What I Want For Christmas

tumblr_oigpt46ql31qgxuxro1_500

“I don’t need a special gift because you are the one, that I want for christmas.” ―What I Want For Christmas, EXO

-oOo-

Malam Natal selalu menjadi favorit Sue. Ia menyukai pohon Natal yang berkelap-kerlip di pojok ruang tamu rumahnya. Sue juga menggemari segala cemilan yang sengaja dibuat ibunya untuk merayakan Natal. Delapan belas kali sudah Sue menghabiskan malam Natal dengan mengamati pohon penuh hiasan itu sembari memakan cookies, bibirnya juga bersuara lirih menyanyikan lagu-lagu Natal.

Oh ya, jangan lupakan satu hal paling penting!

Kehadiran Byun Baekhyun, tetangganya, sekaligus teman sekolahnya. Baekhyun tak pernah absen menemani Sue Park pada malam Natal. Padahal, Baekhyun berulang kali berujar jika cara Sue untuk menghabiskan waktu itu teramat membosankan.

“Jadi, di mana ayah dan ibumu?” tanya Baekhyun, ia menuangkan jus jeruk penuh-penuh ke dalam gelasnya.

Sue duduk di samping pemuda itu sebelum menjawab, “Mereka berdua keluar. Ada teman ayah dan ibu yang menikah.”

“Lalu, Chanyeol?” Baekhyun mengungkit nama yang jelas-jelas membuat bibir Sue cemberut.

“Ke rumah kekasihnya,” timpalnya singkat. Ia memakan ayam goreng yang tadi dibawa Baekhyun dari huniannya. “Dia menggagalkan kencanku dengan Oh Sehun, tapi dirinya sendiri malah pergi,” imbuh Sue tanpa berusaha menutupi nada kesalnya.

Baekhyun mengulum senyum. “Bagus, dong.”

Apa? Sue memastikan kebenaran tanggapan Baekhyun.

Pemuda itu justru membuang muka. Ia menggaruk tengkuknya. “Sayang sekali, padahal sudah lama kau suka Sehun,” koreksi Baekhyun.

Sue mengangguk. “Kau tahu, harapan terbesarku adalah punya kekasih sebelum Natal tiba,” celetuk Sue tanpa mengindahkan paras Baekhyun yang berubah kecut.

“Harapanmu itu sangat tidak penting,” dengus Baekhyun. Ia melipat tangan di depan dada, mempertemukan manik hitamnya dengan pupil biru milik Sue. “Kau seharusnya menginginkan sesuatu yang lebih bermutu dan bermanfaat,” omel Baekhyun.

“Itu penting, kok. Keinginanku juga berkaitan dengan dirimu,” lontar si gadis.

Sue mengimbuhkan senyum manis. Tarikan bibir Sue membuat Baekhyun melantunkan doa semoga dirinya tidak lekas diabetes.

“O, ya?” Baekhyun berucap ragu.

“Kau sudah menjadi temanku sejak lama. Kau pasti bosan sekali karena harus menemaniku setiap malam Natal. Bayangkan saja jika aku punya kekasih yang menemaniku di sini. Dengan begitu, Byun Baekhyun bisa mengakhiri masa lajangnya. Hebat bukan rencanaku?”

Baekhyun memutar bola matanya ketika si gadis menyelesaikan penjelasan. “Aku tidak keberatan, lagipula ada kue buatan ibumu. Toh, rumahku juga selalu tidak ada orang saat Natal. Ibuku sudah meninggal dan ayahku sibuk bekerja,” balas Baekhyun. Ia menepuk kepala Sue ketika melanjutkan ucapannya, “Park Chanyeolkakakmu tidak mungkin mengijinkan kau berduan dengan laki-laki di sini.”

Bahu Sue langsung melorot. Gadis itu menyetujui fakta yang dilontarkan Baekhyun. “Padahal kau juga laki-laki! Kak Chanyeol justru tadi langsung meneleponmu untuk datang ke sini. Kakakku bodoh sekali

Chanyeol tahu apabila Park Sue tidak pernah menganggap Byun Baekhyun sebagai laki-laki,” sela Baekhyun ada kegetiran yang ganjil dalam suara si pemuda.

Sue langsung bungkam. Ia menyadari sesesuatu yang berbeda dalam kalimat lawan bicaranya. Sue terbatuk-batuk, sedikit berlebihan, dia berusaha mencairkan suasana. Tak lupa Sue kembali tertawa. “Aku menganggapmu laki-laki, kok. Kalau tidak, pasti aku sudah memintamu mandi bersamaku sewaktu kita berkemah dulu,” canda Sue. Netra Sue mengerjap beberapa kali, dirinya tahu jika lelucon yang  diucapkan sama sekali tak lucu.

Baekhyun tertegun sejenak, kemudian dia ikut tertawa. Sebenarnya, Baekhyun juga tidak mengerti alasan dia mengoarkan tawa. Pemuda itu merasa bahwa dentangan kebahagian Sue dapat menghangatkan malam Natalnya.

Selang beberapa sekon, Baekhyun terpenjat seolah baru mengingat sesuatu. “Hadiahmu ketinggalan di rumah,” ujar Baekhyun. Dia memang sedikit tergesa tadi saat Chanyeol mengabarkan apabila Sue di rumah sendirian. Baekhyun tidak ingin Sue kesepian sebab dia tahu benar bagaimana rasanya tertelan dalam kehampaan. “Apa aku ambil sekarang?” tanya Baekhyun lagi, ia cemas Sue akan marah padanya karena selama ini tukar kado adalah agenda wajib mereka.

“Di luar kan sedang turun salju dan dingin.”

“Tidak apa-apa. Aku bisa menembus salju

Byun Baekhyun, tidak masalah,” Sue menjungkitkan ujung bibirnya. Paras gadis itu teramat rupawan, ketika menatap Baekhyun. “I don’t need a gift because you are the one, that I want for Christmas.”

Oh, pipi Baekhyun langsung saja bersemu merah. Dia tersenyum malu-malu. Jantungnya melompat kegirangan. Baekhyun mati-matian menahan diri agar tidak berjungkir balik di hadapan Sue. Lantaran semua ledakan kegembiraan yang ada, bibir Baekhyun malah merespon, “Jangan ucapkan kalimat itu lagi Sue. Aku merinding mendengarnya. Mengerikan sekali.” Buru-buru Baekhyun beranjak dari kursinya. Pemuda itu melarikan diri dari sana. Sepanjang langkahnya melaju, benaknya merutuki kinerja bibirnya yang kelewat lancang.

Sue mendesis, melihat kepergian Baekhyun. “Padahal aku sudah berusaha romantis,” gumam gadis itu. “Jangan menagis Byun Baekhyun kalau besok aku jadian sama Sehun!” seru Sue keras-keras.

-oOo-

a/n: Kangen Baekhyun sama Sue~ semoga ini menghibur. Untuk meninggalkan komentar silahkan klik Track List. Terima kasih sudah membaca^^

Advertisements