His Last Presence

tumblr_pc00c7980c1x9b7alo1_500

cr picture

“I close my eyes but I can still see you, feel you. This world is filled with your scent.” ―With Your Light, FROMM

-oOo-

Aku tak pernah menyangka bahwa kehidupanku yang baik-baik saja berubah menjadi begitu berliku. Aku adalah manusia biasa yang telah menjalani kehidupan selama dua puluh lima tahun. Ada banyak fase yang telah kulewati akhir-akhir ini, aku menangis dan tertawa semuanya disebabkan oleh satu orang. Aku mungkin terlalu beruntung hingga diberi kesempatan untuk melihatnya. Kini dia berada di hadapanku, pria yang aku kira tak dapat kutemui lagi.

Oh Sehun. Pikiranku berulang kali memanggilnya. Sementara bibir ini membisu karena secara logika dia tidak seharusnya berada di sini.

Raga Sehun seharusnya telah menjadi abu. Aku sendiri yang menyaksikan bagaimana pria ini lenyap satu bulan lalu.

Aku masih mengingat rasa hatiku yang hancur. Air mataku butuh waktu yang lama untuk kering. Kehilangan dirinya ialah salah satu bentuk kematian dari jiwaku. Aku terlalu mencintainya.

Aku sangat mencintainya.

Kakiku melangkah perlahan mendekatinya yang tak bergeming sedikit pun.

“Kau kembali,” ujarku pelan.

Jari-jariku ini hendak menyentuhnya, namun aku tidak bisa. Tubuh yang kini berada di hadapankanku bagaikan ilusi. Aku hanya diijinkan untuk melihatnya, tetapi tidak untuk menyentuhnya.

“Apa ini hukuman untuk kita?” tanyaku.

Sehun hanya menatapku, ada duka yang teramat dalam dari sorot matanya. Dia tersiksa. Aku tahu meskipun dia tak mengatakannya.

“Aku mohon jangan,” pintanya ketika aku mulai menumpahkan air mataku.

Sehun berusaha menyentuhku, tapi ada sesuatu yang menariknya terpelanting mundur. Seakan raga kami yang bersatu merupakan kutukan tak termaafkan. Aku bisa melihat raut Sehun yang kesakitan, niatnya yang akan menghiburku mungkin memicu siksaan lain untuknya.

Apa dia sekarang berada di neraka?

Aku ingin bersamanya meskipun di neraka sekali pun.

Sebab kehilangan dirinya serupa neraka bagiku.

Aku mohon bawa aku bersamanya.

Aku semakin tersedu. Aku tidak tahu cara menghentikan tangisan ini.

“Sehun, Sehun ….” berulang kali bibirku berbisik.

Sehun berusaha berdiri. “Jangan menangis,” ucapnya.

Aku beranjak mendekatinya. Semakin aku datang padanya, dia perlahan memudar.

“Kau harus bahagia, lupakan aku,” itulah ucapan terakhirnya yang bergema dalam ruangan ini sekaligus penutup bagi mimpiku.

-oOo-

Aku tahu ini singkat sekali, tapi aku lagi sedih campur bahagia sama drama Angel’s Last Mission: Love karena aktingnya Shin Hyesun di sana sangat menyentuh huhuhu. Kalian yang belum nonton, aku saranin nonton deh :’). Gila banget aku sampe beneran ikutan nangis.

Semoga kalian menikmati cerita ini, aku nggak kasih kolom komentar ya soalnya ini buat iseng-iseng aja. Tapi kalau ada yang mau chit chat sama aku bisa langsung ke twitter @twelveblossom langsung mention aja untuk followback hehehe. Makasih sudah baca <3.

-Contact Me On-