Vampire’s Diary: Teasing You

DoPMXcLUUAEL4uf.jpg orig.jpg

Bagian Dari: Vampire’s Diary

“Is it okay to tease you like this?” ―Coming Over, EXO

-oOo-

Sue mengalami masa remajanya hingga dewasa dengan begitu banyak liku-liku dan jalan buntu. Gadis itu merasa bahwa setiap masalahnya enggan terselesaikan dengan mudah, andai saja jika Baekhyunkekasihnya yang baik hati itu tidak menolongnya untuk menyingkirkan kegundahan hati, pasti kehidupan si gadis semakin berantakan.

Baekhyun dengan sabar menemani Sue. Pria itu menggiring Sue pada keputusan yang tepat, meskipun sang gadis kadang terlampau keras kepala untuk diberi peringatan. Baekhyun pun memerbaiki kesalahan yang diperbuat Sue, tidak hanya sekali, puluhan kali sejak mereka hidup bersama beberapa tahun belakangan ini. Semua hal itu yang membuat Sue merasa tidak berguna. Tidak ada yang bisa diberikan Sue pada Baekhyun. Pria itu telah memiliki segalanya, ia memiliki waktu sepanjang hidup untuk bersenang-senang, sementara Sue hanya memiliki tubuh separuh manusia yang mudah sekali dilenyapkan. Kendati demikian, Sue enggan diremehkan. Gadis itu tetap memaksa ikut Baekhyun menuju hutan terdalam, meskipun telah diperingatkan.

“Aku benci menunggu. Percuma aku ikut kalau akhirnya disuruh tetap berada di sini,” bisik Sue, mengeluh semakin membuatnya murung.

Hah, Sue gundah lagi. Ia menghela napas, entah sudah berapa kali sejak Sue menunggu Baekhyun berpatroli di hutan terdalam wilayah klan timur. Sue duduk di dahan pohon yang paling besar, gadis itu ditemani buliran cahaya sebesar bola lampu taman yang berayun di langit. Sangat indah, semua keindahan itu diciptakan oleh kekuatan istimewa Byun Baekhyun. Sue mengusap tangannya yang tidak dingin, gerakan itu adalah wujud kebimbangannya. Gadis itu berada di posisi sangat nyaman dengan selubung tipis yang melindungi Sue dari dinginnya malam, lagi-lagi Baekhyun menggunakan kekuatannya untuk hal tersebut.

“Andai saja, aku dapat menyamai kekuatan Baekhyun, pasti aku bisa ikut menjaga wilayah ini. Bukan hanya menjadi penonton,” keluh si gadis setengah vampir itu. Pupilnya yang kini berwarna coklat emas memberikan perhatian penuh pada sisi hutan di mana Baekhyun terakhir terlihat. Ia menggigit bibir ragu. “Kenapa dia belum muncul juga? Biasanya tidak lebih dari tiga puluh menit,” gumam Sue.

Apa aku harus menyusulnya? Sue membatin.

Sue menggeleng. Gadis itu masih ingat terakhir kali dia meninggalkan lingkaran perlindungan yang dibuat Baekhyun, Sue hampir saja menjadi santapan binatang buas. Namun, Sue juga mulai khawatir, gadis itu takut apabila Baekhyun bertemu dengan sesuatu yang berbahaya. Gadis itu menengadahkan telapak tangannya membuat satu bulatan cahaya mendekat ke arahnya.

“Baekhyun, apa kau bisa mendengarku?” Si gadis berbicara pada cahaya tersebut. “Cepat kembali, aku tidak takutaku hanya bosan,” lanjutnya.

Tidak berselang lama, semua cahaya bundar yang menerangi hutan tersebut meletup serupa gelembung sabunmenghilang begitu saja menjadikan hutan tersebut gelap gulita. Sue terkejut!

“Astaga!” serunya, panik.

Sue melihat sekitarnya dengan tergesa. Gadis itu merasakan ada sesuatu yang sedang datang ke arahnya. Ia semakin cemas ketika menyadari, jika cahaya-cahaya itu pergi berarti ada hal buruk yang terjadi dengan Baekhyun.

Tanpa berpikir panjang, Sue pun melompat dari pohon tersebut. Gadis itu mengabaikan bahwa dirinya sekarang berada di ketinggian sepuluh meter dari tanah. Sue juga lupa apabila dirinya bukanlah burung yang punya sayap. Gadis itu hanya fokus pada satu hal, yaitu keselamatan pasangannya.

Sue memejamkan mata, dia melayang di udara. Gadis itu refleks berteriak kencang. Anehnya, Sue justru mendarat dengan selamat, tnpa patah tulang atau pun tergores. Gadis itu terduduk di tanah dengan aman, ia membuka mata, hanya ada kegelapan di sana.

Jari-jari si gadis mulai bergetar, dia mendengar gemerisik dari daun-daun yang dinjak. Ada sesuatu yang datang, Sue tidak tahu itu apa.

“Baekhyun,” panggil Sue, berharap kekasihnya datang menolong. Sue sangat takut. Dia bahkan sampai tak sanggup berdiri. Seharusnya, dia lari bukannya bergeming di sana. Sue memejamkan mata lagi, lebih rapat. Suara itu semakin terdengar kacau bergemerisik. Rungunya menangkap suara kuku yang merobek sesuatu.

“BBaekhyun, aku takut,” akhirnya Sue mengakui secara gamblang jika dirinya ketakutan. Ada jeda beberapa sekon, suara tersebut lenyap, kini digantikan angin yang berhembus kencang menuju ke arahnya.

Sue mulai menangis, dia seperti ditarik oleh angin itu hingga posisinya sekarang menjadi berdiri. Sue mulai menangis, air matanya enggan dikendalikan. “Aku takut,” sedunya. “Baekhyun di mana?” kicaunya tetap dengan kelopak mata yang terkatup.

Lantaran suara cakaran yang menggagunya sedari tadi, sebuah tawa keras yang sangat dikenalnya mengisi pendengaran. Salah satu pamannyaOh Sehunyang memiliki kekuatan untuk mengendalikan angin datang. Sue juga bisa merasakan tubuhya hangat lagi, tanda apabila selubung Baekhyun mulai menyelimutinya, ia tahu jika kekasihnya ada di dekatnya.

“Buka matamu, Sue,” vokal Sehun yang bergerak secepat angin menuju keponakannya. Vampir dewasa itu berada di hadapan Sue dengan ekspresi usil.

Sue membuka netranya yang berair. Ia memberikan pandangan benci pada Sehun, kemudian atensinya beralih pada pria lain yang berdiri di sebelah SehunByun Baekhyunsibuk mengayunkan jari telunjuknya untuk membuat gelembung cahaya lagi. Hutan itu mulai terang kembali.

Baekhyun tersenyum simpul, ketika tatapan mereka bertemu. Pria itu tidak tega melihat Sue yang berlinang air mata, tapi di satu sisi dirinya juga harus memeringatkan gadisnya mengenai betapa bahayanya memasuki hutan ini. Pria berkulit pucat tersebut melangkah mendekati Sue memeluk pasangannya yang menangis lebih kencang.

Sue langsung memberontak ketika Baekhyun menyentuhnya. “Aku benci kalian!” dia berseru marah.

Sehun yang menjadi orang ketiga kali ini hanya dapat mengangkat tangan. “Okay, ini semua ide Baekhyunaku hanya membantu. Aku rasa kalian harus berdamai. Aku pergi dulu,” kata Sehun sebelum menghilang begitu saja memberikan spasi untuk Sue dan Baekhyun.

Baekhyun enggan menyerah. Pria itu meraih Sue, mengecup punggung tangannya. “Maaf, okay?” pintanya lembut.

Sue menggeleng. “Aku sangat khawatir terjadi sesuatu padamu

Aku sangat terharu melihatmu melompat dari ranting setinggi itu, Baby,” potong Baekhyun. Ia menarik Sue ke dalam dekapannya.

Sue menyembunyikan wajahnya yang dianggapnya jelek saat menangis itu di dada Baekhyun. Membasahi jaket jeans si pria. “Pasti kau yang membuatku tidak terluka saat jatuh ke tanah,” gumam Sue.

“Tentu saja, aku selalu memastikan dirimu aman,” jawab Baekhun, dia menepuk beberapa kali punggung Sue. “Lain kali, jangan coba-coba melakukan hal bodoh hanya karena gelembung cahayaku hilang,” Baekhyun memeringatkan.

“Aku tidak peduli dengan diriku. Apa kau tahu betapa cemasnya aku saat tidak bisa merasakan kekuatanmu?” Sue berkata kesal. Ia menghirup aroma khas pasangannya itu dalam-dalam. “Aku sangat takut. Aku takut kau terluka. Aku tak ingin kehilanganmu,” Sue berucap pelan.

Baekhyun mengurai pelukan mereka demi melihat paras gadisnya. “Itu juga yang aku rasakan Sue. Ketakutan yang aku rasakan karena tak ingin kehilangan dirimu dua kali lipat lebih besar. Aku melarangmu datang ke hutan ini, tapi kau justru menolak. Banyak hal yang kulakukan hanya untuk membuatmu aman dan tetap hidup, namun kau justru datang menyerahkan nyawamu.”

Sue menyentuh rahang Baekhyun. “Maaf,” katanya pelan. Gadis itu mendekatkan parasnya pada Baekhyun hingga hidung mereka bersentuhan. “Aku hanya ingin tetap bersamamu. Aku mengikuti ke mana pun kau pergi,” lanjutnya.

“Aku memastikan menuju ke tempat yang aman,” Baekhyun membalas, pria itu memejamkan matanya ketika Sue mengecup ujung bibirnya. Gadis itu selalu saja meledakkan raganya dengan cara yang tidak terduga.

“Agar aku tetap aman,” ucap Sue di tengah kecupan mereka.

Baekhyun mengangguk tidak sabar, “Aku menginginkanmu, Sue,” bisikan Baekhyun tersebut hal terakhir yang di dengar Sue. Setelahnya, ia hanya bisa merasakan tubuhnya melayang ke suatu tempat yang tentunya lebih aman daripada hutan ini.

-oOo-

Halo, ini series yang sudah lama banget tidak aku update merupakan salah satu bagian dari Vampire’s Diary yang belum baca dari awal bisa langsung buka Track List. Aku sebenarnya belum bisa update apa pun minggu ini, tapi kayaknya blog ini jadi makin usang kalau tidak dijamah sama sekali. Karena lagi stuck nulis Perfect Match, aku coba rekreasi dengan nulis cerita lama. Semoga bisa menghibur, kolom komentarnya aku pindah di Track List. Terima kasih sudah membaca sampai habis :D!

Advertisements