That Broken Heart Lovers

46073629aa8d1e7369a93c5be6af3a25

“Sorry I can’t be that girl.
Don’t expect too much from me.”  ―Sweet Lies, EXO

Ini bukan pertama kalinya Liv menangis karena alasan yang serupa. Entah sudah berapa kali dia patah hati. Bahkan, malam Natal yang ceria, tak sanggup menghibur dirinya.

Gadis keturunan Korea-Amerika itu hanya meringkuk di sofa dengan selimut tebal yang membungkus tubuhnya. Apartemennya terasa begitu hampa. Pohon Natal yang berkerlap-kerlip menambah sesak perasaan Liv. Bagaimana tidak, drama patah hatinya dimulai oleh pria yang merangkai pohon itu. Liv bahkan masih mengingat tawa konyol si pemuda saat memasang bintang di puncak pohon.

Liv pun enggan mengindahkan pintu apartemennya terbuka, kemudian menampilkan sosok pria jangkung. Pria itu masih mengenakan kemeja setelan kantor. Ada kelelahan yang tersurat, ketika dia mendapati kesedihan Liv.

Park Chanyeol berjalan mendekati gadisnya. Ia duduk di sofa tepat di samping Liv. Ia meraup paras, menghela napas panjang. “Maaf,” kata itu saja yang mampu ia ucapkan. Dia terlalu gundah. Chanyeol menyesali perilakunya. Seharusnya, ia jujur saja pada Liv bahwa dirinya akan menemui mantannya.

Liv tak menjawab. Ia menatap kosong televisi yang ada di hadapannya.

“Aku sungguh tidak berniat membohongimu,” Chanyeol tetap menjelaskan meskipun Olivia Kim memilih membisu. “Aku tidak sengaja bertemu dengannya. Dia ternyata bekerja sebagai fotografer untuk project kami.”

Gadis itu bangun dari duduk. Ia tidak tahan berada di dekat Chanyeol. Liv ingin menenangkan diri. Kendati demikian, hal yang diinginkan Liv tak tercapai. Chanyeol menarik tangan si gadis agar tetap di sana.

“Liv jangan begini,” Chanyeol memohon. Ia berdiri, tetap tak ingin melepas genggamannya. “Katakan sesuatu, kau membuatku tersiksa,” lanjutnya. Chanyeol mengacak surai hitamnya, frustrasi.

Liv menatap Chanyeol. “Bukan hanya sekali kau berbohong padaku,” balasnya. “Aku hanya ingin kau mengatakan apa yang kau pikirkan secara jujur, Park Chanyeol. Ini bukan pertama kalinya, sudah berulang kali kau pergi dengan wanita lain, dan bercengkerama intim. Aku ragu kau benar-benar mencintaiku.” Liv berucap, ia tersedu sejenak, kemudian berusaha menelan kesedihannya. Ia tak ingin terlihat lemah.

“Baby, aku mencintaimu dan akan selalu begitu.” Chanyeol menyentuh paras Liv penuh kehati-hatian. Ia menghapus uraian air mata kekasihnya dengan lembut. “Aku berbohong karena tidak ingin membuatmu terluka atau cemburu. Aku hanya ingin pengertianmu,” tandas Chanyeol.

Liv menepis Chanyeol agak kasar. “I love you too. I love you so much, Park Chanyeol. Tapi, kau berharap aku bisa selalu bertoleransi atas semua kebohonganmu, begitu?” tanya Liv. Ia menghela napas berat. “Sorry I can’t be that girl. Don’t expect too much from me. We better break up,” putus Liv pada akhirnya. Ia tidak bisa lagi menahan beban itu. Bagi Olivia Kim seorang Park Chanyeol terlalu sulit menjadi miliknya. Banyak wanita yang menginginkan pria itu dan Liv terlalu biasa untuk Chanyeol. Kekhawatiran itulah yang selalu menyiksa Liv.

Chanyeol mundur satu langkah. Ia tertawa hambar. Pemuda itu tiba-tiba terlalu lelah, dirinya tak bisa berpikir panjang. Seharusnya, Park Chanyeol tak ikut tersulut. Semestinya, dia bisa berpikiran dingin. Namun, bibir Liv yang dengan mudahnya mengakhiri hubungan mereka membuat Chanyeol kecewa.

Okay, if this is what you want. We break up,” timpal Chanyeol dingin, meninggalkan si gadis yang menangis dalam diam.

Pada dasarnya mereka masih saling mencitai, akan tetapi keegoisan itu masih mendominasi.

Halo (lagi)~

Maaf ya dua hari ini aku spam cerita-cerita unfaedah ini huhuhu. Tapi, aku terlalu kangen dan terlalu gemas sama anak-anak EXO. Jadi, pengen nulis soal mereka.

Btw, terima kasih sudah membaca <3.

Kalau ada yang ingin meninggalkan pesan dan kesannya silahkan klik Track List, kolom komentar ada di sana. 😀

Advertisements