat tidak maksimal. Tapi, daripada tidak selesai-selesai dan makin kayak sinetron. Huhuhu.

Seri ini memang tidak ada kolom komentar, cuma di part satu aja ada. Jadi, yang ingin sekali mengungkapkan opininya mengenai cerita ini bisa meninggalkan komentar di part Mornful atau mengunjungi Askfm saya atau mention ke akun Twitter saya.

Advertisements