Under Protection

Under Protection copy

“Do I look like a child?” ―Call You Bae, Jimin & Xiumin

-oOo-

Sehun sedang mengemudikan Audi RS7, sembari sesekali mencuri pandang pada gadis yang duduk di sampingnya. Ia tersenyum simpul, ketika mendengar dengusan pelan dari penumpangnya. Sehun tahu, gadis itu terang-terangan mengerucutkan bibir untuk memperkuat kesan tak bersahabat yang sedari tadi ditunjukkan. Sehun tidak tersinggung atas sikap gadisnya, toh sikap sang kekasih tampak lucu.

Menurut si pria berusia awal tiga puluhan, tindakannya sudah benar. Walaupun Nara enggan menerima secara sukarela, Sehun tetap merasa tidak bersalah. Pria itu menganggap bahwa mengacaukan pesta minum akhir pekan kekasihnya adalah hal paling luar biasa serta patut diapresiasi.

“Dari tadi aku belum mendengar ucapan terima kasih,” ujar Sehun, berusaha mengisi kesenjangan.

Lawan bicaranya pun memutar bola mata, menganggap bahwa topik yang diangkat Sehun merupakan hal tidak istimewa dan tak perlu diperbincangkan. “Aku merasa tidak memiliki kewajiban untuk mengucapkan terima kasih.”

“Padahal aku sudah bersusah payah menjemputmu―“

“―Aku kan tidak minta kau datang―“

“―Dan menyelamatkanmu dari pesta minum-minum yang sengaja dibuat oleh bosmu yang tertarik padamu. Bos sialanmu itu berniat agar kau mabuk. Sadarlah, Jung Nara.” Sehun memotong ucapan Nara, membuat gadis yang masih mengenakan setelan kantornya melotot kesal.

Nara menggigit bibir, berusaha untuk menjaga intonasi suara. “Begini Sehun, bukankah pesta perayaan akhir pekan adalah hal yang biasa dilakukan?”

“Ya, benar. Tapi, kau bisa saja tidak ikut minum alkohol.”

“Omong kosong―“

Sehun berdecak-decak, ia menyugar surai hitamnya yang berantakan. “Pesan saja jus jeruk.” Ia mengambil jeda sekilas, lalu mengerling jahil ke arah Nara. “Atau jus apel,” imbuhnya.

“Apa menurutmu aku akan memesan jus jeruk dan jus apel di bar? Memalukan sekali,” cecar Nara.

Sehun tertawa ringan. “Sewaktu sekolah dasar kau sangat suka minuman itu. Tidak memalukan, malah menyehatkan. Cocok untuk dirimu yang masih dalam masa pertumbuhan.”

“Aku bukan anak kecil!” seru Nara, ia memukul lengan Sehun.

Sehun tersenyum semakin lebar. Pria itu menepikan kendaraan yang mereka tumpangi, lalu berhenti. “Dengar, Sweetlemon.” Sehun meraih jari-jari Nara, kemudian mengecup cepat-cepat, sebelum pukulan lain mendarat di tubuhnya. “Aku sangat cemburu apabila kekasihku mabuk di depan pria lain. Apalagi, jika mereka dengan sengaja menyentuhmu dengan dalih membantu dirimu pulang karena mabuk,” jelas Sehun, kali ini tidak ada nada jenaka yang membuat Nara kesal.

Derai ungkapan Sehun justru membuat si gadis bersurai cokelat itu, menyunggingkan sudut bibirnya malu-malu. Nara memahami kecemasan dalam suara prianya. Ia merasa istimewa.

“Aku bisa menjaga diriku, tidak perlu cemburu.” Suara Nara terdengar lirih, ketika berujar. Dia mengambil napasnya yang tiba-tiba hilang sebab tatapan Sehun menukik padanya secara intens. “Kecuali, jika kau terus khawatir karena menganggapku anak-anak. Apa aku masih terlihat seperti anak kecil, Sehun?” tanya si gadis. Benak Nara memikirkan selisih usia mereka. Nara masih berumur 22 tahun, sementara Sehun 31 tahun.

Sehun menautkan alis. Pria itu enggan langsung menjawab. Ia justru memberikan kecupan pada bibir Nara. Si gadis pun membolakan mata, akibat serangan yang begitu tiba-tiba.

“Menurutmu?” tanya Sehun, ketika tautan mereka terlepas setelah beberapa menit yang mendebarkan. “Apa aku akan mencium anak kecil?” imbuh pria itu, tawanya terurai.

Si gadis terkekeh. Ia merebahkan kepala pada bahu Sehun. “Senang mendengarnya. Kalau begitu, apa aku boleh ikut pesta karyawan lagi?” Nara mencoba menawar.

Sehun membelai surai cokelat madu kekasihnya, “Tidak boleh.”

“Katamu aku bukan anak kecil,” protes si gadis.

“Aku tidak mengucapkan hal itu. Aku hanya menciummu, kau saja yang menyimpulkan,” timpal Sehun, ia tahu jika dirinya menang kali ini. Maka, Sehun pun memberikan pelukan erat pada kekasihnya.

“Sayang, kau bersikap sangat kuno. Aku seperti berpacaran dengan ibuku,” keluh Nara, namun ia tetap menerima kungkungan Sehun yang hangat.

-oOo-

a/n: Kotak komentar di Track List.

Advertisements