[Special Part] Dear Husband: Epilogue

20180408_122105_0001

The day When I Meet You –  Taken By The Past – Marriage Scenario – Somtimes He’s Angel – The Way I Love You – I’m Okay Even It’s Hurt – If You Were Me – When You and I Become Us – Dealing With You – My Eyes On You – Love, Lies, and Life – Hold Back The Tears –  Special Part: Everything For You – Heart Of Darkness – It’s Too Late To RealizeSpecial Part: Jeaoulsy – The Last WishSpecial Part: The Half of You[The Last Part] Baby, Please Hold Me

“Awalnya, dunia ini hanya berpusat pada diriku. Aku bergerak, bernapas, dan melakukan banyak hal untuk hidup. Aku memiliki segalanya sebagai duniaku. Itu adalah awalnya. Kemudian, pada akhirnya duniaku tidak berinti padaku. Aku enggan hidup hanya dengan bernapas dan bergerak. Aku tidak memiliki segalanya lagi. Ketika aku bertemu dengannya dan menyadari dia bukan milikku, aku merasa hampa. Aku menyadari dia lebih dari segalanya. Apa pun yang ada di dunia ini, tidak ada yang dapat menggantikannya.”

-oOo-

Nara tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan, ketika rasa sakit itu mulai menyerang tubuhnya. Raga Nara yang rapuh seperti kehilangan arah saat semua jeritan itu mengucapkan namanya. Napasnya terasa sesak, pandangannya hitam dan kabur. Rasa sakit itu menguliti dirinya tanpa ampun. Ini adalah pedih yang teramat, namun ada satu hal yang berusaha dirinya ingat dalam benaknya.

Aku harus melahirkan bayi ini, sebelum napasku benar-benar berhenti. Berulang kali batinnya mengucapkan hal yang sama.

Jiwa Sehun seolah lepas dari tubuhnya ketika menjalani setiap sekon proses persalinan istrinya. Telinganya tuli, dunianya berhenti ketika Kai mengabarkan jika Nara mengalami pendaharan dan jantung istrinya semakin melemah. Sehun menatap hambar ruang operasi ketika sang Dokter keluar dari sana, lalu memberikan sebuah pertanyaan yang enggan ia jawab hingga akhir hayatnya.

“Peluang untuk menyelamatkan keduanya sangat kecil, harus ada yang menjadi prioritas. Apabila, kita mengeluarkan bayinya terlebih dahulu pendarahan Nara akan semakin hebat. Hal itu menyebabkan lalu jantungnya semakin melemah. Namun, apabila kita membiarkan terlalu lama, kemudian memastikan jantung Nara tetap berdetak, maka bayi kalian akan ….”

Rungu Sehun berdengung.

Jung Nara, kenapa kau harus menyiksaku seperti ini? Hati Sehun bertanya lantang.

Sehun tidak bisa memilih, ia mencintai keduanya … Andai saja, nyawanya dapat ditukar untuk menggantikan mereka.

“Hyung! Hyung!” Daniel membentak Sehun yang kehilangan akal. Pemuda itu menggoyangkan bahu sepupunya. “Waktu kita tidak banyak

Bayi kami, selamatkan dia terlebih dahulu,” jawab Sehun pelan, hambar.

Daniel melepaskan cengkraman tangannya pada Sehun, pria itu mengerang putus asa. “Berengsek,” umpatnya, kemudian bersandar di dinding. Itu adalah pukulan terbesar dalam hidupnya. Kendati demikian Daniel tidak dapat berbuat apa pun.

“Bayinya sehat,” Kai mengucapkan hal itu.

Sehun menerawang menatap bayi perempuan yang kini berada di inkubator karena lahir sebelum waktunya. Tubuh putrinya itu begitu kecil, raga mungil tersebut yang menyadarkan bahwa dirinya kini adalah seorang ayah. Ada rasa sayang asing yang begitu aboslud, seolah menyayangi putrinya merupakan sebuah kewajiban. Cinta itu berkembang secara alamiah. Ia mencintai bayinya, menyerahkan seluruh hidupnya untuk gadis kecil itu.

“Namanya Hyunjoo, Oh Hyunjoo,” bisik Sehun.

Daniel mengikuti pandangan Sehun. Pemuda itu tersenyum simpul. Hyunjoo memberikan secerah harapan di tengah duka yang menyelimuti keluarga mereka.

“Dia mirip sekali dengan adikku sewaktu masih bayi,” kenang Chanyeol tanpa menutupi kesedihan yang ada di serebrumnya.

“Jangan putus asa terlebih dahulu, Nara memang belum sadarkan diri sekarang. Tapi, dia memiliki alasan untuk hidup lebih kuat dari siapa pun,” ujar Kai, dia menatap Sehun dan Daniel secara bergantian. Pria itu tersenyum. “Sebelum operasi dilakukan, Nara berkata jika dia harus tetap hidup karena telah berjanji untuk menemani suaminya hingga napas terakhir, Sehun. Nara tidak ingin mengecewakanmu yang telah membuat pilihan yang sulit untuknya.”

“Jung Nara memang selalu seperti itu,” ucap Sehun tanpa melepaskan atensinya pada Hyunjoo.

“Sampai kapan Nara akan koma, Dokter?” tanya Daniel.

“Kami belum dapat memerediksi. Kami berharap kondisinya akan semakin baik besok. Jika tidak dia bisa saja mengalami mati otak. Suatu mukjizat Nona Jung dapat bertahan sampai saat ini,” balas Kai.

“Aku akan menunggunya sampai kapan pun. Aku yakin Nara akan segera sadar, dia pasti ingin segera bertemu dengan Hyunjoo,” potong Sehun, sekaligus menutup perbincangan mereka.

Entah sudah berapa kali Sehun menghela napas, ketika melihat wanita yang dicintainya itu terbaring pucat di atas ranjang ruang ICU. Sehun dipermainkan oleh Nara, istrinya tersebut menjadikan delapan bulan proses kehamilannya untuk mengubah pandangan Sehun. Sang suami kini semakin menyanyangi bayi mereka. Apabila, dulu Sehun berusaha menolak keberadaan janin tersebut, ia kini justru takut kehilangan Hyunjoo.

“Bukankah, kau telah berjanji padaku, Nara?” ucap Sehun lembut. Ia meremas pelan jari-jari istrinya. “Hyunjoo sangat lucu, dia mengoceh terus sama seperti dirimu,” Sehun tersenyum, namun torehan bibirnya enggan berselang lama. Kesedihan itu seolah telah bersarang dalam dirinya, tak ingin pergi.

Sehun meraup parasnya yang rupawan. Dia sungguh merasakan beban di pundaknya semakin berat. Seluruh perkataannya hanya dibalas oleh keheningan serta suara detik jam. Pria itu mengoarkan vokalnya lagi. “Kami menunggumu, Nara. Kau dulu berkata padaku, jika kau tak ingin Hyunjoo kehilangan kasih sayang seorang ibu seperti dirimu dulu ….”

Sehun mengehentikan monolognya ketika sepasang netranya mendapati pergerakan jemari wanitanya. Pria itu awalnya mengira jika apa yang baru saja dilihatnya adalah halusinasi atau semacamnya. Ia segera meraih telapak tangan Nara, ketika jari gadis tersebut bergerak untuk kedua kalinya.

“Nara, apa kau mendengarku?” tanya Sehun sembari mengecup jemari istrinya tersebut. Sehun panik sekaligus luar biasa bahagia.

Kelopak mata Nara perlahan menggelepar terbuka.

Sehun tepaku di tempatnya. Penantiannya selama enam bulan ini terjawab sudah. Pria itu tanpa sadar membelai paras Nara yang dirindukannya.

Netra Nara telah terbuka sempurna, gadis itu tampak menyesuaikan kondisi cahaya yang menusuk matanya. “SSehun,” bisik Nara suaranya parau. “Rasanya sangat sakit,” keluh Nara. Air matanya mulai meleleh satu persatu.

“Semuanya akan baik-baik saja, Sayang. Aku akan memanggil dokter,” Sehun berucap cepat, ia mengecup kening Nara sebelum keluar ruangan dengan tergesa mencari dokter.

Detak jantung Sehun tersulut kembali. Kehampaan yang ada pada dirinya terhempas begitu saja. Pria itu kini dapat bernapas lagi karena wanita yang membuatnya hidup telah kembali bersamanya.

Oh Sehun mendapatkan satu kesempatan lagi untuk memerbaiki semuanya.

Pertanyaannya, apakah mereka dapat hidup bahagia?

Karena ini bukanlah akhir, namun awal bagi kisah keluarga mereka. Kehidupan sepasang suami istri tersebut memang tidak selamanya bahagia, bukankah kegembiraan yang berlebihan akan membuat seseorang tidak bersyukur dan enggan memahami betapa berartinya segala hal yang dimiliki sekarang.

Enam tahun kemudian.

Gadis kecil itu berada di barisan paling depan. Dia menguraikan gerakan baletnya dengan sangat anggun dan percaya diri. Seluruh mata yang ada di ruangan luas tersebut enggan meninggalkan keceriaan yang ditampilkan si gadis berusia enam tahun tersebut. Dalam benak mereka bertanya-tanya siapakah orangtua beruntung yang dapat memiliki anugerah sebesar itu, sehingga bisa menyebut si gadis sebagai putrinya.

Tepuk tangan menjadi pengiring indah bagi sang gadis kecil rupawan yang mengakhiri pertunjukan balet solonya itu dengan sempurna. Oh, tunggu dulu, ada satu orang pria yang memberikan tepuk tangan paling keras, ia membusungkan dada bangga, dan senyumnya paling lebar dari seluruh manusia di muka bumi ini.

“Dia putriku! Oh Hyunjoo!” seru Sehun keras sembari menepuk punggung sepupunyaKang Daniel yang kali ini menjadi korban Sehun. Pria itu mengajak Daniel untuk menonton pertunjukan sekolah balet yang rutin diadakan setiap bulan.

“Hyung, aku tahu Hyunjoo kita sangat hebat, tapi kau tidak usah berteriak seperti orang gila,” keluh pemuda yang masih mengenakan setelan kantornya. “Para orangtua itu terus memandangimu, kau bisa kehilangan citra sebagai pengusaha yang dingin

Masa bodoh dengan itu semua. Aku sudah tidak peduli,” potong Sehun. Ia memberikan tatapan tajam pada Daniel agar memberinya jalan, ia ingin menemui putri tercintanya yang kini berada di belakang panggung. “Kau kembalilah ke kantor gantikan aku rapat. Aku ada janji dengan Hyunjoo untuk menemui Mister Huffy Fluffy dan membeli es krim,” perintah Sehun, kemudian dia menyingkir sebelum Kang Daniel sempat menjawab.

Daniel hanya menggelengkan kepala beberapa kali. Pemuda itu mengakui jika Sehun sudah sangat berubah sejak Hyunjoo memasuki kehidupan mereka. Sehun tidak lagi egois, dia menjadikan Hyunjoo sebagai prioritas hidupnya. Bahkan Sehun berencana membeli seluruh dunia untuk Hyunjoo. Sepupunya tersebut juga berperilaku sangat lembut, tentunya hanya pada Hyunjoo.

“Siapa lagi Mister Huffy Fluffy? Apa Mister Huffy Fluffy lebih penting daripada mengurus proyek senilai ratusan juta won?” gumam Daniel disertai senyum.

Tak hanya Sehun yang menyayangi Hyunjoo, Daniel pun juga sangat sayang pada keponakan perempuannya itu. Hyunjoo itu memiliki aura seperti Jung Nara yang mudah sekali menarik perhatian seseorang. Meskipun Hyunjoo lebih mirip Sehun, namun perilaku dan sifatnya ialah duplikat Nara. Bicara soal Nara, Daniel jadi merindukan cinta pertamanya tersebut.

“Daddy! Daddy!” panggil Hyunjo senang ketika melihat sosok ayahnya mendekat. Gadis kecil yang kini mengenakan rok merah muda tersebut membentangkan tangan. “Katanya tadi Daddy tidak bisa menonton Hyunjoo, tadi Hyunjoo sedih karena mengira Daddy tidak datang,” ucap si gadis ketika berada di gendongan ayahnya.

Sehun tersenyum. “Siapa yang bilang begitu? Mana mungkin Daddy membuat Hyunjoo kecewa,” timpal Sehun ia menepuk surai Hyunjoo yang hitamya sama pekat dengan miliknya. Sehun menciumi pipi putrinya beberapa kali karena gemas.

Hyunjoo tertawa geli. “Mommy yang bilang seperti itu. Kata Mom, kalau Daddy terlalu sibuk mencari uang nanti Mommy mau cari Daddy baru untuk Hyunjoo,” keluh Hyunjoo, nadanya lucu. “Padahal Hyunjoo tidak ingin ganti Daddy, kecuali kalau Paman Daniel yang menggantikan. Hyunjoo sayang Paman Niel Niel,” lanjut putri kecil Sehun itu sembari tersenyum lebar, ada lesung pipi yang muncul ketika si gadis menarik bibirnya.

Sehun langsung cemberut. “Aish, kenapa dia juga menyukai Daniel sama seperti Nara?” gumam Sehun pelan.

“Daddy bicara apa tadi?” tanya Hyunjoo, bola matanya yang lebar beregerak ingin tahu.

Sehun menggeleng. “Daddy hanya ingin tahu, Hyunjoo lebih sayang Dad atau Uncle Niel?”

“Hyunjoo sangat sayang sama Paman Niel. Tapi, tentu saja Hyunjoo lebih sayang sama Daddy!” seru si gadis yang masih mengenakan gaun merah muda berkerlap-kerlip. “Walaupun Daddy sangat nakal karena suka sekali menggigit pipi Hyunjoo, melarang Hyunjoo makan banyak es krim, dan suka sekali memeluk Hyunjoopadahal Hyunjoo sudah bilang kalau geli.” lanjut si gadis kecil, kemudian mencium pipi ayahnya lama.

Sehun langsung tertawa. “Daddy bukannya nakal, Sweetheart. Daddy begitu karena Hyunjoo terlalu lucu,” ucap Sehun. Pria itu mulai berjalan keluar dari backstage dengan putri kecilnya yang mengoceh mengenai banyak hal berada didekapannya.

“Daddy, apa besok kita bertemu, Mom?” tanya Hyunjoo, mimik muka si gadis berubah sedih. “Hyunjoo merindukan Mommy,” lanjutnya merengek.

Sehun menghela napas panjang. Ia juga sangat merindukan Nara. Istrinya itu kini sibuk sebagai relawan untuk anak-anak penderita penyakit jantung bawaan. Nara bahkan lebih sering menghabiskan hari-harinya untuk pergi keluar negeri memberikan bantuan dan informasi mengenai operasi transplantasi jantung. Ia melakukan hal tersebut sebagai bentuk terima kasih karena kesempatan kedua yang diberikan sang pencipta agar dia tetap hidup bersama keluarganya. Kadang dia mengajak Hyunjoo, jika putrinya sedang libur sekolah. Kerap juga Sehun menyusulnya karena terlalu rindu, setelah berbincang sebentar dengan Narasi pria kembali ke Seoul lagi untuk menjaga Hyunjoo.

“Ah, semoga saja Dad tidak ada rapat. Kita akan mengunjungi Mom, okay Pumpkin?”

Okay, okay!” seru Hyunjoo lantang dan bersemangat.

Daniel cemberut.

Hyunjoo tertawa lebar melihat pamannya begitu.

“Jadi, Aunty Queen yanng memberikan sweater merah jambu ini pada Paman. Paman sangat cocok pakai itu, seperti Mini Mouse,” simpul Hyunjoo ketika dia mendapati pamannya yang maskulin mengenakan baju berwarna terang. Gadis kecil itu sempat terkejut karena tidak biasanya sang paman berkenan memakai barang-barang berwarna merah jambu.

Daniel yang duduk di depan Hyunjoo semakin mengerucutkan bibir saat keponakan kesayangannya menggodanya. “Paman terpaksa memakai ini,” keluh Daniel.

Pria itu kebagian untuk mengajak Hyunjoo jalan-jalan sore setiap hari Selasa karena orangtua si gadis sedang sibuk. Entah apa yang dilakukan Sehun dan Nara, Daniel tidak ingin tahu. Kali ini Daniel mengajak ke gerai es krim dan kue kesukaan Hyunjoo. Sebenarnya, toko itu menjadi tempat kecannya dulu dengan Nara, tapi ya sudahlahdia harus menerima kenyataan kalau cinta pertamanya bertepuk sebelah tangan, berakhir menyedihkan.

“Kalau begitu, lepas saja,” usul Hyunjoo sambil memakan kuenya yang sudah dipotong kecil-kecil oleh Daniel.

“Aunty nanti sedih, dia sudah jauh-jauh membawakan ini dari Tokyo,” balas Kang Daniel, dia tersenyum mengingat lagi bagaimana si wanita memberikan sweater itu kemarin malam.

“Ah, jadi Paman sudah menyukai aunty,” si kecil Hyunjo terkekeh.

Paras Daniel bersemburat merah, dia membuang muka sewaktu Hyunjoo menunjuk wajahnya. Pria itu pura-pura sibuk memandangi boneka Unicorn yang sangat besar sebagai hiasan gerai es krim favorit Hyunjoo.

“Warna wajah Paman jadi merah muda sama dengan sweaternya,” celetuk si gadis yang kini mengenakan terusan selutut biru muda. Surai lurus Hyunjoo bergerak lincah ketika ia bertepuk tangan senang menggoda pamannya.

“Ya, Hyunjoo. Siapa yang mengajari bilang suka-suka begitu?” tanya Daniel melotot, tangannya berkacak pinggang.

“Daddy dan Mommy!” jawab Hyunjoo memerlihtkan giginya yang berlubang.

Daniel memutar bola mata. “Dasar mereka berdua selalu begitu, selama enam tahun merecoki kehidupan percintaanku,” gumam si pria pelan agar tidak didengar Hyunjoo.

“Mom berkata begini, Paman Niel harus punya kekasih agar Mom tidak menyesal lagi sudah menolak Paman. Tapi, Hyunjoo tidak tahu apa artinya. Memangnya menyesal itu apa, Paman?” tanya si gadis polos.

Daniel tersenyum karena ekspresi Hyunjoo. Ia mencubit pipi Hyunjoo sebelum menjawab, “Paman selalu bahagia jika dekat dengan Hyunjoo. Paman tidak pernah merasa sedih karena ibumu menolak paman,” timpal Daniel.

Hyunjoo mengatupkan senyumnya, ekspresi cantiknya yang lucu berubah menjadi serius. “Aunty datang,” bisik si gadis. Telunjuknya mengarah pada wanita muda bersurai sebahu yang sangat cantik tengah memasuki gerai itu. Ia memberikan kode pada Daniel untuk merapikan surai pamannya. “Rambut paman mencuat ke sana dan sini

Paman ke kamar mandi dulu, ya,” Daniel memotong penjelasan keponakannya. Ia segera kabur ke toilet hanya untuk mengecek lagi penampilannya.

“Ke mana Paman Daniel, Sayang?” tanya si wanita. Ia duduk di sebelah Hyunjoo.

“Paman Niel sedang ke toilet membenarkan rambutnya yang kusut karena akan bertemu aunty,” jawab Hyunjoo jujur. Gadis kecil pun menarik napas untuk melanjutkan ucapannya, “Mom dan Dad pernah bilang kalau Paman Niel sangat menyukai Aunty Queen,” bisik Hyunjoo penuh rahasia.

Si wanita mengerjapkan mata beberapa kali, kemudian tersenyum pada keponakannya yang memang menggemaskan itu. “Benarkah, eum, Hyunjoo. Why you call me Aunty Queen?” tanya wanita yang membalut tubuhnya elegan dengan mini dress hitam.

Hyunjoo menahan senyum malu-malunya. “Because Uncle Niel always call you The Queen. Uncle Daniel said that you must to be his queen someday―as soon as possible. It’s secret, but I think you should to know, Aunty,” si gadis menjelaskan dengan Bahasa Inggris yang lancar.

Si wanita tertawa. “Really? Your uncle already become the king of my heart, please tell him about that, Sweatheart,” tutupnya tanpa berusaha menyembunyikan hatinya yang berbunga-bunga.

Hyunjoo memang begitu ia dapat membuat orang-orang di sekitarnya bahagia atas kepolosannya. Salah satu sifat menarik Nara yang diturunkan pada putri cantiknya itu.

“Kau mengirim Hyunjoo untuk menganggu kencan Daniel lagi,” ucap Nara yang kala itu sedang bersandar di nakas, sembari mengawasi suaminya sedang sibuk memasak sesuatu.

Nara merasa sangat sehat sekarang. Hidupnya begitu lengkap bersama keluarga kecilnya. Satu bulan sekali dia memang harus memeriksakan kondisinya ke rumah sakit, namun itu tak berarti apa-apa selama ia tetap berada dalam kungkungan keluarganya.

Nara menjalani hari-harinya dengan sangat sibuk. Ia menyalurkan donasi dalam bentuk apapun agar dapat membantu anak-anak yang memiliki kelainan jantung bawaan. Si wanita yang sekarang sudah menjadi ibu itu juga enggan lupa meluangkan waktu liburnyaSabtu dan Minggu untuk si putri kecil. Kemudian, Selasa adalah waktunnya bersama si bayi besar Oh Sehun. Betul, Sehun juga menuntut hak itu agar ia bisa berduan dengan istrinya. Daniel, Chanyeol, dan Liv yang jadi korbanya. Setiap minggu secara bergantian tiga orang itu mengajak Hyunjoo jalan-jalan. Daniel biasanya menjadikan Hyunjoo sebagai perisai ketika bertemu The Queen―well, Daniel takut dia salah tingkah jika hanya berdua saja dengan pujaan hati. Chanyeol yang tahu peluang besar pun menjadikan Hyunjoo sebagai alasan mengunjungi putranyaPark Seungho yang tinggal bersama mantan istrinya Olivia Kim. Hyunjoo sangat dekat dengan sepupunya Seungho, mereka selisih beberapa bulan menjadi teman sebaya yang lucu jika bermain bersama.

Sehun mengangguk. Dia tertawa ringan.

“Kau seharusnya berhenti mengusili sepupu kecilmu itu, Sehun,” timpal Nara sembari menyugar surainya.

Sehun mendengus. “Kau pasti kecewa karena pemuda yang mencintaimu berkurang satu,” kata Sehun. Sifat Sehun yang suka bicara seenaknya ternyata tidak berubah meskipun usianya sudah bertambah enam tahun.

Nara teersenyum. Nara tahu, Sehun tidak cemburu, pria itu hanya sedang merengek saja. Nara beranjak memeluk pinggang suaminya. Dia menyandarkan kepala di punggung Sehun yang menjadi tempat favoritnya sepanjang masa.

“Aku sudah memiliki satu pria yang hebat, tampan, dan yang paling penting kayamilyader

Kau bahkan tidak menyentuh sama sekali seluruh kartu kredit, uang, apartemen, dan perusahaan yang kuberikan untukmu,” potong Sehun. Si pria berpakaian santai itu menghentikan kegiatan memasaknya. Ia memutar raganya agar dapat menatap paras wanita yang dicintainya itu.

Nara membelai rahang tegas Sehun. “Aku tidak membutuhkan semuanya, Sehun. Aku hanya menginginkan dirimu,” kata Nara. Ia tersenyum ketika suaminya mengecup punggung tangannya yang ada di wajah Sehun. “Kehidupan kita ini seperti hadiah terbesar. Aku memiliki kesempatan kedua,” lanjut Nara.

Sehun menunduk. Ia membiarkan jarak mereka hanya tersisa beberapa sentimeter saja. “Aku seharusnya yang berkata seperti itu, Sayang. Bersamamu selalu membuatku bersyukur. Keluarga kita ada karena dirimu. Aku sangat mencintaimu Nara setiap harisetiap waktu, seolah-olah besok menjadi hari terakhir kita,” balas Sehun. Si pria hendak memangkas jarak di antara mereka. “Aw!” Sehun berseru kesakitan.

Nara mencubit pinggang Sehun. “Dasar, kau merayuku untuk menciumku kan?” tuduh Nara yang kini menjauhi Sehun.

“Ya! Oh Nara!” seru Sehun sambil memegangi pinggangnya, benar Nara tahu benar titik lemah suaminya.

Nara tertawa geli ketika Sehun mengampirinya, lalu menarik pinggang si gadis memeluknya erat. “Sehun lepaskan,” ucap Nara di tengah tawanya. “Selesaikan dulu memasaknya, nanti kalau Hyunjoo pulang pasti minta makan,” sambungnya.

Sehun merangkum paras Nara yang mengelak untuk dicium. Ia mengerahkan sedikit kekuatannya, berhasil mendiamkan istrinya yang sibuk tertawa. Sehun mengecup bibir Nara singkat.

“Okay, benar aku harus melanjutkan memasak sebelum our princess coming home,” Sehun menyetujui, lalu melepaskan Nara.

“Baiklah, kelemahan Oh Sehun CEO The Three Clouds yang agung adalah Oh Hyunjoo,” ucap Nara menirukan pembawa berita.

Sehun menyeringai. “Dan Oh Nara,” imbuhnya.

“Kau tahu Sehun, Hyunjoo kita yang manis akan menjadi the next queen seperti Ryujin karena dia satu-satunya pewaris dari Keluaga Oh dan Jung. Dia juga memiliki sepertiga dari saham Keluarga Park,” Nara memulai topik baru, kali ini si wanita berdiri di dekat prianya.

“Tentu saja, putriku harus menjadi pemenang dan pemilik dari segalanya

Dasar ambisius, awas saja kalau kau sampai menekan Hyunjoo agar berhati dingin sepertimu,” timpal Nara ia melotot kesal.

“Hyunjoo tidak akan menjadi sepertiku, aku yakin.”

Nara menautkan alis. “Apa alasannya?”

“Sifat ceroboh, polos, baik hati, dan rela berkorban milikmu lebih dominan, Baby Jung,” balas Sehun. Dia menatap Nara bangga.

“Kalau begitu, bagaimana jika kita punya satu anak lagi yang mirip denganmu?” pinta Nara.

Ekspresi Sehun berubah datar. “Itu sama saja dengan kau berusaha membunuhku lagi, Nara,” ucapnya dingin.

Nara cemberut. Ia mematikan pemanas yang dinyalakan Sehun, menghentikan si pria merakit makanan. Si gadis tiba-tiba berjenjinjit, tangannya mengalung pada leher Sehun yang secara otomatis memeluk pinggang istrinya.

Nara mengecup leher Sehun lamat.

Sehun menghela napas, serebrumnya masih sadar benar mengenai trik licik yang digunakan Nara. Dia memang suka ketika Nara menyentuhnya. Jari-jari si gadis merupakan candu bagi dirinya. Sehun paham betul akan itu, namun semuanya berubah menjadi masalah kalau Nara membahayakan kesehatannya.

Sehun memisahkan pelukan mereka. Ia menatap Nara galak.

“Aku menginginkannya. Hyunjoo needs brother to protect her,” rayu Nara sembari menggoyangkan ujung kaus suaminya.

“Tidak,” tegas Sehun.

Eum, Darling please. I want you,” pinta Nara suaranya nyaring bernada seduktif. Telunjuknya bermain di perut Sehun yang merupakan titik lemah lain dari suaminya. “Less than half hour, I know you can do it quickly. Tanpa alat pengaman,” sambung Nara kini mulai menelusuri rahang Sehun menggunakan bibir tipisnya.

Sehun hanya diam, bahkan ketika Nara mulai memertemukan bibir lembutnya dengan miliknya. Shes really a good kisser, nalurinya sebagai seorang pria berulang kali menyarankan untuk membalas.

“Jung Nara, cukup,” Sehun membentak Nara ketika dia dapat melepaskan kungkungan istrinya. Sehun melotot galak. “Kau ini menyebalkan sekali,” katanya lagi.

Lantaran memberikan ekspresi sedih, Nara justru tertawa. Baginya, Sehun yang berusaha menahan diri adalah hal yang paling lucu. Nara memukul lengan pria itu. “Astaga, Sehun. Kau masih bisa aku goda seperti tadi. Padahal ini bukan pertama kalinya aku bersikap begitu.”

“Berani ya, kau menggodaku,” gumam Sehun sinis.

Nara memberikan ekspresi mengejek. “Dasar pria lemah ….” Naa tidak dapat melanjutkan celotehannya.

Sehun membungkam gadisnya. Pria itu menarik Nara pada kail yang teramat dalam. Ia melumat bibir atas istrinya dengan sangat lembut dan perlahan. Permainannya yang pelan justru membuat Nara kehilangan akal. Sehun dapat merasakan keterkejutan Nara berubah menjadi lenguhan. Sehun memedalam ciumannya ketika si gadis meraih surainya kemudian menariknya. Sehun sengaja menyisipkan tangannya ke balik kaus putihnya yang dipakai Nara. Kulit Nara yang halus bagaikan porselin selalu sanggup membangkitkan hasrat yang padam.

“Sehun, please,” mohon Nara ketika tangan Sehun mulai membelai punggungnya. Nara tidak sabar, Sehun bermain terlalu lambat. Pria itu seolah ingin menggangunya dengan sentuhan lembut itu.

Gadis itu seperti tersengat jutaan volt listrik yang membuatnya gila. Mereka sudah berciuman ribuan kali dan bercinta ratusan kali, namun rasanya tetap sama. Bahkan lebih mengejutkan dari sebelumnya. Bagi Nara, Sehun ialah sesuatu yang tidak dapat ia prediksi. Ia menyukai apapun mengenai suaminya.

Kaki Nara sudah lemas seperti jelly, andai saja Sehun tak mendorongnya bersandar ke dindingNara pasti sudah terduduk begitu saja. Apalagi, ketika Sehun mulai membenamkan parasnya di leher jenjang Nara. Gadis itu mendongak memberikan akses lebih agar prianya dapat memperluas permainan. Nara menggigit bibir, terlalu malu akan desahan yang ia keluarkan berulang kali. Nara tahu, Sehun tersenyum menang dalam kecupan mereka berikutnya.

“Sudah kubilang jangan menggodaku, aku akan membalasnya dua kali lipat,” ucap Sehun sebelum meraih tubuh ramping istrinya, kemudian membawa wanitanya ke kamar.

Nara sudah tidak peduli, ia hanya terfokus pada pria yang menemani hidupnya.

Eum, mereka berdua juga melupakan makanan untuk Hyunjoo.

“Apa dia ketiduran?” tanya Sehun, ketika membukakan pintu rumahnya untuk Daniel yang sedang menggendong tubuh mungil Hyunjoo. Hunian besar milik Sehun memang bersifat privat, ia hanya mengijinkan asisten rumah tangganya berkeliaran di rumah pada saat malam hari. Pria itu ingin keluarganya nyaman, tanpa merasa diawasi orang lain.

Daniel melangkah masuk ke rumah mewah Keluarga Oh. Ia meletakkan tas jerapah milik Hyunjoo di kursi ruang santai sambil tetap menggendong keponakannya. Pemuda itu bergerak dengan hati-hati agar si gadis tidak terbangun.

“Iya, dia kelelahan bermain dengan Ryujin,” jawabnya.

Sehun yang masih mengenakan kaus dan celana pendek jeans itu mengangguk singkat. Ia beralih meminta Hyunjoo yang masih sangat pulas di pelukan adik sepupunya. Sehun menepuk punggung Hyunjoo pelan, ketika si gadis merengek karena merasa terganggu tubuhnya diraih Sehun. Gadis itu kembali diam dan bersandar nyaman di bahu ayahnya beberapa sekon kemudian.

“Di mana Noona?” tanya Daniel sebab rumah ini terlalu sepi tanpa kehadiran Nara yang biasa menyambutnya jika berkunjung kemari.

“Tidur,” balas Sehun singkat.

Daniel menyeringai jahil. “Ini baru pukul lima sore dan hyung sudah membuatnya kelelahan. Sangat tidak berperasaan,” ejek pemuda itu. Ia kemudian tersenyum lebar saat mendapatkan tatapan tajam dari sepupunya. “Baiklah, aku mengerti. Aku pulang dulu, ya,” pamit si pemuda. Ia mengusap surai Hyunjoo lembut. “Paman Niel, pergi dulu, Sayang,” ucapnya kemudian angkat kaki dari rumah sepupunya.

Sehun melangkah menuju kamarnya, ketika ia memastikan bahwa Daniel sudah beranjak. Pria itu tadinya ingin menidurkan Hyunjoo ke kamar si gadis. Kendati demikian, netra Hyunjoo yang lebar perlahan terbuka. Putrinya mengedip beberapa kali berusaha memahami situasi, lama-kelamaan matanya mulai digenangi air.

“Mommy! Hyunjoo mau Mom,” rengek Hyunjoo. Alisnya saling bertaut meminta ibunya.

Sehun mengusap kepala putrinya beberapa kali. Ia menciun pipi Hyunjoo penuh kasih. “Iya, Sayang. Kita akan ke Mommy. Mommy sedang tidur, Hyunjoo jangan menangis ya nanti tersedak lagi,” hibur Sehun, langkahnya cepat-cepat menuju ranjang.

Sesampainya di kamar utama hunian tersebut, Hyunjoo minta diturunkan dari gendongan. Ia berlari ke ranjang di mana tempat Nara terlelap.

Sebenarnya, Sehun tidak tega Nara dibangunkanistrinya itu baru saja selesai bercinta dengannya jadi pasti kelelahan. Namun, ia lebih tak ingin melihat Hyunjoo menangis. Untung saja, putrinya itu begitu pengertian. Hyunjoo tidak langsung melompat di atas ranjang. Si gadis naik dengan pelan agar tidak menganggu ibunya, setelah itu ia memandangi Nara.

Sehun tersenyum saat mendapati Hyunjoo duduk di samping Nara, kemudian terpaku. Pria itu ikut naik ke tempat tidur. Ia menaikkan selimut menutupi tubuh Nara yang polos.

“Kenapa melihat Mom begitu, Baby?” tanya Sehun.

Hyunjoo menggosok mata beberapa kali sebelum menjawab. Hyunjoo mencebik. “Kata Paman Niel, Paman Chanyeol, dan Bibi Liv, Hyunjoo mirip dengan Mom.” Gadis itu menarik napas panjang. “Apa Hyunjoo kalau tidur juga seperti Mom begini, Dad?” bisik Hyunjoo.

“Iya, Hyunjoo sangat cantik kalau tidur seperti Mom,” jawab Sehun penuh khidmat seolah memuja Nara adalah hal yang mutlak.

Hyunjoo menggeleng. “Hyunjo tidak mau seperti Mommy.”

Sehun membolakan mata. “Kenapa?”

“Soalnya, Daddy lihat saja, Mommy kalau tidur terlalu nyenyak. Mom tidak bangun meskipun lehernya banyak digigit semut,” jelas Hyunjoo, ia menunjuk bercak merah yang ada di leher sang ibu.

Sehun langsung mengatupkan mulut. Dia bingung harus menimpali apalagi. Hyunjoo sayang, Mommy tidak digigit semut tapi Daddy, Sehun menjawab dalam hati.

Untung saja, pembicaraan mereka segera terhenti karena Nara bergerak meregangkan tubuh.

Mini Baby Jung sudah datang,” sambut Nara saat ia membuka mata dan menyadari putri kesayangannya ada di sampingnya.

Hyunjoo langsung memeluk ibunya.

Nara mencium pipi Hyunjoo berkali-kali. Ia menidurkan Hyunjoo di sampingnya. “I miss you much, Pretty Hyunjoo,” ujar Nara, ia menyentil hidung putrinya.

“I miss you too, Mommy. I love you,” jawab Hyunjoo penuh sayang.

Sehun berusaha mencuri perhatian Hyunjoo yang hanya terfokus pada Nara. Pria itu menggelitiki pinggang kecil si gadis.

Hyunjoo tertawa gembira. Gadis itu mulai mengoceh mengenai banyak hal. Menceritakan soal Paman Daniel yang melamar Aunty Queen, nilai Bahasa Inggrisnya dapat lima bintang sempurna, kursus baletnya, dan banyak hal lain mengenai Tuan Jerapah dan Nona Kupu-kupu yang sangat dikagumi Hyunjoo.

Nara dan Sehun mendengarkan.

Hanya mendengarkan buah cinta mereka berkicau menjadi bagian paling menyenangkan dalam hidup.

Setiap napas Hyunjoo sangat berharga, bahkan kehadiran putri mereka berhasil mengobati dan menghapus seluruh duka masa lalu. Kini rasa sakit itu tidak berarti apa-apa lagi.

-oOo-

Halooo, gimana nih? Kalian capek gak bacanya? Ini panjang banget huhuhu 18 halaman. Oke, terima kasih sudah membaca sejauh ini. Epilog dan special partnya aku jadikan satu ya dengan ini Dear Husband benar-benar uda selesai.

Aku menunggu kesan dan pesan kalian setelah membaca keseluruhan cerita. Kalau ada yang berharap cerita ini punya sad ending, maaf aku gak bisa dan gak tega :”). Iya bener, tokoh Nara memang aku buat selapang dada itu buat maafin Sehun. Bagi Nara, kasih sayang itu memang lebih layak diberikan pengorbanan yang besar. Melihat dari latar belakang Nara yang ditinggal ibunya, kakakknya yang dikira sayang beneran ternyata justru mau bunuh dia, dan ayahnya yang jahat. Sehun begitu penting bagi Nara karena pada akhirnya cuma Sehun yang tulus. Semoga kalian memahami jalan pikiran Nara.

Baiklah, sampai jumpa di cerita lainnya. 🙂

Kalau ada waktu luang yuk cek wattpad aku  >>> twelveblossom atau wattpad.com/twelveblossom. Hehehehe.

Oh ya, kenalan dulu ya sama Oh Hyunjoo :D.

20180423_103449
Oh Hyunjoo dan Park Seungho (anak dari Chanyeol dan Liv). Mereka gak mau dipisahkan. Kemana-mana bareng, Seungho seneng banget sama Hyunjoo, dia juga jagain adik sepupunya. Mereka juga satu sekolah. Ini yang fotoin Chanyeol waktu nganterin mereka les renang bareng.
20180423_103515
Hyunjoo yang hobi banget gambar, mulai dinding rumah sampai laporan tahunan perusahaan Sehun juga pernah digambarin. Tapi, seperti biasa Sehun gak bisa marah sama sekali sama Hyunjoo. Hahaha.
20180423_104855
Hyunjoo punya kebiasaan sama seperti ibunya-Nara. Hyunjoo sering banget ketiduran di meja makan. Sangking gemasnya, handphone-nya Sehun isinya foto Hyunjoo yang lagi tidur.
20180423_103532
Hyunjoo memang baru umur enam tahun. Tapi, dia sudah punya fotografer pribadi. Sehun dan Daniel itu ke mana-mana mengekori Hyunjoo sambil bawa kamera. Apalagi Daniel, dia rela beli kamera mahal untuk mengabadikan setiap momen Hyunjoo tampil di pertunjukan balet gak pernah absen. Makanya Hyunjoo sayang sama Uncle Niel-Niel!
DbcGHyjV4AAcDhU
Hadiah ulang tahun Hyunjoo dari Aunty Queen yang sempat bikin Nara geleng-geleng kepala. Ryujin membelikan jepit rambut yang gak biasa. Ada berlian hitam dan ungu yang langka di jepit kupu-kupu kesayangan Hyunjoo itu. Nara pikir itu berlebihan, tapi ternyata Sehun, suaminya sendiri lebih berlebihan. Sehun membelikan sebuah pulau buat ulang tahun ke enam Hyunjoo. Daniel juga memberikan salah satu cafe bertemakan kucing untuk keponakannya, padahal nilainya ratusan juta won. Nara sempat terharu, karena banyak yang sayang sama Hyunjoo.

 

Advertisements

152 thoughts on “[Special Part] Dear Husband: Epilogue

  1. Happy ending YEY !!!
    Walaupun sedih cerita ini selesai. Daebak thor buat story nya dan terimakasih sudah membuatnya sehingga bisa menemani waktu liburku yg boring ini 😘😘😘 lanjut berkarya trus thor i luv you ❤️❤️❤️ Kalo bikin sequel cerita ini boleh banget hehehe kusuka 😍

  2. Akhirnya happy ending, sebeng bgt baca epilog nya begini, walaupun gk baca last part gara gara takut sad ending 😁😁😁 ff ini ter the best pokoknya, mampu membuat saya merasakan kesedihan, kebahagiaan,kemarahan, dan banyak ekspresi lain wkwk

  3. Suka bgt sama ff inii,,,,,setelah sekian lama ga baca ff lagiiii😍😍😍😍 terobati fangirlingnya… hahahaha

  4. Suka bgt sama ff inii,,,,,setelah sekian lama ga baca ff lagiiii😍😍😍😍 terobati fangirlingnya… hahahaha

  5. jadi penasaran gimana ya kira kira kalau hyunjoo udah besar terus ketemu dg laki-laki, gimana reaksi sehun, pasti gemes heheheheehe

    thanks buat kakak author yang udah buat cerita sekeren ini, luv, terus berkarya yaaaaa

  6. Tu anak baru 6 tahun udh jadi milyarder, dikasih hadiah pulau sama cafe. Oh Hyunjoo emang sangat spesial 🙂 Coba aja dulu CY nerima anaknya, udh kyak hidup Nara kali ya bahagia juga 🙂
    Akhirnya mereka semua menemukan kebahagiaan masing maaing setelah menghadapi masalalu yang sangat menyakitkan terutama Nara 🙂

  7. baca dari awal campur adukin banget hati pembaca, keren bangettt!!! keep writing admin, semangat! sehun nara banyakin min hehe

  8. Yasssss finally ahhhh thank you author for this cute epilog… i love this… Aaaaaaaa akhirnya hati aku legaaaaaaa… Author semangat nulisnya🔥🔥😆😆💋

  9. huhuhuhu terharu banget bangetttt. selalu baper sih setiap baca karya nya ka titis. ini cerita kenapa bagus banget yaampun gak ngerti lagi. bener-bener bagus, pengen peluk author nya huhuhu. gak nyangka Nara selamat!!! duh dosa banget aku udah nyangka nya Nara bakal meninggal. Hyunjoo why so gewmawshhh.
    tapi sedih nya karena Chanyeol dan Liv gak rujuk huhuhu. gimana rasanya jadi Liv ya yang besarin Seungho sendirian kurangasem emang si cendol. uncle Niel Niel aduh gemes banget hfttttt. Hyunjoo needs a brother! tapi antara excited kalau Nara hamil lagi sama takut dia kenapa2 lagi. terus ya, tolong kasih tau dimana bisa menemukan seorang suami seperti karakter Sehun di cerita ini. husband material banget :”) jadi pengen nikah. maafkan komen ku yang udah kepanjangan ini, aku suka banget banget banget cerita ini. entahlah, ka titis selalu berhasil bikin readers baper dengan ff marriage life padahal banyak pembacanya masih jomblo. udahlah pokoknya aku terharu, baper, seneng semua mua nya. terimakasih banyak ka titis! super-duper well done!

  10. Aku juga sayang sama hyunjoo❤ sayang ama author juga karna the whole ‘Dear Husband’ series are super lit, gada part yg gak buat baper, slalu pintar memainkan perasaan dan epilog ini terasaa sangat manis dri keseluruhan cerita yang pahit-manis.

  11. walaupun gk baca part ending
    tp baca epilog dah seneng bgt
    akhirnya happy ending
    yah walaupun Chanyeol gk balik sama liv
    Sabar akang Daniel Cinta pertama emang selalu gagal (kata drama korea)
    waktu Hyunjoo manggil Daniel jd Niel jd keinget Niel personil Boyband TeenTop

    Btw gua mau dong jd Hyunjoo hadiah ultahnya njirrr
    masih kecil aja dah tajir melintir
    bte itu anak kecil ulzzang namanya siapa aja??

  12. walaupun gk baca part ending
    tp baca epilog dah seneng bgt
    akhirnya happy ending
    yah walaupun Chanyeol gk balik sama liv
    Sabar akang Daniel Cinta pertama emang selalu gagal (kata drama korea)
    btw gua mau dong jd Hyunjoo hadiah ultahnya njirrr
    masih kecil aja dah tajir melintir
    bte itu anak kecil ulzzang namanya siapa aja??

  13. Buset dah, hadiah ultahnya.. Holkay mah bebas ya 😀
    Tapi seneng bgt, akhirnya happy ending walaupun kabar PCY dan liv masih kabur..

  14. Yesss yessss happy nya mereka,jadi selama 6thn daniel baru mau lamaran,sedihhh….pengen tau gimana usaha daniel lupain nara dan pindah ke ryujin,di ff ini aku lebil suka daniel daripada sehun.

  15. AKHIRNYA SELESAIII!!
    Terima kasih untuk Happy Endingnya kak ahahhaa dan moment Sehun dan Nata juga bikin aku bisa ikhlas kalau cerita ini berakhir. Terima kasih sudah menulis cerita ini kak, I’m proud of you! Fighting!

  16. He he he….mungkin aku reader yang kurang ajar. Aku baca nya justru di part terakhir sama part pertama. Soal nya aku suka sama ff yang happy ending. Jadi ga nyesek baca nya. Maaf ya . tapi setelah ini aku janji mau baca berurutan dan berusaha tinggalin komen.

  17. HUEEE SELESAIII AKHIRNYAAAAA OMG tp br bs baca skrg :((((. I was expexting a sad ending, but kak titis bertitah lain, aku pun tidak menolak 😂😂 as always, tulisan2 kak tis membuatku kecanduan, terutama karna karakter2 sehun dlm ff2 kak tis itu slalu bikin aku metong hng. Cinta lahhh pokokny sm kak titis. Looking forward to read your other stories in the future. Semangat kak titis nulisnyaaaa ^^

  18. Hyunjoo-ya, bagi bagi harta gih sama aku, itu bapakmu belebihan banget ngasih hadiah pulau. hyunjoo masih kecil udah jadi milyader

  19. Perfect ending sekaliii :))))) ga nyesel sih tp yaampun bnran end nih ?? Ga bisa move one sehun nara guee dohhhhhh kerenn kakkk ini hyunjoo cantik bngtt busettt gemes

  20. Selalu susah move on kalo baca cerita dari kakak..
    Daebakk lah poko nyaaa….
    Keren aku suka bgt sama cerita kakak apalagi kalo tokoh nya sehun makin suka ajaaa…
    Semangat kakak untuk nulis cerita cerita yang lain nyaaa..

  21. Aku suka banget kak sama cerita ini 👍. Akhirnya happy ending 🙂. Walaupun di part kemaren kemaren suka sedih, deg degan sampe nangis juga, haha. Semangat untuk karya yang lainnya kak, sukses selalu 😊

  22. Akhirnyaa happy ending, suka banget liat mereka, ikutan seneng, sedih, nangis, terharu setiap baca ini. Selama 20 cp ini gak pernah bosen sama sekali kak, malahan nunggu terus. Tetep semangat berkarya ya kak, fightingggg💪

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s