That Kiss

unnamed

What I Want For ChristmasHealing

“We kissed closser and sweetly.” Winter Heat, EXO

-oOo-

“Kau tahu, teman kantorku, pasienmu, dan semua rekan doktermu bilang jika kita serasi, Baek.”

Baekhyun tetap bergeming. Pemuda itu masih asyik membaca buku setebal lima tumpukan bantal.

“Mereka bahkan ada yang bertaruh jika kita pasti akan menikah,” Sue mengamati Baekhyun yang duduk di hadapannya. “Kita sudah menjadi bahan gosip,” imbuh Sue, kini tangan gadis itu menarik jas putih si dokter demi mendapatkan perhatian.

“Jangan tarik-tarik, Sue! Nanti sobek,” gerutu Baekhyun.

“Bagaimana bisa kau bersikap setenang ini? Paling tidak kau harus memberikan penjelasan pada mereka

Buat apa mengoceh panjang lebar pada mereka? Aku saja selalu kurang tidur, lebih baik kugunakan waktu senggangku untuk istirahat,“ sela Baekhyun. Pria itu kembali hanyut dalam sela-sela buku.

Sue mengacak surainya kesal. Ia ingin menjerit di hadapan kawannya itu, namun dia masih terlalu waras untuk melakukan hal tersebut. Maka Sue pun menghela napas dalam-dalam mencoba menenangkan diri. Sue berpindah tempat duduk menjadi di samping Baekhyun. Gadis itu menengok ke kanan dan kiri, memastikan jika hanya mereka berdua yang berada di kantin rumah sakit tempat Baekhyun bekerja. Benar, hanya ada mereka, mengingat ini sudah tengah malam.

“Masalahnya, aku sangat terganggu dengan keadaan ini,” bisik Sue.

Baekhyun mengerutkan alis, “Kenapa?” tanyanya.

“Begini, dari dulu aku sangat ingin menikah dengan seorang dokter.”

“Ya, lalu?”

“Itu alasan kenapa aku selalu berkunjung ke tempat ini, pura-pura untuk menemuimu. Padahal, aku berharap salah satu dari temanmu jatuh cinta padaku,” ujar Sue. Gadis itu tertawa centil.

Baekhyun memutar bola mata, sama sekali tak berminat dengan topik yang sedang Sue angkat. Dia justru kesal. Sangat kesal.

Sue melanjutkan perkataannya sebab Baekhyun hanya menanggapi dengan dengusan. “Masalahnya, semua temanmu mengira kita berkencan. Otomatis rencanaku gagal,” cebik Sue. Gadis itu menyangga kepala menggunakan tangan dan ekspresinya berubah menjadi penuh keputusasaan.

Baekhyun sontak menyeringai. Ia kembali mengulum senyum ketika si gadis mendekatkan wajahnya ke pria itu. “Jangan dekat-dekat, kau sedang flu.”

“Jahat, sekali,” desis si gadis, sambil menarik ingusnya yang hampir keluar. Sue terbatuk untuk mengatur intonasi suara agar terdengar lebih tegas. “Jadi, Byun Baekhyun demi kebaikan kita bersama, lebih baik kau menjelaskan kepada mereka semua. Oke?” tawar Sue, tak lupa mengimbuhkan senyum yang menampakkan lesung pipi.

Baekhyun menutup bukunya. Ia menatap si gadis, sehingga manik mereka bertemu. Baekhyun sengaja berlama-lama memandangai Sue sampai sahabat karibnya itu mengalihkan arah atensi. Melihat respon Sue, Baekhyun tersenyum, kali ini lebih tulus dari sebelumnya.

“Park Sue, aku juga seorang dokter,” ucap Baekhyun pelan.

Sue mengangguk.

“Aku juga laki-laki,” ujar dokter itu. Telapak tangan Baekhyun beranjak untuk membelai pipi Sue. “Kenapa kita tidak berkencan saja?” tanya Baekhyun.

Park Sue membolakan matanya yang bulat. Ia tak percaya dengan indra pendengarannya. “Apa?” Sue menyuarakan keterkejutannya.

Kini gadis itu mengigit bibir. Baekhyun terlihat sangat serius, hal tersebut membuat Sue salah tingkah. “Mana bisa kita berkencan? Kita teman dan akan selalu begitu,” Sue mengimbuhkan tawa terpaksa.

“Maaf, tapi aku tidak benar-benar menganggapmu sebagai teman. Aku terlalu menyukaimu,” balas Baekhyun. Telunjuk Baekhyun mendongakkan dagu Sue. Pemuda itu semakin memangkas spasi di antara mereka, lalu mengatupkan kelopak mata.

“Tunggu, Baekhyun. Apa yang kau lakukan?” ucap Sue panik. Lantaran demikian, Baekhyun tetap mendekati si gadis. Sue jadi ikut-ikut memejamkan mata. Dia sebenarnya bingung harus melakukan apa. Sue terlampau kaget, apalagi saat ini Sue dapat merasakan napas Baekhyun.

Baekhyun membuka netranya. Pemuda itu tertawa dalam hati mendapati ekspresi Sue yang terlihat amat sangat konyol. Pada akhirnya, Baekhyun menyemburkan tawanya.

“Kenapa kau menutup mata seperti itu, Park Sue? Astaga, wajahmu lucu sekali. HAHAHA,” vokal Baekhyun sembari menjauhkan diri dari Sue.

“Ya! Byun Baekhyun, menyebalkan!” seru Sue. Ia berusaha meraih pemuda yang kini berlari menjauh, takut terkena tendangan dari sahabat karibnya.

.

.

.

“Sue.”

“Hm?”

“Yang kukatakan tadi serius. Aku menyukaimu.”

“Apa kau pikir aku idiot? Aku tidak akan percaya perkataanmu lagi, Baek.”

-oOo-

a/n: Semoga kalian nggak bosen, gara-gara aku nulis temen rasa pacar lagi huhuhu. Terima kasih ya sudah membaca. Seperti biasa, kolom komentar ada di Track List ^^.

Advertisements