Perfect Match: Prolog

DaP1FJmUMAAUUFQ.jpeg

Oh Rae Point of View

Pasangan yang sempurna. Aku hanya dapat tertawa apabila ada orang yang mengucapkan kalimat tersebut. Aku sering mendengar mereka mengatakan jika kami adalah pasangan yang sempurna ketika diriku berjalan berdampingan dengannya. Orang-orang bilang, kami rukun sekali, raga kami juga rupawan saling melengkapi, dan lain sebagainya yang merujuk pada pujian. Masalahnya, semua itu hanya opini mereka. Aku dan suamiku sebenarnya pasangan yang biasa-biasa saja, sama dengan manusia lain di muka bumi. Kami juga pernah bertengkar, menangis, tidak mandi seharian sampai bau, dan saling mengejek. Bedanya, kami melakukan semua itu bersama-sama. Kami tidak sanggup jika berbuat hal-hal gila sendirian. Jadi yang benar, kami bukan pasangan yang sempurna, tapi pasangan yang saling membutuhkan dan melengkapi. Itulah yang menarikku untuk percaya bahwa dia satu-satunya pria yang ingin kujadikan sahabat sekaligus musuh terbesarkubercanda, aku sangat mencintainya.

Oh Rae’s Husband Point of View

Aku tidak mengira akan menikahi wanita seperti Oh Rae. Dia sama sekali bukan tipeku. Rae memang cantik, namun aku tidak butuh perempuan rupawan untuk mengisi hari-hariku yang memang sudah menarik. Aku hanya menginginkan seorang wanita yang membuatku merasakan ‘aku tidak bisa hidup tanpanya’. Oh Rae pun menjadi kandidat utama karena dari sekian banyak wanita di alam semesta ini hanya dia yang mampu membuatku rindu setengah mati. Rae benar-benar menjadikan pikiranku enggan berhenti mengkhawatirkannya, menanyakan keadaannya, dan pada akhirnya mencintainya. Sikapnya yang ceroboh serta selalu terbelit masalah itu menarikku untuk terus melindunginya. Aku sudah berusaha menghapus Rae dalam serebrumku, tapi dia terlanjur melekat erat seperti lem kayu. Aku bisa gila kalau tidak memastikan gadis itu berada di sampingku dalam keadaan sehat. Akhirnya, aku memutuskan melakukan banyak hal bersamanya seumur hidupku. Well, agar diriku tetap waras.


Oh Rae

DaP759XVwAEuO1P.jpeg

Oh Rae seorang gadis berusia tujuh belas tahun yang populer. Gadis itu ialah saudari kembar Sehun yang kini menempuh pendidikan di sekolah menengah atas ternama. Rae memiliki kulit pucat seperti Sehun, surai coklat tua, pupil hitam pekat, dan tinggi sekitar 168 sentimeter. Hobinya melukis, dia tidak tertarik pada matematika, fisika, dan semua hal lain yang berkenaan dengan angka. Gadis itu berada di kelas sebelas sekarang, satu tahun di bawah Sehun. Oh bukan karena Rae tinggal kelas, tapi Sehun memang jauh lebih cerdas daripada saudarinya sehingga ia mendapatkan kelas percepatan.

 

Oh Sehun

Db8-S0pU0AEgg2T

Pemuda berusia tujuh belas tahun yang sangat tangguh dan memiliki pengetahuan luas. Otak kiri dan kanan Sehun lebih seimbang daripada Rae, pria itu mampu bermain berbagai alat musik. Sehun sangat pandai bergaul, ia mempunyai banyak teman. Namun hanya dua kawan yang sangat dekat dengannya karena dikenalnya sejak kecil. Sehun lebih suka menghabiskan hari liburnya untuk bersepeda berkeliling taman. Dia kerap memaksa Rae mengikuti kegiatan monotonnya. Hobi Sehun yang lain adalah mengusili adik kembarnya yang menurutnya sangat lucu ketika marah. Sehun tahu jika salah satu dari sahabat karibnya itu menyukai Rae, ia berusaha menjauhkan Rae dari pemuda-pemuda tidak waras seperti Chanyeol dan Jongin.

 

Kim Jongin

DaP81s8U8AA2NEs

Pemuda berusia delapan belas tahun ini adalah sahabat baik Sehun. Rumahnya berada di samping hunian Oh bersaudara. Kim Jongin memiliki kulit cokelat yang sempurna melengkapi parasanya. Kehidupan Jongin begitu membosankan di mata Rae karena hanya diisi kegiatan sosial setiap minggunya. Tetapi pemuda itu justru merasa jika dunianya baik-baik saja serta berwarna, memghabiskan waktu menjadi relawan kesehatan membuatnya bahagia. Karakternya dingin dan tertutup dalam batas normal, ia populer di kalangan guru-guru karena sikapnya yang selalu positif. Kim Jongin ingin menjadi dokter yang hebat sejak kecil sebab dia berharap dapat menyembuhkan ibunya yang sedang sakit. Dia tentu saja lebih pintar daripada Rae dalam pelajaran Biologi. Rae sangat suka menjodohkan Jongin dengan teman-temannya, mengingat si pemuda belum pernah punya pacar. Kasihan sekali Jongin.

 

Park Chanyeol

DaP9j7yUwAAF_ax

Pemuda yang sangat ceria, usianya sebaya dengan Jongin. Dia juga termasuk ke dalam daftar sahabat dekat Sehun karena mereka berada di klub sepak bola yang sama. Chanyeol tidak memiliki minat sama sekali dalam pelajaran. Ia lebih suka berolahraga atau menonton film detektif sepanjang hari. Ada lagi kegemarannya, dia juga senang berganti-ganti kekasih. Baginya hidup anak muda itu memang penuh petualangan. Walaupun demikian, dari sekian banyak kekasihnya Chanyeol lebih memilih menghabiskan waktu bersama Rae saat si gadis memintanya untuk ditemani melukis sesuatu. Bagi Chanyeol, Oh Rae sangat menarik ketika melukis. Chanyeol suka itu.

 

-oOo-

 

Hai, ketemu lagi. Semoga kalian nggak bosen ya huhuhu. Ini bakal jadi series baruku setelah Dear Husband. Bakal mengusung tema yang lebih ringan. Cerita di series Perfect Match ini bakal lebih pendek, aku buat sekitar 5-6 halaman aja. 😀

Advertisements

142 thoughts on “Perfect Match: Prolog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s