Of Christmas Eve and Missing You

1

Previous

What I Want For Christmas – Healing That Kiss

“You can tease me however you want and I’m just left laughing like an idiot.”

―What U Do? EXO

 

Hidung Sue sudah merah. Tentu saja begitu, ia sedang berjalan menuju rumah sakit tepat tengah malam pada musim dingin. Sue berulang kali mengutuk dirinya yang terlampau baik hati, sehingga mengabulkan rengekan Baekhyun.

Sue menghela napas kasar saat tiba di depan rumah sakit tempat Baekhyun bekerja. Ia membenarkan syal bermotif bunga-bunga miliknya. Tangan si gadis terasa membeku walaupun ia telah mengenakan sarung tangan.

Sue memalingkan parasnya yang manis itu, ketika ia melihat sosok Baekhyun melambai ke arahnya. Ia bahkan pura-pura tidak tahu saat Baekhyun yang masih menggunakan jas dokternya bertandang kepadanya.

“Dingin, ya?” tanya Baekhyun pada akhirnya, tanpa aba-aba pria itu meraih kedua tangan Sue kemudian mengusapnya. Baekhyun tersenyum, gemas dengan hidung Sue yang merah. “Ayo masuk, hidungmu sudah seperti tomat,” ajak Baekhyun sambil menarik Sue yang entah kenapa pasrah saja.

Baekhyun mengajak Sue ke kantin rumah sakit. Mereka duduk berhadapan dengan dua cangkir cokelat panas yang menemani. Dia belum melepaskan tangan kanan Sue, sibuk menghangatkan. Pemuda itu enggan memulai pembicaraan, ia sedari tadi senyum-senyum tanpa alasan. Baekhyun tak mengindahkan Sue yang mengernyit bingung.

“Apa kau sedang mabuk, Byun Baekhyun? Jangan memberikan cengiran itu, membuatku semakin kesal saja,” ucap Sue. Ia menarik tangannya yang digenggam Baekhyun, kemudian berkacak pinggang. “O, aku sudah kesal, kok. Bagaimana bisa kau memintaku datang ke sini saat malam Natal? Bahkan Sehun saja rela cuti untuk bertemu Nara. Seharusnya kau juga begitu,” lanjut Sue.

Baekhyun dengan surai hitam berantakannya menguarkan ekspresi lugu. “Wajar saja Sehun cuti, kan Nara memang kekasihnya,” timpalnya. Kemudian Baekhyun melanjutkan, “Lalu, kenapa aku harus memgambil libur untuk menemuimu? Kau bukan kekasihku.”

Sue terbatuk. Ia tergesa meminum cokelatnya yang ternyata membuat bibirnya melepuh. “Aww, panas,” keluh Sue.

Baekhyun tertawa melihat tingkah sabahat baiknya tersebut. “Terima kasih sudah datang, Park Sue,” kata Baekhyun lebih lembut dari sebelumnya. Ia menatap Sue tanpa berusaha menutupi kasih sayang yang ada di sana. “Kau membuat malam Natalku lebih indah,” ujarnya lagi.

Sue jadi salah tingkah. Ada degupan aneh pada jantungnya. Menurut Sue, Baekhyun yang ada di hadapannya sekarang agak berbeda. Itu membuat Sue canggung. “Aku datang ke sini karena aku sedang tidak ada kerjaan,” ada jeda sejenak, Sue menggigit bibir, “Jangan salah paham. Aku ke sini bukan karena rindu padamu karena sudah dua minggu kita tidak bertemu.”

“Oke,” Baekhyun mengangguk. Wajahnya sejenak kecewa, namun selang beberapa sekon ia kembali menjungkitkan bibir, tersenyum jahil. “Jadi, kau kesini karena tidak ada kerjaan?” ulang Baekhyun.

“Iya,” jawab si gadis.

“Bukannya biasanya kau sangat repot menyiapkan pesta malam Natal di kantormu?” tanya Baekhyun lagi ketika Sue sibuk menyeruput cokelat panas.

“Ya, memang.”

Baekhyun menyembunyikan senyumnya. “Lalu, kenapa kau justru ada di sini sekarang?”

“Aku tidak ingin kau kesepian saat malam Natal. Aku juga merindukanmuastaga!” Sue menutup mulut. Ia melotot ke arah Baekhyun, merasa kelepasan.

“Bingo!” celetuk Baekhyun, ia berdiri dari duduknya. Baekhyun memposisikan diri tepat di samping Sue, lalu membungkuk sebentar demi mendaratkan satu kecupan di pipi si gadis. “Aku juga merindukanmu, Love,” bisiknya.

Sue tertegun. Ia membeku, sementara pipinya merah. Gadis itu seperti habis disengat lebah.

“Ya! Byung Baekhyun, curang!” seru Sue setelah sadar dari keterkejutannya.

Pria itu tertawa, meninggalkan Sue yang mengoceh tidak terima.

Terima kasih sudah membaca. Kolom komentarnya ada di Track List ❤ <3.

N/b: Kalian juga bisa membaca via wattpad: @twelveblossom / wattpad.com/twelveblossom

Advertisements