The Wedding Invitation: The Tricky Man

20190110_144800_0000

Tracklist

Previous:

 I Meet You Again – Moving On – Hers

“If you want, I’ll just stay.” ―Smile on Your Face, EXO

-oOo-

Rae mengalami mimpi buruk. Ini adalah hal paling buruk yang pernah ia lakukan seumur hidupnya. Rae mencuri sesuatu. Lebih jahatnya lagi, Rae sama sekali tidak merasa bersalah. Dia justru bahagia ketika mendapati tubuhnya berada dalam kungkungan Chanyeol. Mungkin semalam Chanyeol mengira dirinya mabuk, pria itu tidak curiga sama sekali ketika Rae pasrah saja disentuh olehnya. Faktanya, Rae masih sadar. Hanya saja, Rae ingin menjadi egois. Rae berniat meminjam Chanyeol sebentar … atau merebutnya pada akhirnya.

Rae tetap melamun di tempat tidur, saat sinar matahari melewati tirai yang terbuka. Tangannya masih serakah menyentuh kulit Chanyeol. Dia membiarkan netranya menatap pria itu lama-lama. Rae mendorong dirinya ke dalam jurang kematian. Ia sendiri bingung cara melupakan Chanyeol setelah apa yang mereka lakukan kemarin malam.

Mungkin, Chanyeol hanya akan menuliskan namanya sebagai deretan gadis yang pernah berada di ranjangnya. Seperti yang biasa dilakukan pria berengsek ini. Rae dulu mengutuk setiap wanita yang mendekati Chanyeol di luar sana, wanita-wanita yang berharap mereka putus. Kini Rae justru menjadi salah satu dari tokoh antagonis. Menyedihkan.

Rae menarik napas dalam menyadari bahwa nasibnya sungguh merana. Chanyeol nantinya bersanding bersama gadis lain di altar. Chanyeol akan terikat seumur hidup. Lalu, apa yang harus dilakukan Rae? Nafas Rae terasa sesak.

Gadis itu mendekat ke arah Chanyeol, ia mencium kening pria tersebut. Kasih tak sampainya. Kenangan yang sepantasnya ia tinggalkan.

Rae bergerak pelan. Dia harus lekas pergi dari sini sebelum kecanggungan di antara mereka kembali. Gadis itu meraih pakaiannya yang dilepas oleh jari-jari Chanyeol kemudian mengenakannya lagi. Ia mengambil ponsel yang sudah tak berbentuk karena Chanyeol melemparkannya begitu saja ketika ponsel itu berdering di tengah mereka bercinta.

Rae mendengus. Ponselnya sungguh tidak bisa dipaka. Rae yang awalnya ingin pergi diam-diam jadi kelewat emosi sebab Chanyeol yang merusak salah satu benda berharganya. Tanpa aba-aba Rae melemparkan baterai ponsel yang terlepas itu ke arah Chanyeol.

Tepat sasaran, mengenai kepala si pria. “Oh Rae!” seru Chanyeol yang masih terbalut selimut. Chanyeol yang awalnya mengerucutkan bibir, kesal sebab dibangunkan dengan cara yang tak manusiawi pun mengubah ekspresi menjadi penuh sayang.

“Kau masih berani berteriak padaku setelah semua yang kau lakukan,” gerutu Rae. Dia mendekati Chanyeol lalu berkacak pinggang. “Ponselku rusak. Cepat ganti,” tuduh Rae.

Chanyeol tertawa. Pria itu menganggap lucu setiap perkataan yang dikuarkan oleh mantan kekasihnya. Sungguh khas Oh Rae. Ayolah, mereka menghabiskan malam bersama, dalam kondisi Chanyeol yang sudah akan menikah dan Rae yang membencinya. Lantaran menangis tersedu-sedu atau semacamnya. Rae justru meminta Chanyeol tanggung jawab atas hal yang lain.

Chanyeol pun menarik Rae sampai gadis itu jatuh di ranjang, tepat di sampingnya. Chanyeol  bisa mencium nafas Rae yang masih bau alkohol.  Chanyeol menyukainya. Rae tampak berantakan, Chanyeol juga menyukainya. Kehadiran gadis ini membuatnya bersyukur bahwa dia masih dapat merasakan kupu-kupu yang beterbangan di perut. Ini yang dinamakan jatuh cinta―mencintai, tanpa sebuah kebohongan.

“Andai saja aku masih memiliki waktu. Aku rela menukarkan semua hal untuk memutar kembali cerita tentang kita,” gumam Chanyeol, tangannya membelai lembut pipi Rae.

Rae memejamkan mata. Tangan Chanyeol terasa halus dan menyenangkan. Jadi, jangan salahkan Rae apabila dunianya hanya terpusat pada pria ini. Sebentar saja, Rae ingin meminjam kekasih orang lain. Rae mendekatkan parasnya pada Chanyeol, ia menyusuri rahang pria itu dengan bibirnya.

“Kau membuatku menjadi wanita jahat,” bisik Rae saat Chanyeol menariknya ke dalam ciuman yang panjang.

“Kau tidak pulang semalam,” suara yang familier di telinga Rae menginterupsi si gadis yang baru saja berjalan pelan memasuki apartemen.

Rae hampir saja kena serangan jantung saking kagetnya. Tidak biasanya kakak laki-laki Rae itu pulang ke apartemen mereka, mengingat Sehun lebih suka tidur di kantor. Apalagi si gila kerja itu biasanya masih berkutat dengan agen perjalanannya, bukannya malah duduk santai sembari menikmati sarapan pagi. Sehun seolah-olah berada di sana demi menunggu kepulangan sang adik.

“Bukan urusanmu,” jawab Rae sekenanya. Ia mengambil potongan roti bakar yang diletakkan Sehun di meja, lalu duduk di sampingnya. Rae menambahkan senyum manis ketika Sehun mulai menaikkan alis. “Tumben kau pulang. Aku merindukanmu,” Rae berucap sembari berusaha memeluk Sehun.

Tentu saja Sehun menghindar. “Kau bau―”

“―Aku sudah mandi, kok,” potong Rae tak terima.

Pria itu menjauh lantaran tangannya meraih kepala adiknya kemudian mengusapnya pelan. “Aku bisa mencium parfum Chanyeol di bajumu,” gumam Sehun. Pria itu menambahkan ucapannya sebelum Rae sempat menimpali, “Aku tidak akan ikut campur soal apa pun yang kau lakukan bersama Chanyeol. Tapi, kau harus memastikan bahwa dirimu bahagia.”

Rae menatap kakaknya. “Apa aku boleh bahagia meskipun membuat orang lain sedih?” tanyanya.

Sehun menatap Rae lamat. Dia tersenyum simpul. “Aku tahu, adikku bukan orang jahat. Oh Rae tidak mungkin begitu,” jawabnya.

Rae bergeming. Dia merasa berdosa.

Rae menggeleng beberapa kali. “Aku sudah menjadi orang jahat, Sehun,” bisiknya. Dada Rae tiba-tiba sangat sesak. Ia menutup matanya sejenak. “Aku masih menginginkan Chanyeol,” ungkap Rae sendu.

Sehun menghembuskan napas berat. Memang ini sepenuhnya kesalahannya. Tak seharusnya Sehun mempertemukan Rae dan Chanyeol setelah bertahun-tahun mereka berpisah. Namun, Sehun ingin saudarinya menyelesaikan semua masalahnya di masa lalu. Rae selama ini masih tinggal di dalam kenangan. Rae bersikap seolah dirinya tak berhak bahagia. Bahkan ketika Baekhyun mendekati Rae atau pun pria lain yang sempat berniat mengisi hati gadis itu. Rae menolak, dia masih takut dikhianati seperti dulu.

Sehun mengira pertemuan mereka akan menuntaskan segalanya. Sehun ingin Rae melihat bahwa Chanyeol sudah bahagia, sehingga adiknya pun berhak untuk memulai kehidupan baru. Kendati demikian, Chanyeol justru berpura-pura bahagia karena netra pria itu menunjukkan bahwa hatinya masih untuk Oh Rae.

“Kita harus tetap menjadi orang baik, Rae. Manusia malang yang tak punya keluarga dan apa pun seperti kita―tidak boleh menjadi jahat. Kita sedang dihukum, tak ada hukuman yang lebih menyedihkan daripada menjadi yatim piatu yang miskin,” kata Sehun menutup perbincangan mereka.

Rae meletakkan cangkir kopinya. Matanya sedang sibuk membaca beberapa artikel destinasi perjalanan terbaru. Dia harus menyelesaikan beberapa laporan sebelum akhir minggu. Rae sengaja memilih kafe yang jauh dari kantor agar dia bisa berkonsentrasi. Rae ingin sembunyi sebentar dari Park Chanyeol sebab logika si gadis hampir dikuasai sepenuhnya oleh perasaan egois. Rae ingin kehidupannya berjalan normal seperti dulu.

Gadis itu mulai menikmati suasana. Musik akustik yang beralun lembut mengisi rungunya. Bibir Rae menggumam, ikut bernyanyi. Sayangnya, suasana nyaman tersebut enggan berselang lama. Netra Rae langsung beralih ke arah sepasang wanita dan pria yang baru memasuki kafe. Mereka sebenarnya tak terlalu berisik, hanya saja suara khas dari laki-laki itu teramat berpengaruh bagi Rae.

Ada Chanyeol di sana. Pria bertubuh jangkung itu tengah mengobrol dengan seorang wanita cantik yang tidak Rae kenal. Mata Chanyeol menyipit, membentuk bulan sabit saat tertawa. Mungkin mereka sedang saling melontarkan lelucon satu sama lain. Yang pasti dari semua hal, Rae merasa iri karena Park Chanyeol bisa sesenang itu. Curang. Rae merasa dicurangi.

Rae memberengut sambil menyembunyikan parasnya di balik buku menu. Untung saja, Rae duduk di ujung kafe. Chanyeol dan si wanita memilih berada di luar ruangan yang dibatasi bunga-bunga mawar.

Rae terus saja memerhatikan mereka. Mulai dari tangan Chanyeol yang menggenggam sang gadis. Cara Chanyeol mengusap ujung bibir ketika wanita bersurai panjang itu memakan krim. Terakhir, Rae melihat si wanita berdiri, kemudian berjalan menuju kamar mandi. Rae mengikuti demi memuaskan keingintahuannya. Apa benar wanita itu calon istri Chanyeol?

Rae berpura-pura membilas tangan saat si wanita membenarkan lipstik. Mereka sama-sama bercermin. Rae dapat melihat kalung yang bertuliskan Roseanne.  Nama yang cantik dan cocok untuk penampilannya. Jika disandingkan seperti ini, Rae terlihat buruk rupa. Dia lebih mirip pelayan. Pantas saja apabila Chanyeol lebih memilih Roseanne daripada dirinya.

Rae buru-buru mengalihkan tatapannya ketika matanya secara tak sengaja bertemu dengan milik Rose. Lantaran canggung, Rose justru tersenyum ramah. Rose mendekatinya seolah hendak mengajak bicara Rae. 

“Apa kau Oh Rae?” tanya wanita itu tiba-tiba.

Rae yang kelewat gugup, dia seperti ketahuan karena telah melalukan hal yang tidak-tidak bersama dengan kekasih lawan bicaranya. Rae hanya mengangguk singkat. Terlampau terkejut sebab Rose mengetahui namanya.

“Aku sudah lama ingin bertemu denganmu, tapi aku terlampau sibuk,” kata Rose lagi. Gadis muda itu tampak berpikir. “Okay, kau pasti kaget karena tiba-tiba menyapamu. Aku Rose. Chanyeol merekomendasikan agen perjalananmu untuk bulan madu. Chanyeol mengirimiku beberapa foto tentang tempat yang kalian sarankan. Aku sangat suka, lalu aku tidak sabar untuk datang melihat langsung,” jelas Rose, dia tersenyum lebar dan sangat cantik.

Rae membalas dengan canggung, “Chanyeol yang membuat konsepnya, dia ingin memberimu kejutan tapi sepertinya tidak jadi,” gumam Rae. Dia menggigit bibir.

Rae sungguhan merasa bersalah pada wanita yang kini berada di hadapannya. Ia jadi mengingat apa saja yang telah dilakukannya bersama Chanyeol..

“Kebetulan, aku sedang bersama Chanyeol. Apa kau bisa bergabung dengan kami?” tanya Rose sopan tanpa berusaha mengurangi keramahannya.

Nafas Rae tercekat. “Aku ada pertemuan penting setelah ini, jadi harus lekas ke kantor,” Rae menolak dengan halus.

“Wah, sayang sekali, padahal aku ingin mentraktirmu karena telah menolong kami,” ujar Rose ada kecewa di dalam suaranya.

Rae memejamkan mata sekilas. Dia sungguhan merasa menjadi tersangka pencurian. Rose begitu ramah dan baik. Dari perangainya yang lembut ini semua orang pasti enggan menyakitinya.

“Mungkin lain waktu saja―“

“―Iya, aku akan kosongkan beberapa jadwalku. Mengurus pernikahan ternyata sangat merepotkan. Rae kau harus datang ke acara kami,” sela Rose. Dia tersenyum lebar. “Aku pamit dulu. Chanyeol sedang menunggu,” sambungnya sebelum berjalan pergi.

Chanyeol menunggu … kenapa dua kata itu membuat Rae sakit hati?

Tangan Rose meraih dinding lorong setelah keluar dari kamar mandi. Rose berusaha bersikap masa bodoh atas pertemuannya dengan gadis itu.

Oh Rae, cinta pertama Park Chanyeol sekaligus yang membuat pria itu menutup perasaannya. Chanyeol memang memberikan seluruh perhatiannya kepada Rose. Namun, ada satu hal yang berbeda dari pria itu. Tidak ada ketulusan.

Rose mencoba bersikap baik-baik saja. Ia berusaha mengenyahkan keraguannya. Meskipun Chanyeol dengan kesadaran penuh mengunjungi lagi Oh Rae. Rose tetap harus bersikap baik, jika tidak ingin kehilangan Chanyeol.

Hatinya sesak sekali.

Membayangkan Oh Rae yang jauh berbeda dari dirinya. Oh Rae adalah gambaran cinta pertama yang sesungguhnya, ceria, punya mata yang berbinar, dan cantik. Rose tidak berniat bersaing dengan siapa pun karena wanita itu sudah tahu hasilnya.

Chanyeol pasti akan memilih Rae. Sejak awal, Chanyeol menjaga cintanya hanya untuk gadis itu. Maka dari itu, Rose memilih berpura-pura, seolah ia tidak tahu mengenai mereka yang masih saling menyukai. Dengan begitu, tak akan ada pertengkaran di antara mereka.

“Aku tidak sengaja bertemu Rae,” kata Rose ketika dia kembali ke mejanya.

Chanyeol mengulum senyumnya. Dia tetap memotong kecil-kecil roti isinya, seolah dirinya tidak peduli. Padahal, dalam hati dia bertanya-tanya sedari tadi pagi ke mana Rae bersembunyi.

“Aku mengucapkan terima kasih kepadanya karena sudah membantu kita,” ucap Rose. Gadis itu menghela napas lalu melanjutkan, “Dia terlihat tidak terlalu senang.” Rose menunggu reaksi Chanyeol.

Chanyeol menghentikan suapannya. Dia meletakkan alat makannya. “Mungkin dia sedang ada masalah,” ujar Chanyeol. 

“Apa kau tidak tahu masalahnya?” Rose menyambar, masih dengan suara lembutnya.

Alis Chanyeol bertaut. “Apa itu penting mengetahui masalah gadis lain?” Chanyeol membalas pertanyaan tersebut.

Rose diam sejenak. “Apa Rae bukan seseorang yang penting?”

“Bukan,” jawab Chanyeol setelah beberapa sekon.

Bohong, bahkan sinar matamu, gerak tubuhmu, dan nada suaramu berbeda ketika kita membicarakan Rae, batin Rose.

Rose membuang muka.

Sampai kapan aku mampu bertahan? Benak Rose berteriak lantang.

“Selamat manlam, Rae,” Chanyeol berucap manis sembari bersandar di Audi hitam yang terparkir di depan kantor agen perjalanan itu.

Rae sungguh tidak mengerti jalan pikiran Chanyeol. Tadi siang dia berkencan dengan calon istrinya sementara malam harinya dia muncul di hadapan Rae menampilkan senyum lebar sembari melambaikan tangan. Bukankah dia mendalami karakter sebagai playboy dengan sangat baik?

Rae melewatinya begitu saja enggan meladeni pria itu. Rae sudah sangat lelah akibat banyak pekerjaan yang tertunda, lagi pula ini sudah pukul sepuluh malam bukan saatnya untuk berbasa-basi. 

Toh, rasa cemburu menyelimuti hati Oh Rae. Paling kesalnya Rae menyimpannya sendirian enggan melampiaskan. Dia tak ingin menunjukkannya pada Chanyeol karena takut pria itu akan kelewat mengesalkan.

Chanyeol yang sukar menyerah justru mengikuti Rae. Ia berjalan di belakang si gadis muda sambil bersiul pelan. Hal itu semakin membuat Rae marah. Tanpa pertimbangan, Rae berbalik. Chanyeol tahu cara menarik perhatian Rae, dia menyiulkan lagu yang disukai oleh sang gadis.

“Jangan menggangguku,” Rae memperingatkan.

Chanyeol melejitkan bahu. “Aku tidak mengganggmu. Aku hanya berjalan―“

“―Jangan mengikutiku!” Sela Rae emosi.

Chanyeol tertawa karena menurutnya Rae terlihat manis sekarang. “Ini jalan umum, Oh Rae. Aku berhak berjalanan ke arah mana saja,” kelakarnya.

Rae memutar bola mata. “Terserah,” Rae menimpali singkat. Dia menghembuskan napas panjang, “Aku akan pergi ke apartemen Baekhyun dan menginap di sana,” oceh Rae.

Wajah Chanyeol berubah marah. Dia maju beberapa langkah agar bisa berhadapan langsung dengan mantan kekasihnya. “Kau tidak boleh menghabiskan malam bersama orang asing,” cerca Chanyeol.

Rae tertawa sinis. “Kau seharusnya tidak mengatakan itu, sementara kemarin kau tidur denganku. Notabenenya kau itu orang asing―“

“―Aku bukan orang asing. Aku mantan kekasihmu yang masih mencintaimu,” Chanyeol menandaskan.

Rae maju satu langkah. “Kau itu pria mesum, kurang ajar, suka mempermainkan wanita, dan berengsek,” Rae menghitung hal-hal negatif yang menjadi sifat alamiah Park Chanyeol.

“Kau cemburu pada diriku dan Rose tadi siang, makanya kabur,” Chanyeol berucap nadanya naik. Dia tak ingin kalah, pria itu juga mengutarakan sikap buruk Rae yang suka melarikan driri dari masalah.

Rae memijat pelipis. Dia pusing.

Orang mulai memperhatikan pertengkaran Rae dan Chanyeol. Mereka lebih mirip sepasang kekasih yang sedang bertengkar, walaupun sebenarnya tidak ada hubungan yang jelas di antara keduanya. 

“Menyebalkan! Well, memangnya kenapa kalau aku cemburu? Aku tidak suka melihatmu tertawa bersama Rose. Aku iri kepada gadis itu karena dia yang sekarang berada di sisimu, bukannya aku! Aku tidak ingin putus darimu,” Rae melontarkan semua yang ada di benaknya.

Chanyeol diam. Dia hanya tak menyangka Rae akan menumpahkan keluhan, selama ini si gadis terlalu gengsi hanya untuk mengutarakan kegelisahannya.

“Kenapa hanya diam? Tidak punya cara untuk menimpaliku lagi?” Kata Rae galak, dia lantas berbalik hendak pergi.

Chanyeol dengan tangkas menyusul menggunakan langkahnya yang lebih lebar. Pria itu menghentikan ayunan kaki Rae. 

“Kenapa baru mengatakannya, Oh Rae? Kenapa harus menunggu tiga tahun?” Chanyeol bergumam pelan.  Dia menatap gadis tersebut. “Aku kira kau dulu sudah tak tahan dengan hubungan kita karena terlalu banyak orang yang menekanmu. Aku mengira kita berpisah adalah keputusan yang tepat sebab kau terlihat baik-baik saja,” lanjutnya.

Rae menggigit bibir. “Tidak perlu membahas masa lalu karena itu percuma. Kau akan tetap menikahi gadis lain―“

“―Kau hanya perlu mengucapkannya, Oh Rae. Katakan jika kau ingin aku bersamamu―katakan apabila kau ingin aku tetap tinggal,” Chanyeol menyela.

Nafas Rae memburu. Dia merasakan tangan Chanyeol meraih jarin-jarinya kemudian menggenggamnya. Ada banyak opini di kepala, semuanya berujung pada dua pilihan―menjadi antagonis atau tidak.

Pikirannya belum memutuskan, namun hati dan bibirnya yang bicara―tanpa berpikir panjang, “Tetaplah bersamaku, tinggalkan Roseanne,” Rae menutup adegan malam ini dengan pernyataan paling buruk yang pernah ia ungkapkan.

-oOo-

Hai, lama nggak ngelanjutin cerita ini. Semoga masih ada yang ngikutin dan baca huhuhu. Aku tunggu like dan komentarnya. Happy long weekend semuanya! <3.

Advertisements

76 thoughts on “The Wedding Invitation: The Tricky Man

  1. Lunaody says:

    Halooo sudah lama gak mampir kesini ternyata cukup banyak ketinggalan hehe sampe lupa terakhir baca yg mana lol
    Setelah ubek2 sedikit dan baca beberapa yg tertinggal, akhirnya komen disini. Maaf gak komen di setiap cerita.
    Selalu suka dengan cerita disini, suka dengan plot dan bahasanya.
    Update selalu yaaaa. Meskipun gak sering mampir, tapi aku selalu menyempatkan waktu buat baca cerita disini.
    Hwaiting!

  2. Choqah says:

    Semua terlihat serba salah dari sisi manapun. Baik untuk rae, chanyeol ataupun rose.
    Rae salah karena gamon
    Chanyeol salah karena brengsek
    Rose salah karena memaksakan diri

    Pilihan terbaik itu relatif tergantung dari sisi mana kau mau ambil. Semua juga terlihat benar

      • Choqah says:

        Eum ya bisa dibilang selfish, tapi aku sepemikiran denganmu wkwkwkwk i love them. When rae and chanyeol will be together in the end. Ehehehe. Can i being selfish like your thought ? 😗

  3. Fauziyahfjr says:

    Aku tau rae bakal ngucapin hal kek gitu. Mending rose mundur aja😂 kan udah tau kalo hatinya chanyeol bukan untuk dia kok dia kuat banget ya bertahan sampe sejauh ini? Gimana dong nanti kalo pas udah nikah? Ga ada harmonis nya, kalo ga ada cinta. Adanya bayang bayang mantan 😂😂😂😂

  4. Allaroundb says:

    Kalo begini Chanyeol pusing dah milihnya.
    Disatu sisi kesian sama Rose, tapi ku juga mau Oh Rae bahagia 😭

    Yg sabar ya mba Rose nya..

  5. RainCloudz says:

    ya ampun kasihan bgt ma Rose , kenapa Rose ya masih tetap mo bertahan padahal dia tau klo Chanyeol tu cuma suka sama Rae.
    Aduhhh…….penasaran ma kelanjutan ceritanya…..

  6. Moliii says:

    Wah terkejut aku bacanya. Rae sangat memuji rose, dan rose pun sebaliknya kepada rae. Memiliki rasa bahwa mereka bkn terbaik buat chanyeol, duh kebanyakan wanita begitu hahaha. Kadang kita hrs menjadi egois buat kebahagian diri sendiri rae. Buat rose aku jg sedih liat posisi km tp keputusan ada di chanyeol. Hm btw kak bagus ceritanya ditunggu ya kelanjutannya.

  7. aryanahchoi says:

    kenapa dulu putus oh rae???

    chanyeol sih udah tau mau nikah ma rose tapi kenapa mlh datangi rae jadinya rae bimbang gitu mau balik ke mantan.

    akhirnya apa rose bkl ngalah?

  8. Justonexo says:

    Ahhh ya ampun ff yang sangat ditunggu akhirnya up juga, makin penasaran sama keputusan Chanyeol tega ga dia buat batalin pernikahannya yg udah di ujung ujungnya tinggal setahap lagi cuy, cuma demi Rae. Tapi aku lebih pengen Chanyeol sama Rae, cinta lama bersemi kembali 😆
    Tapi aku punya firasat lain dan tak terduga kayanya, karena tiap ff kakak selalu ada kejutan yg ga terpikirkan 😶
    Semangat kak lanjutin semua ceritanya, selalu suka cerita kakak 😍

  9. Justonexo says:

    Ahhh ya ampun ff yang sangat ditunggu akhirnya up juga, makin penasaran sama keputusan Chanyeol tega ga dia buat batalin pernikahannya yg udah di ujung ujungnya tinggal setahap lagi cuy, cuma demi Rae. Tapi aku lebih pengen Chanyeol sama Rae, cinta lama bersemi kembali 😆
    Tapi aku punya firasat lain dan tak terduga kayanya, karena tiap ff kakak selalu ada kejutan yg ga terpikirkan 😶
    Semangat kak lanjutin semua ceritanya, selalu suka cerita kakak 😍

  10. Bingkai Fatamorgana says:

    omg nyesek kaliii 😭
    ini rose pasti suka bgt sama chanyeol sampe ttp bertahan padahal udah tau kalo hati chanyeol bukan untuk dia 😭
    kasian rose…tapi aku pengennya chanyeol sama rae..gimana dong :((
    rose sama baekhyun aja deh :’)

    lagian jg chanyeol kenapa datangnya telat pas udh mau nikah gitu. zzzttt..
    aduh ini aku jadi gemes sama semuanya yak wkwk

    pokoknya semua tulisan author selalu jadi favorit akuu 😊
    tetap di tunggu karya karya lainnya yaa ♡
    fighting!!♡

  11. Yeolgi says:

    Aku tau di sini Chanyeol dan Oh Rae sama-sama egois. Tapi, di lain sisi aku ngerasain juga seberapa besar sayangnya Oh Rae ke Chanyeol dan sakitnya dia liat Chanyeol sama Rose. Sama halnya Chanyeol, yang masih cinta banget sama Rae 😭😭

    Rose mending kamu relain aja Chanyeol, daripada kamu makin sakit hati 💔 /seketika scene Rosé nangis sambil nyetir mobil lewat 😂🔫/

    Kutunggu next chapternya ka, ga sabar! Semangat 💛✨

  12. ara says:

    wah aku gak nyangka ini seru banget! aku gatau harus milih siapa rae-chanyeol atau rose-chanyeol? tapi yang pasti rose kasian banget:( btw semangat untuk next chapter nya ya!

  13. Kkamcan says:

    Kasihan rosenya chan yaampun dia juga berusaha gak tau apa2 kalo chanyeol msh suka sma rae… tpi dari pada nyakitin diri sendiri mending rose relain chanyeol buat rae sihh karna mereka masih saling suka

  14. Inay says:

    Aku pikir memang kasihan Rose tapi kalo Chanyeol sama Rae tetap kaya gini nanti ke depannya malah tambah gak baik buat ketiganya. Huhu kenapa sedih banget 😥

  15. Hesti Andriani says:

    Semua nya salah. Chnyeol yang salah karna dekatin rae lagi padahal mau nikah, rae yang salah karna masih mengharapkan chanyeol padahal dia tau kalo chanyeol mau nikah, rose juga salah karna memilih pura-pura tidak tau walaupun hatinya tersakiti

    • khurulain61 says:

      Ih kasian bgt rose,tapi ya daripada rose merasakan semakin sakit,aku saranin chanyeol sama rae toh mereka masih saling cinta, kalau rose ttp bertahan sama chanyeol tapi chanyeol main di belakang kan kasian rose,aku yakin kalau ngelepas chanyeol rose dikasi yang lebih baik sama authornya wkwk

  16. Sulung Aprianuki says:

    Kalau aku sih tetep maunya Rae yang sama Chanyeol. Tp tergantung keputusan Chanyeol lagi mau milih siapa. Apa ngikuti kata hati yg masih cinta Rae, atau mertahanin Rose yg udah diujung mata mau nikah sama dia

  17. Endah says:

    Aduh kak ff ini bikin aku galau, wkwkwk aku suka rose tapi aku sayang sama Rae, wkwkwk tapi disini kok aku pengennya chanyeol ama rose ya, enth knp aku pengen aja gitu liat chanyeol ama Rae ngga bersatu disini, wkwkkw jahat banget ya aku, tapi sekali2 pengen liat ra menyesal, sama kaya pas dia ninggalin jongin dan memilih chanyeol, wkwkwk tapi terserah kakak sih, aku sih setuju aja ending nya dia nanti ama siapa, kangen banget ff ini kakkk, keep writing kak titis 😁😁😆😘

  18. Yunita says:

    Chanyeol jahat ih, udah punya calon istri tapi masih berhungan sama mantan! Tapi Rae juga kasihan, sebenarnya masih cinta Chanyeol tapi masih tau diri kalau dia cuma mantan! Wajar sih kalau Rae sedikit egois, dan ingin memiliki chanyeol, sekarang tinggal nunggu kepastian chanyeol milih Rae atau Rose🤔

  19. arrzk says:

    Aku masih baca dan terus ngikutin ini ! Hehehe
    Gatau hrs sebel atau gmn. Tapi entah kenapa chanyeol yg brengsek gni makin menarik. Maaf roseane, aku tim rae….
    Mungkin rose akan bertemu pria lain yg lebih baik… soalnya chanyeol lebih cocok buat rae 😦

  20. Kim Hye jin says:

    Wah jadi gmn nih hubungan chanyeol rae,Rae jadi antagonis disini,udah dikasih tau abangnya buat jadi baik malah jadi antagonis Dan egois,kasian rose tapi gmn ya chanyeol juga Gak suka dia,duh jadi kepo kan bakalan gimana cinta segitiga mereka akankah chanyeol jadi nikah dengan rose atau natal nikah,trs Rae sama chanyeol bakalan gmn,gmn sikap sehun kalau tau hubungan Rae chanyeol udah balikan,next chapter please ditunggu,semangat kak author

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s