Maximillian: [2] Mea Proteget Te

IMG_20160610_003756

Credit Picture: here

Prev: Vampire’s Diary – Part 1

“My love will protect you.” ―Baby Don’t Cry, EXO

Yang Mulia,” ulang Kneazle itu, setelah tak mendapatkan respons dari gadis yang berdiri takut-takut di hadapannya.

Sue berbisik lirih kepada Baekhyun, “Aku sungguh tidak mengenalnya. Kenapa dia bertingkah seolah-olah aku ini ratunya?” Si Gadis mengakhiri ucapannya dengan cemberut.

“Kau memang bukan penguasa saya” Sambar Kneazle. Ia tersenyum singkat. “Jadi, dia pasanganmu?” Lanjutnya sembari melangkah mendekat ke arah Baekhyun.

Baekhyun pun memutar bola mata sebagai tanggapan. Tubuhnya yang kaku, lebih melunak setelah mendapatkan sapaan hangat itu. “Kukira Kneazle yang lain. Ternyata kau, Vernon.” Ujar Byun Baekhyun.

Kneazle berwujud pemuda rupawan dan bersurai silver, enggan melepaskan manik birunya dari paras Sue. “Kau punya bau mirip Max―“

“―Elemennya juga api, dia putri Chanyeol.” Potong Baekhyun, tubuh pria itu beranjak merengkuh Sue. Baekhyun berubah sangat protektif belakangan ini.

Vernon mengangguk paham. “Oh, pantas saja.” Lalu, ia pun membungkuk. “Saya siap melayani, Yang Mulia.” Imbuh Kneazle, nadanya main-main, namun tak mengurangi khidmat dalam suaranya.

Baekhyun pun mendengus. “Antarkan pesan kami―“

“Kau melupakan kata ‘tolong’. Ingat, saya bukan pelayan, Baekhyun. Kedudukan kita sama. Di sini hanya satu orang yang dapat memberikan perintah kepada saya, yaitu nona berelemen api.” Ujarnya, kini tubuh jangkung si pemuda kembali tegak.

“Baekhyun, apa bisa prosesnya dipercepat?” panggil Sue sembari menarik ujung kemeja kekasihnya.

Baekhyun menghela napas panjang, “Berikan dia perintah.” Jawab Baekhyun yang lantas mendapatkan anggukan dari Sue.

“Aku ingin bertemu Maximillian, kucing api.” Kata Sue, ia berusaha membenahi suaranya yang bergetar. “Sekarang,” lanjutnya, lebih tegas.

“Baik, Yang Mulia.” Sang Kneazle  membuat lingkaran imajiner dengan jarinya yang mengayun ke udara. Selang dua sekon lubang api kecil terbentuk, lama-lama membesar hingga bisa menelan mereka.

“Apa itu Baekhyun?” tanya Sue, berbisik.

Lantaran menjawab, Baekhyun malah meremas lembut tangan Sue. Pria itu mengalirkan kehangatan dari jarinya kepada gadisnya. Selaput tipis terbentuk, menyelubungi Sue. Baekhyun menggunakan kekuatannya untuk melindungi Sue.

Vernon melipat tangan di depan dada, mendendangkan tawa. “Api ini tidak akan melukainya, justru membuatnya lebih kuat. Kau bersikap terlalu protektif pada pasanganmu.”

“Diam, tunjukkan saja jalannya. Aku pernah satu kali melihatnya sekarat dan tidak berniat mendapatkan pengalaman yang kedua.” Perintah Baekhyun, dingin.

Vernon tersenyum miring. Ia melangkah terlebih dahulu ke dalam lubang api, kemudian disusul Baekhyun dan Sue yang tertelan. Ketiga sosok  menghilang, menyisakan hutan pinus yang senyap.

Sue ikut-ikut menunduk, ketika Baekhyun dan Vernon melakukan hal serupa pada gadis anggun yang duduk di singgasana. Sue mencuri pandang di sekitar ruangan yang menyerupai gedung pertemuan. Karpet hitam tergelar sepanjang jalan. Tak ada barang apa pun di dalam ruangan. Bangunan itu adalah kastil yang gelap, cahanya hanya berasal dari lilin.

“Sue Park, gadis api yang tangguh.” Suara merdu terkoar dari bibir Maximillian.

Sue membalas sapaan dengan menatap Maximillian. Ia terpaku ketika pandangannya bersirobok dengan Maximillian, sangat terasa kontrakdiksi yang mengalir dari sepasang manik penguasa. Ada kedamaian dan kerisauan yang tercampur. Membuat Sue hampa.

“Byun Baekhyun dan Sue Park, aku ingin meminta bantuan kalian.” Ujar Maximillian, suaranya begitu mendominasi hingga Baekhyun pun tak sanggup menolak.

“Apa yang Anda butuhkan dari kami, Yang Mulia?” tanya Baekhyun, ada ragu di sana. Ia menggeser tubuhnya lebih dekat pada sang kekasih. Siapa pun di ruangan ini tahu, jika Baekhyun mulai menguarkan perisai.

Vernon mendesis, “Kau tidak diizinkan menggunakan kekuatanmu di hadapan Maximillian, Ward.”

“Vernon, tidak apa-apa.” Cegah Ariana, sembari mengarahkan telunjuknya pada Kneazle hingga membuat Vernon bertransformasi menjadi kucing api. “Baekhyun, tentunya kau sudah mengetahui hal yang kuinginkan hanya dengan menatap mataku.” Lanjut Maximillian, lembut sekaligus tajam.

Baekhyun tertawa sinis, “Anda baru aja membunuh saudara Anda sendiri.” Baekhyun menarik Sue agar terlindung di belakang tubuhnya. “Sue bukan ancaman seperti si Gadis Lembah,” ujar Baekhyun.

“Aku tidak ingin melenyapkan Sue.” Maximillian mengambil jeda sejenak, lalu berucap, “Aku ingin Sue melahirkan sebagian dari diriku.”

a/n: Pemanasan dulu, sebelum mulai nulis lagi hehehe. Yeay! Akhirnya sidang skripsinya beres, tinggal revisi. Oh ya, selamat berpuasa bagi yang menjalankan.

Kotak komentar di Track List.

Advertisements