On The Snow

5d9882482be0ed7515da38793867ad33Credit picture: Pinterest

“On this afternoon when the first snow is falling.” ―On The Snow, EXO


Pernah tidak, kamu merasakan rindu yang datang tiba-tiba? Ketika kamu tidak sengaja, melakukan hal serupa yang pernah kamu perbuat sebelumnya. Seperti, pergi ke gerai kopi yang biasa kamu datangi dengan mantan kekasih, membaca baris pesan lama, atau pun menatap butiran salju yang turun. Aku sedang melakukan ketiga hal itu sekarang. Pada tengah hari, di jam istirahat makan siang. Aku tertegun memandangi jendela gerai kopi yang merangkum salju pertama di tahun ini. Aku merindukannya, hatiku berucap sembari mengigil kedinginan.

“A year has already passed but ….”

Satu tahun telah berlalu, tetapi aku tetap merindukannya. Tidak setiap waktu aku mengenang dirinya, hanya ketika cuaca atau musim yang memancing kenangan untuk menyeruak keluar. Contohnya, awal musim panas―aku pasti merindukan keluhannya akan keringat yang terus mengucur. Awal musim semi, saat senyumnya merekah membuatku jatuh cinta. Awal musim gugur, ia akan murung sebab halaman rumahnya kotor akibat gugurnya daun. Dan sekarang, awal musim dingin―kepingan favoritnya―musim kesukaan kami―sekaligus bagian yang paling pahit, mengingatkanku pada pertengkaran itu.

Tahun lalu, semuanya begitu buruk. Aku dan dia diselimuti kemurkaan yang tak berujung. Amarah membutakan segala kenangan yang terajut manis, pengikat antara aku dan dirinya. Hingga sebuah keputusan terkoar, membelah hubungan yang terekat kuat menjadi dua bagian, terpisah dan enggan untuk kembali.

“If I could go back … turn back my heart.”

Jika diriku bisa kembali …. Aku tersenyum singkat memikirkan hal tersebut. Mungkinkah hatiku akan berkata serupa? Apabila aku dapat kembali, diriku akan menarik segala kobaran api dan kalimat yang menyakitkan.

“Yeah, it’s stupid thought, but still, what if.”

Aku tetap berandai-andai, membiarkan kebodohan itu mendominasi. Langkahku perlahan menuju kantor juga tak mengindahkan salju yang jatuh ke tubuhku. Melamun. Tertegun, atas kemungkinan jika aku bertemu dengannya. Apakah aku akan baik-baik saja? Sebab setiap salju yang menyentuh kulitku menghubungkanku padanya, sentuhanya, kecupannya, pelukannya, dan hasratnya.

“If I met you, would my tears rise up?”

Tidak. Aku tak akan menangis, jika diriku bertemu dengannya. Aku akan diam, mengamati, dan sekali lagi merindu.

Apa yang dapat kulakukan, jika bertemu dengannya?

Apa diriku masih memiliki hak untuk memeluknya erat? Atau meminta dia agar memberikan seluruh atensinya padaku?

Sebab dulu aku yang menyakitinya. Tak pantas aku memohon kasihnya, lagi. Aku berdosa padanya.

“I’m sorry. I didn’t treat you well.”

Sekarang, saat salju pertama turun serupa tahun lalu, aku hanya bisa mengucapkan maaf dengan lirih. Berusaha melipat kembali kenangan yang terbuka, memasukkan ke dalam masa lalu yang tak pernah bisa diubah.

“After time passed I just realized that you so precious to me, Sehun.” Bisikku mengakhiri kerinduan itu.

-oOo-

  1. Kotak komentar di Track List.
  2. Woah, akhirnya selesai juga Track List untuk album EXO. Tapi, bakal nambah lagi soalnya mereka mau comeback yeay~~~
  3. Terima kasih sudah membaca :).
  4. Oh ya, aku punya akun baru Wattpad di Twelveblossom. Di akun wattpad itu bakal ada Sad Movie, Undercover Marriage, dan Outages yang sudah diedit.
Advertisements