Maximillian: [1] Mea Proteget Te

photo-1457064544621-3cb9d77c4632

Previous:

PrologThe Half The NobleThe Abigail CrandallThe Alarice and AcanthaThe Ariana Maddrock

“My love will protect you.” ―Baby Don’t Cry, EXO

-oOo-

“Ceritakan kepadaku, apa isi pesan yang diberikan Maximillian untukku!” Seru gadis itu.

Baekhyun menatap gadis yang tengah cemberut. Gadis yang kecantikannya menguras seluruh atensi Baekhyun. Gadis kesayangan Byun Baekhyun.

Sue, si gadis setengah vampir sedang penasaran. Ia masih menggerutu ketika Baekhyun membelai surainya.

“Sayang, aku sudah menceritakan semuanya.” Bisik Baekhyun, tepat di rungu Sue.

Tubuh Sue mendadak kaku. Ia mundur selangkah untuk menjauhi Baekhyun yang berniat menggodanya.

Suara daun gugur yang terbaring lesu di tanah bersahutan, saat kaki Sue menginjak mereka.

“Aku tidak percaya.” Seloroh Sue. Dia melipat tangan, berusaha menampakkan gestur murka. Kendati demikian, gaun selututnya yang bewarna kuning menyala, justru membuat Sue semakin lucu, bukan menyeramkan. “Aku ingatkan, Byun Baekhyun. Kita kan sudah membuat kesepakatan. Tidak ada hal apa pun yang disembunyikan di antara kita.” Tegas Sue sekali lagi.

Baekhyun tersenyum simpul. Ia mendekat ke arah Sue. Gerakannya cepat, hingga tidak mengizinkan gadisnya untuk menghindar. Lalu, Baekhyun memeluk Sue.
“Baiklah, tapi kau harus berjanji kepadaku agar tidak melakukan apa pun tanpa diriku, mengerti?” Ucap Baekhyun, penuh kasih.

Sue mengangguk dalam kungkungan si pria yang terbalut kemeja biru tua dan celana jins bewarna senada. “Aku janji.” Timpal Sue cepat-cepat.

Baekhyun merenggangkan dekapannya. Ia menatap lamat-lamat kekasihnya. Paras pria itu berubah serius. “Maximillian ingin bertemu denganmu, sebelum menyembuhkan Kai.” Ujar Baekhyun.

Netra Sue membola. Ia tidak pernah berjumpa dan mengira apabila Maximillian sudi menemuinya. “Sepertinya, Maximillian adalah figur istimewa di kalangan para vampir sebab beberapa minggu belakangan ini, klan timur sering sekali membicarakannya.”

Baekhyun menghela napas. “Benar, dia penguasa dan pengendali kami, agar tidak membunuh secara brutal manusia demi memuaskan dahaga.” Jelas si pria.

Sue membisu, ia menunggu penjelasan lain.

“Pasangan absolut Kai adalah Maximillian.” Sambung Baekhyun, lantas membuat Sue memekik.

“Bukankah, Kai terluka karena Maximillian?” tanya Sue.

Baekhyun melejitkan bahu. “Sampai sekarang itu dugaan kami. Tetapi, belum tentu benar.”

“Kau menganut praduga tak bersalah.” Kata Sue, lalu ia menjungkitkan bibir. Sue mengecup pipi Baekhyun. “Jelaskan lebih banyak soal Maximillian dan para vampir. Ayo, cepat. Sebelum aku memutuskan untuk setuju atau tidak bertemu Maximillian.” Lanjut si gadis, ketika Baekhyun menautkan jari-jari mereka.

“Bangsa kita terdiri dari empat tingkatan. Maximillian berada di titik puncak. Noble atau bangsawan di tingkat kedua. Ward, vampir yang memiliki kekuatan khusus berada ditingkat ketiga. Vampir biasa atau manusia setengah vampir sepertimu, berada di tingkat terakhir.” Baekhyun menjelaskan, sembari berjalan bersisihan dengan Sue menuju kediaman klan timur. “Maximillian juga bertugas menyegel kekuatan vampir yang tak termaafkan.” Lanjut Baekhyun.

Sue mengernyitkan alis. “Tidak termaafkan. Apa maksudnya?” tanya Sue.

“Ada tiga hal yang tak termaafkan dalam dunia vampir, Sue. Melenyapkan, menghancurkan, dan Membekukan. Klan timur memiliki dua kekuatan itu. Kau tentu bisa menebak, siapa anggota keluarga kita yang tak termaafkan.” Baekhyun menghentikan langkah. Ia memandang Sue lama, meminta respons.

“Paman Kyungsoo menghancurkan, kemudian siapa yang satu lagi?”

“Kai, melenyapkan. Ia bisa melenyapkan vampir lain hanya dengan tatapannya. Kekuatan tak termaafkan yang paling besar. Maka dari itu, hanya Maximillian yang mampu menyegelnya.” Jawab Baekhyun.

“Jadi, apa mereka menjadi pasangan hanya karena kekuatan itu?”

“Aku tidak tahu bagaimana cara kerjanya, Sayang. Kehidupan mereka begitu rumit.” Baekhyun tertegun. Ia meraup wajah, sebelum melanjutkan. “Aku rasa mereka juga saling jatuh cinta. Kau tak akan bisa menolak sebuah perasaan kasih saat sebagian dirimu tersimpan di tubuh orang lain atau ketika kau memiliki separuh jiwa yang lain. Mereka terikat.” Sambung Baekhyun.

“Aku pusing mendengarnya.” Ujar si gadis sambil membuang napas keras-keras. “Jika, benar mereka saling mencintai. Lalu, kenapa Maximillian menyakiti Kai?” Sue mengujarkan pertanyaan yang mengganggunya.

“Entahlah, mungkin Kai berbuat kesalahan.”

“Kasihan sekali Maximillian. Dia pasti juga terluka. Kau tahu, Byun Baekhyun. Tidak ada yang lebih menyakitkan dibandingkan saat kita dengan sengaja melukai orang yang paling dicintai. Well, kalau mereka benar-benar memiliki perasaan sayang.” Ungkap Sue, si gadis enggan menyembunyikan kesedihan dalam rautnya.

Baekhyun merangkum paras Sue. Ia mengecup kening si gadis. “Hatimu itu sangat mudah tersentuh.” Pria itu menyelipkan anak rambut Sue yang bergoyang akibat terkena angin. “Kalau menyakitiku membuatmu sangat terluka. Aku berjanji tidak akan memberikanmu alasan untuk menyakitiku.” Lanjut Baekhyun.

“Manis sekali.” Seru Sue. Tawanya berdentang sejenak. “Apa kau pernah bertemu Maximillian? Bagaimana rupanya?” Gadis itu enggan menyembunyikan keingin tahuan.

“Beberapa kali, aku berjumpa dengannya. Dia sangat rupawan.”

Sue mencebik. “Oh.” Gumamnya, cemburu.

Kini giliran Baekhyun yang menyugar tawa. “Tidak perlu cemburu. Aku sudah bertekuk lutut padamu, Sue Park.” Timpal Baekhyun, sembari menyentil hidung gadisnya.

Mereka kembali melangkahkan kaki, sudah mulai gelap. Sue butuh istirahat, mereka harus segera sampai hunian klan timur.

“Baekhyun, aku ingin memenuhi undangan Maximillian.” Kata Sue, sebelum mereka memasuki rumah.

“Kau tidak harus bertemu dengannya.” Ujar Baekhyun, nampak tak setuju.

“Aku harus, karena diriku penasaran apa alasan sosok yang paling berkuasa ingin menemuiku. Aku ingin tahu bagaimana jalan berpikirnya.” Sue meremas jari-jari Baekhyun untuk lebih meyakinkan. “Kami sama-sama gadis api, ingat? Paman Kyungsoo dan Sehun pernah mengatakan itu.” Imbuh si gadis.

“Sial,” umpat Baekhyun. “Seharusnya, aku tidak mengatakan pesan Maximillian kepadamu.”

Sue tersenyum, “Jangan khawatir, Byun Baekhyun. Cintamu yang sangat berlebihan itu akan melindungiku.” Timpal si gadis yang lantas mendapatkan persetujuan setengah hati dari Baekhyun.

Esok harinya, pagi-pagi sekali Baekhyun dan Sue kembali menuju hutan yang terdalam. Mereka hendak memanggil Kneazle milik Maximillian untuk menyampaikan jawaban.

“Apa itu Kneazle?” tanya Sue, saat Baekhyun hendak menguraikan cahanya, mengundang Kneazle datang.

“Satu-satunya pengantar pesan Maximillian yang paling setia.” Jawab Baekhyun datar.

“Bagaimana wujudnya?”

“Bisa apa saja.”

Sue bergumam kagum. “Hebat sekali!”

Baekhyun tidak mengindahkan kebisingan yang dibuat si gadis. Pria itu berkonsentrasi untuk menghempaskan cahaya yang berasal dari raganya agar bisa menarik atensi Kneazle.

Sementara Sue duduk di akar pohon yang timbul, tepat di belakang Baekhyun. Gadis itu bernyanyi lirih, ia mulai bosan menunggu. Sue mengerjapkan netra beberapa kali saat sebuah titik kecil api mulai membesar. Ada lubang api yang muncul lima meter jauhnya dari tempat si gadis duduk. Baekhyun tidak dapat melihat karena ia terlalu berkonsentrasi dan membelakangi Sue.

Sue semakin terpaku, saat muncul kucing api dari dalam lubang. Portal api itu meredup, lalu menghilang. Si kucing api berlari ke arah Sue. Gadis itu lantas berdiri. Tidak kabur.

Tumben sekali, Sue tidak ketakutan saat kejadian ajaib terputar di hadapannya. Sue malah tertawa tertahan saat kucing itu bergelung manja di kakinya. Ia enggan menyembunyikan kekehan, hal itulah yang membuat Baekhyun tersadar.

“Kneazle.” Kata Pria itu. Baekhyun terkejut saat melihat Sue menggendong kucing api yang ia ketahui sebagai Kneazle. Kneazle luar biasa ganas kepada vampir yang bukan tuannya. Makhluk itu justru rela berada di kungkungan Sue.

“Apa hutan ini juga menyimpan kucing api yang lucu seperti ini, Baekhyun?” tanya Sue. Kucing itu memang beraga api, namun Sue tidak terbakar ketika menyentuhnya.

Lantaran menjawab, Baekhyun menghunuskan cahaya yang runcing ke arah Sue. Membuat si gadis terkejut, melepaskan kucing api. “Dia Kneazle, Sue. Dia berbahaya.” Ujar Baekhyun sembari mengambil posisi di depan Sue, menjadi perisai bagi gadis itu.

“Dia Kneazle? Tidak mungkin.” Lirih Sue, ia mencengkram lengan Baekhyun, ketakutan.

Ucapan Baekhyun terbukti, kucing api itu semakin membesar, lalu bertransformasi menjadi pemuda berjubah hitam.

Lutut Sue langsung lemas.

“Yang Mulia,” Ucap Kneazle yang ditujukan pada Sue.

-Bersambung-

a/n: Inginnya bikin epilog, tapi malah panjang banget. Habis, gemas kalau gak munculin Baekhyun x Sue. Kangen sama mereka. Hihihi. Semoga kalian gak bosen, ya. Vampire’s Diary punya banyak episode kayak sinetron. :’)

Kotak komentar ada di Track List.

Advertisements