Maximillian: [3] Mea Proteget Te

Maleficent 2 mark

Prev: Vampire’s Diary – Part 1 – Part 2

“My love will protect you.” ―Baby Don’t Cry, EXO

-oOo-

“Saya menolak,” ucap Baekhyun, dingin.

Maximillian tersenyum tipis. Ia melangkahkan kakinya untuk turun dari singgasana. “Kau tahu akibatnya,” sergah Ariana, tetap enggan melupakan keanggunan dalam dirinya.

Baekhyun mengerang, benaknya memahami benar apa yang akan terjadi. Jari-jari Baekhyun mengepal, cahaya biru muncul seperti sulur yang menjalar. Percikan kekuatan Baekhyun membakar alas hitam yang tergelar pada lantai Maddrock.

“Mundur Sue,” bisik Baekhyun di tengah geraman. Sue pun menuruti perintah pasangannya. Gadis itu mulai ketakutan, ada sesuatu yang membuatnya lemah saat berada dalam satu ruangan dengan Maximillian. Dia merasa energinya terserap habis.

“Tubuh Sue tak akan mampu mengikat kekuatan Maximillian.” Pria itu berusaha menjelaskan. Baekhyun membidikkan sulur cahaya tepat ke arah Maximillian, ketika Ariana berusaha untuk mendekati kekasihnya.

Sang penguasa mengayunkan tangan, serta merta serangan Baekhyun enyah. “Kau terlalu memandang lemah pasanganmu, Byun Baekhyun.” Maximillian berdecak, tak berselang lama penguasa itu merapalkan mantra, “In via virtuti pervia.”

Hembusan angin serupa bilah pisau tajam menerjang Baekhyun. Tubuh vampir itu terkapar, darah bewarna hitam pekat mengalir dari raganya. Sekon berikutnya, giliran Sue yang terkena serangan angin itu. Lantas si gadis pun tak sadarkan diri. Sebelum Sue jatuh ke tanah, Maximillian menggerakkan telunjuk, tubuh setengah vampir itu melayang menuju ke arahnya.

Sembari menahan sakit, Baekhyun berusaha meraih Sue yang terkulai. Kendati demikian, Baekhyun tetap tidak berdaya. Berulang kali ia mencoba, dirinya tak dapat mendekati Sue.

Bibir Maximillian menyeringai menang, saat melihat upaya Baekhyun untuk membebaskan Sue berakhir sia-sia. Sekali lagi jari lentik Ariana menunjukkan kuasa, sekejap kemudian muncul selubung dari cahaya yang memenjarakan Sue. “Kau memandang rendah kekuatan Sue, padahal dirimu tidak bisa melawan elemenmu sendiri,” ungkap Maximillian, ketika Baekhyun terpental ke dinding dalam upayanya membelah selubung cahaya buatan Ariana.

“Berengsek,” umpat Baekhyun, bangkit dari reruntuhan. Pria itu mengecap darah yang mengalir dari ujung bibir. “Anda salah, Yang Mulia. Sue adalah gadis setengah vampir biasa―“

“―Aku akan menunjukkannya. Sue lebih tangguh dari dirimu,” potong Ariana, tegas. Telapak tangan Ariana mengarah ke tubuh Sue. Secara magis api merayap keluar dari tangan Ariana, semakin membesar. Api itu membentuk lingkaran yang mengelilingi Sue.

“Tidak, jangan. Saya mohon hentikan.” Baekhyun meratap, Ia menatap tubuh kekasihnya mulai terbakar. Vampir itu hendak mendekat ke api abadi, tetapi Ariana kembali melemparkannya.

“Sue, kau tahu cara api itu menyiksa dirimu. Runtuhkan kekuatanku atau kekasihmu akan merasakan derita yang sama sepertimu,” ancam Maximillian, “Hinc illae lacrimae,” seru Ariana. Segera, fokus api itu beralih ke Baekhyun. Perlahan energi inti Ariana merambat untuk menyerang Baekhyun.

Api Ariana menjilat-jilat raga Baekhyun tanpa ampun.

Sang vampir mengerang penuh derita, api yang membelit tubuh telah menyiksanya. Pria itu memuntahkan darah, raganya terangkat ke atas, dan tercabik. Berkas-berkas cahaya biru keluar dari badan sang pengendali yang sedang meregang nyawa, mengkhianati tuannya. Energi inti Bakekhyun tinggal satu kali hembusan napas, saat selubung cahaya yang mengungkung Sue pecah.

“MAXIMILLIAN!” teriak Sue. Gadis itu berdiri di hadapan Maximillian, memadamkan api abadi yang dihasilkan oleh tubuh Ariana. Dengan sekejap, semua luka akibat serangan Maximillian menghilang dari tubuh Sue. Pupilnya berubah semerah darah, surainya yang tergerai bertransformasi menjadi api kuning kemerahan, parasnya murka, dan sulur api muncul dari jari-jarinya. Sue melecutkan apinya pada sang pengusa.

Serangan si gadis memang hanya membakar jubah Maximillian, namun cukup untuk melepaskan Baekhyun dari siksaan kekuatan Ariana.

Sue menatap Baekhyun yang jatuh. Pria itu terluka berat. Baekhyun menggelengkan kepala, tanda melarang, saat melihat Sue membentuk bola api yang lebih besar.

“Kau melukainya,” pekik Sue. Teriakan manusia setengah vampir itu menggetarkan Maddrock, menjatuhkan lukisan yang terpatri di sana. Api abadi menjalar menyelubungi tubuh Sue, kendati membakar dirinya seperti biasa, api itu justru membentuk lingkaran yang membesar serta dahsyat. Sue menembakkan senjatanya ke arah Maximillian yang kini malah tersenyum.

“Argh!” erang Ariana sebagai respons serangan mematikan Sue. Maximillian terpelanting ke belakang. Tubuh Maximillian membeku, kemudian terurai menjadi abu.

Bersamaan dengan hilangnya tubuh itu, Ariana kembali muncul tanpa luka apa pun di depan Sue.

“Cukup, gadis api,” ucap Ariana lembut. “Kau akan terluka jika memaksakan diri,” imbuh Ariana. Jarinya membuat gerakkan seperti menarik kekuatan Sue.

“Anda tidak bisa membunuhnya,” ucap Sue serupa bisikan.

Raut Ariana melunak. “Aku bisa, tetapi tidak sekarang,” balas Maximillian, maniknya yang tajam menatap lekat Sue. “Aku dapat menyembuhkannya,” lanjut sang penguasa.

Maximillian membentuk perisai air yang mengalir menuju Baekhyun. Air magis itu menyelubungi si vampir, membuat Baekhyun kehilangan kesadaran. Luka yang terbuka, menutup akibat dibasuh air yang menyelimuti Baekhyun.

Mendapati tubuh kasihnya kembali seperti semula, api yang ada pada tubuh Sue padam. Gadis itu tersungkur. Sue merasa bahwa energinya dicabut dengan paksa. “Tolong, hidupkan dia lagi, Yang Mulia.” Sue memohon pilu.

Ariana membantu Sue berdiri. “Berjanjilah dengan darahmu untuk mengabulkan keinginanku, setelah itu aku akan menyadarkan pasanganmu,” kata Maximillian dingin.

Sue mengangguk tanpa berpikir dua kali. Ia pun tak berusaha melawan, saat Maximillian menggores kulitnya. Darah yang menetes dari telunjuk Sue, jatuh ke telapak tangan Ariana.

Maximillian mengatupkan mata. Bibirnya berbisik dengan cepat, “Expectes alteri quod feceris. Aku menyerahkan kekuatan Abigail Crandall yang kuambil secara paksa kepadamu, Sue Park. Kau sebagai pembawa serpihan jiwaku, kutugaskan menyembuhkan luka pada raga Kai.” Ariana meletakkan telapaknya yang bercahaya ke perut Sue. “Fide et sedulites. Putri pertamamu akan mewarisi kekuatan itu. Dirimu akan melahirkan bagian dari Maximillian yang tercantik dan tercerdik. Aku memberikan daya pikat Abigail terhadap Kai kepada putrimu. Tak ada cinta yang berkhianat padanya, siapa pun yang mengkhianatinya akan terbakar menjadi abu.”

-oOo-

a/n: Mau tamat sampai di sini? Atau masih ada lagi yang membuat bingung?

Terima kasih sudah membaca dan mengikuti Maximillian, walaupun updatenya lama T.T. Bila ada kritik, saran, dan komentar lain silahkan di ketik pada halaman Track List. Sampai jumpa di cerita yang lain.

Advertisements