My (Girl)Friend: Pregnant?

mygirlfriend

Poster By: Sfxo@PosterChanel

Previous:

My (Girl)Friend: I Miss You – My (Girl)Friend: Please? – My (Girl)Friend: Just Friend

Tolong yang di bawah umur jangan baca ini 😦

-oOo-

Berulang kali Sehun menghela napas, sembari mengamati gadis yang duduk di sampingnya. Di tangan kanan pria itu ada secangkir susu hangat, sementara tangan satunya menepuk lembut punggung Nara. Saat ini Sehun sedang khawatir.

Paras Nara pucat dan dia dalam kondisi yang tak baik-baik saja. Gadis itu memegangi perut. Ekspresinya mengernyit kesakitan. Sedari tiga puluh menit lalu, Nara cemberut.

“Dia kenapa?” tanya Chanyeol yang baru saja masuk ke ruang latihan.

Sehun menjawab, “Mual. Di mana yang lain, Hyung?”

“Masih makan,” ujar Chanyeol. Pria itu duduk di lantai dekat Sehun. Ia memindai Nara yang mengenakan kaus hitam kebesaran dan celana jeans biru.

“Kalau sakit pulang saja,” imbuh Chanyeol.

Nara mengangguk. “Aku tadi sudah menghubungi asisten yang lain untuk membantu kalian. Mereka datang dua puluh menit lagi.” Ia berucap lemah.

“Aku antar sekarang kalau begitu.” Sehun sudah hendak berdiri, kemudian Nara meraih tangan pria itu agar kembali duduk.

“Aku bisa pulang sendiri. Kau harus latihan,” timpal Nara, lalu beranjak membereskan tas ransel. Gadis itu membiarkan Sehun membantunya memasukkan beberapa barang yang sempat Nara gelar selama latihan tadi.

Sehun mencengkram lengan Nara, ketika si gadis terhuyung. Paras pemuda itu menegang, alisnya bertaut. “Aku antar saja, ya?” tawar Sehun sekali lagi.

Nara menggeleng, ia menepuk pipi Sehun. “Aku hanya mual, masih bisa menyetir sendiri.”

“Bawa mobilku kalau begitu, lebih aman, hm?” Sehun melanjutkan gagasannya, ketika Nara hendak menolak. “Bawa mobilku atau aku yang mengantar. Setelah latihan, aku akan ke apartemenmu.” Sehun mengangsurkan kunci Audi RS7 miliknya ke arah Nara.

Nara memutar bola mata sembari menyambar kunci itu. Ia berlalu melewati Sehun. “Oppa, aku pulang,” pamit Nara. Dia tersenyum simpul pada Chanyeol yang masih mengawasi Nara dari atas sampai bawah.

“Apa kau sedang mual?” Chanyeol mengoarkan pertanyaan.

Nara mengangguk.

“Jangan-jangan ….” Chanyeol menggantung ucapannya, manik pria bersurai merah menyala itu bergantian menatap Nara dan Sehun.

“Kenapa?” tanya Sehun, penuh perhatian.

Chanyeol menyeringai. Ia mengedipkan mata ke arah Sehun yang sedari tadi tidak menangkap arah pembicaraan sahabat satu grupnya itu. “Apa kalian sudah pernah melakukannya?” tanya Chanyeol ambigu.

“Melakukan apa?” Sehun menimpali dengan cepat. Ia menoleh ke arah Nara yang tertegun, bibir gadis itu membuka sedikit.

“Kami berteman dan tidak melakukan hal itu,” jawab Nara singkat. Ia melotot ke arah Chanyeol yang sekarang memaparkan ekspresi jahil.

“Ya, siapa tahu kalian kelepasan―“

“―Tidak, Oppa. Kau terlalu banyak menonton opera sabun,” tandas Nara pada akhirnya. Gadis itu menarik tangan Sehun agar mengikutinya. “Antarkan aku ke basement,” pinta si gadis, tanpa mengindahkan tawa Chanyeol yang berdendang memenuhi ruangan.

Sementara Sehun tetap bercicit, “Kalian tadi membicarakan apa?”

Sehun merasakan Nara meremas lembut jari-jarinya. Mereka sedang berjalan kaki menuju tempat parkir bawah tanah SM Entertainment sembari bergandeng tangan. Hembusan napas panjang kekasihnya kembali terdengar di rungu Sehun. Ekor mata pemuda itu mencuri pandang ke arah Nara. Ia mendapati si gadis menggigit bibir. Hal tersebut membuat Sehun meyakini jika Nara sedang memikirkan sesuatu. Maka dari itu, ketika sampai di pintu kaca terakhir yang sepi, Sehun memutuskan berhenti.

“Tunggu,” Sehun mencegah Nara memasukkan kata kunci untuk membuka pengaman basement.

Sehun melepaskan jaket hitamnya, lalu membantu Nara mengenakannya. Surai Nara yang tergerai dikuncir kuda, kemudian Sehun memakaikan topi cokelat muda kepada Nara. Pemuda itu berlutut di hadapan Nara, ia menalikan sepatu Adidas si gadis. Setelah itu, Sehun kembali tegak untuk memulai pembicaraan.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Sehun pada akhirnya.

Nara kabur dari lamunannya, sewaktu suara Sehun mengisi rungu. Gadis itu membalas pandangan Sehun yang tersurat kecemasan di sana. Nara lagi-lagi membuang napas. Ia jelas tak dapat menyembunyikan kepanikan yang sedari tadi berkecimpung di dalam benak.

We did it,” bisik si gadis. Parasnya merona, seakan yang barus saja dia katakan adalah hal paling memalukan sedunia.

Alis Sehun bertaut. “We did nothing,” timpal pemuda itu.

Yes, we did it!” tegas Nara. Ia membuat gerakkan seperti hendak memukul kepala Sehun. Nara benar-benar tidak punya ide mengenai faktor yang membuat Sehun bisa sepelupa itu. “Three times in your birthday. Don’t you remember?” imbuh Nara.

“We did―what?” Giliran Sehun membolakan matanya. “Astaga, tentu aku ingat. Lalu kenapa?” Sehun kembali menanyakan sesuatu yang membuat Nara benar-benar ingin menonjok sahabat karibnya itu.

Nara pun melampiaskan kekesalannya dengan mengacak surai. “Bagaimana jika perkiraan Chanyeol Oppa benar? Aku me―“

“―Wow, aku akan jadi seorang ayah,” potong Sehun untuk kali ini, pemuda itu menyambar dengan cepat. “Aw, Nara sakit!” pekik Sehun, saat Nara menginjak kakinya.

Gadis itu berkacak pinggang. “Sudah kubilang, kau harus melakukannya dengan hati-hati. Jangan bilang, kau lupa memakai pengaman,” kata Nara frustasi.

Sehun nyengir lebar.

Ekspresi mereka sangat berkebalikan.

“Mungkin saja,” jawab Sehun acuh. “Jangan menatapku seperti itu. Ini kabar bahagia, jika memang benar ada Sehun kecil di perutmu,” lanjutnya sambil membelai perut Nara, tanpa mengindahkan cebikan si gadis.

Nara mulai merengek, “Seharusnya aku tidak percaya padamu untuk memasang pengaman itu sendiri―“

“―Demi apa pun Nara, apa kau bisa berhenti bergumam soal pengaman?”

Nara beranjak mendekati Sehun gadis itu berjinjit meraih surai cokelat si pemuda hendak menjambaknya. “Karena itu penting. Kenapa ada manusia menyebalkan seperti dirimu!” seru Nara. Dia terus berusaha menarik rambut si pemuda, sementara Sehun menghindar.

“Aku hanya lupa memasangnya. Tapi, sumpah aku mengeluarkannya di luar,” ucap Sehun, jari telunjuk dan tengahnya membentuk simbol perdamaian.

Bunyi decakan itu menghentikan pertengkaran mereka. Baekhyun dan Sue muncul dari tangga darurat. “Kami hanya teman,” pria yang tak lebih tinggi dari Sehun itu menirukan suara Nara.

“Hanya teman sedari kecil,” giliran Sue yang bervokal menyerupai Sehun.

“Padahal baru dua minggu lalu kalian berkata seperti itu pada kami,” cecar Baekhyun, wajahnya jenaka. “Have you guys did it?” ujar Baekhyun, kepalanya menggeleng tak percaya.

We did nothing,” sahut Nara dan Sehun bersamaan, kompak pipi mereka bersemu merah muda.

Sue tertawa melihat tingkah mereka. Ia mengayunkan tungkai mendekat ke arah Nara. Gadis itu menyerahkan sesuatu kepada Nara, kemudian berbisik, “Testpack.”

We did nothing,” ulang Nara, tapi tetap meraih alat pendeteksi kehamilan itu. Setelahnya, Nara berkedip penuh maksud pada Sehun.

Untungnya Sehun lekas paham.

Sepasang kekasih yang biasa berpura-pura hanya berteman itu, mengambil langkah seribu. Mereka malu setengah mati pada Baekhyun dan Sue.

Kendati demikian, Baekhyun dan Sue melihat kepergian mereka dengan tatapan geli dan tawa yang tak habis-habis.

-oOo-

a/n: Maafkan aku atas cerita ambigu ini habis kangen berat sama mereka berdua di My (Girl)Friend huhuhu.

Bonus foto Nara yang lagi pusing ngadepin Sehun. Ah, lelah.

Screenshot_2016-08-26-14-18-34-081

Advertisements

94 thoughts on “My (Girl)Friend: Pregnant?

  1. fix ini konyol abis. dasar pasangam absurd ini.wahahahaha
    ku tak menyangka sehun bisa melakukan itu. wahahaha
    semoga nara benaran hamil.

  2. Duh sehun ampun deh kamu tuh nara kalang kabut takut dia hamil ehh malahan sehun tanggapinnya kaya biasa aja seneng nara hamil
    ya deh temenan hehehe mereka ga mau mau mengakui pacaran

  3. S3hun nggak panik :”v
    Bentar lagi jadi ayah dong yhaa. Nyehehe. Naranya panik bat malah :v aehun kablikannya. Ngakak nyuhu. Ketauan lagi sama b3kyun-sue

  4. Sumpah sehun –‘ org mah harusnya panik setengah mati. Dia malah begitu. Santai malah cengangas cengenges. Untung aku bukan Nara kalo ga udah abis kutoyor dia duh wkwkwk tapi overall lucuuuu. Jadi sirik sama mrekaa aaaa😂😂

  5. ah jadi mereka udh pernah ngelakuin ‘itu’? omg gk nyangka gue 🙂

    eh jadi mereka beneran pacaran nih, cuma mera gk ngaku gitu? dan mereka bersikukuh menutupi hubungan mereka dgn mengatakan bHwa mereka cuma teman….
    knp gk jujur aja ya 🙂

    seneng bgt gue ternyata mereka udh resmi jadi sepasang kekasih… long last ya….

Sudahkah Kamu Meninggalkan Jejak?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s